Jakarta, IDN Times – Keberhasilan pendidikan tidak hanya dilihat dari banyaknya lulusan yang berhasil menyelesaikan studi. Ada hal lain yang juga perlu diperhatikan, yaitu bagaimana pendidikan dapat mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia kerja. Beasiswa menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membuka akses pendidikan bagi talenta muda.
Namun, dukungan tersebut perlu diiringi dengan upaya untuk memastikan bahwa ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian Dr. Jimmy Gani, MPA, Wakil Ketua Bidang Pendidikan & Keterampilan Dewan Pengurus Nasional (DPN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Dalam forum Global Scholarship Summit (GSS) 2026 bertema “Co-Creating Indonesia’s Future-Ready Talent Ecosystem” yang digelar pada Kamis (15/10/2026) di SMESCO Nareswara Hall, SME Tower, Jakarta, Dr. Jimmy menjelaskan pentingnya menyelaraskan ekosistem beasiswa dan pendidikan dengan dinamika dunia kerja. Menurutnya, kesenjangan keterampilan tenaga kerja masih menjadi tantangan yang berdampak pada proses adaptasi lulusan baru, tingginya pengangguran terdidik, serta kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri modern.
Penyaluran beasiswa dan penyelenggaraan pendidikan, menurutnya, tidak cukup hanya berfokus pada pemberian akses belajar atau mencetak lulusan sebanyak-banyaknya. Diperlukan keterhubungan antara lembaga beasiswa, institusi pendidikan, dan dunia usaha agar investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dapat menghasilkan talenta yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
