Ilustrasi diskusi di tempat kerja (pexels.com/Walls.io)
Cari tahu apa yang membuatmu merasa stagnan
Jika mengalami karier yang stagnan, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah meninjau peran untuk menentukan apa yang membuatmu merasa stagnan.
Cari tahu apa yang memberi kamu energi dan apa yang mengurasnya. Ini akan memberi kamu pemahaman yang lebih baik tentang apa yang perlu kamu tambahkan lebih banyak ke dalam aktivitas sehari-hari, dan apa yang perlu kamu kurangi.
Bicaralah dengan manajer tentang kepastian karier
Dari sini, lakukan percakapan yang jujur dan proaktif dengan manajer tentang penerapan perubahan. Kuncinya adalah hingari melakukan ini dengan cara yang tidak menunjukkan ketidakpuasan, melainkan membingkai perubahan sebagai peluang pertumbuhan.
Misalnya, kamu bisa bilang pada manajer, “Saya merasa produktivitas meningkat, dan paling terlibat selama proyek kolaboratif dan kreatif, sementara tugas-tugas administratif yang berulang menguras energi mental saya. Saya ingin menjajaki peluang yang memanfaatkan kekuatan saya, seperti proyek lintas fungsi, dan membahas cara untuk mendistribusikan atau mengelompokkan tugas-tugas administratif secara berbeda jika memungkinkan.”
Bangkitkan kembali rasa ingin tahu
Pentingnya menumbuhkan rasa ingin tahu kembali, baik di dalam maupun di luar tempat kerja sangat penting.
“Terkadang, kita menunggu tujuan datang kepada kita, padahal kenyataannya, tujuan sering kali tumbuh melalui kontribusi dan koneksi. Jadi, coba jadi volunteer untuk sebuah proyek, pelajari keterampilan baru, tawarkan diri untuk membimbing seseorang, atau jadwalkan waktu untuk minum kopi atau melakukan panggilan telepon dengan kolega yang ingin kamu kenal lebih baik," kata Shari Leid, pembicara TEDx dan pendiri Metode Kepemimpinan Flip the Box®, mengutip laman The Every Girl.
Apa pun yang kamu putuskan, menetapkan tujuan-tujuan kecil, hingga menggapai kemenangan kecil yang dapat dicapai untuk diri sendiri, dapat membantu membangkitkan kembali minatmu pada pekerjaan, kepercayaan diri dan antusiasme.
Itulah yang dimaksud dengan rust out, penyebab, tanda-tanda, dan cara mengatasinya. Jadi, apakah kamu justru sering mengalami rust out, bukan burnout di tempat kerja?