Dulu, kamu membayangkan masa depan setelah lulus kuliah mungkin sesederhana membuka laptop, mencari lowongan di LinkedIn, lalu membayangkan duduk di sebuah kantor dengan kartu identitas yang tergantung di leher. Memiliki meja pekerjaan sendiri, ruangan ber-AC, dan jabatan yang terdengar keren seolah menjadi paket lengkap dari kehidupan sukses.
Namun, bayangan itu perlahan berubah. Ketika lowongan pekerjaan semakin kompetitif dan kehidupan setelah lulus ternyata tidak semulus yang dibayangkan, sebagian anak muda mulai mempertanyakan kembali definisi pekerjaan yang mereka inginkan. Kamu mulai melihat pekerjaan sebagai teknisi, mekanik, pekerja konstruksi, hingga berbagai skilled trades sebagai pilihan yang masuk akal. Bukan karena kamu menyerah mengejar karier, melainkan karena kamu mulai menghitung hal yang lebih nyata, seperti penghasilan, keterampilan, stabilitas, dan seberapa jauh pekerjaan tersebut bisa membawa mereka hidup mandiri.
