ilustrasi wawancara kerja (unsplash.com/Resume Genius)
Salah satu cara sederhana untuk melihat apakah sebuah pertanyaan layak diajukan adalah dengan bertanya: “Apakah jawaban atas pertanyaan ini benar-benar dibutuhkan untuk menentukan kemampuan kandidat menjalankan pekerjaan?” Jika jawabannya tidak, pertanyaan tersebut kemungkinan perlu diperbaiki atau dihilangkan dari proses interview.
Misalnya, daripada bertanya “Apakah kamu punya anak dan siapa yang menjaga anak saat bekerja?”, pertanyaan dapat diarahkan menjadi “Posisi ini membutuhkan jadwal kerja hingga pukul tertentu. Apakah kamu dapat memenuhi jadwal tersebut?” Fokusnya berubah dari kondisi keluarga kandidat menjadi persyaratan pekerjaan yang harus dipenuhi.
"Pemberi kerja perlu memastikan bahwa pertanyaan wawancara mereka sama bagi semua kandidat, dan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut berkaitan erat dengan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan yang dibutuhkan untuk berhasil dalam peran tersebut," kata Jana Tulloch.
Interview kerja idealnya menjadi percakapan profesional untuk mengetahui apakah kualifikasi dan kemampuan kandidat sesuai dengan kebutuhan posisi. Pertanyaan mengenai pengalaman, keterampilan, cara bekerja, dan kemampuan memenuhi tanggung jawab pekerjaan merupakan bagian yang relevan, sedangkan pertanyaan mengenai kehidupan pribadi, keluarga, agama, usia, atau kesehatan perlu diperlakukan dengan lebih hati-hati dan mengikuti hukum yang berlaku di negara masing-masing.