Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Membuat Peta Karier dengan Konsep Leading Self dari Career Coach
Ajeng Asmarandhany, Certified Career Coach & Leadership Trainer pada sesi kelas Women's Space Mentorship Bootcamp 2026 di Paragon Community Hub, Minggu (21/6/2026). (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
  • Konsep leading self menekankan kesadaran atas posisi karier saat ini, tujuan yang ingin dicapai, serta jarak atau hambatan antara keduanya.
  • Ajeng mendorong perempuan melakukan self assessment dengan membuat career map agar lebih terarah tanpa harus menunggu merasa 'siap'.
  • Pemetaaan skill gap dan penyusunan Personal Development Plan membantu perempuan memahami prioritas pengembangan diri dan langkah konkret menuju tujuan karier.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pada Sabtu dan Minggu (20-21/6/2026) lalu, ParagonCorp menghadirkan 13 pemimpin perempuan inspiratif di Women's Space Mentorship Bootcamp 2026. Perempuan-perempuan tersebut turut membagikan kisah serta memberikan mentoring kepemimpinan untuk perempuan dalam bidang bisnis, sosial, media, hingga komunikasi.

Di antara sekian sosok inspiratif tersebut, ada nama Ajeng Asmarandhany, Certified Career Coach & Leadership Trainer. Ia berbagi soal konsep leading self, di mana di dalamnya sangat bermanfaat untuk mengenal diri sendiri sekaligus memetakan karier kita sampai bertahun-tahun berikutnya. Berikut caranya.

1. Apa itu leading self?

Ajeng Asmarandhany, Certified Career Coach & Leadership Trainer pada sesi kelas Women's Space Mentorship Bootcamp 2026 di Paragon Community Hub, Minggu (21/6/2026). (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

Menurut Ajeng, leading self tidak merujuk pada peningkatan diri (self improvement) secara umum. Leading self adalah tentang memiliki kesadaran akan tiga hal, yaitu current location, destination, dan the gap. Current location merujuk pada di mana posisi kita sekarang. Destination merujuk pada versi apa yang ingin kita tuju. The gap merujuk pada jarak antara posisi kita kini dan tujuannya. Kira-kira, ada hambatan apa yang membuat jarak antara current location dan destination kita semakin jauh?

"Jadi, selain ngomongin self improvement, kita juga tahu kita ada di mana, kita mau ke mana. Mau ke mana ini bukan berarti posisi, bukan berarti industri, bukan berarti company kayak apa, tapi lebih kayak versi diri aku. Optimal self aku pada saat saya jadi apa," jelas Ajeng.

2. Mulai self assessment dengan membuat career map

Ajeng Asmarandhany, Certified Career Coach & Leadership Trainer pada sesi kelas Women's Space Mentorship Bootcamp 2026 di Paragon Community Hub, Minggu (21/6/2026). (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

"Banyak perempuan merasa harus menunggu sampai 'siap', padahal peta jalan bisa didapat dari kesadaran diri," papar penulis buku Unlock The Z-Power soal fenomena yang ia temui di dunia karier perempuan. Mereka harus merasa siap dulu untuk mencapai destination ketimbang membuat perencanaan yang terstruktur.

Untuk itu, Ajeng menjelaskan tentang self assessment yang bisa dilakukan selama lima menit dan secara individual. Siapkan catatan dan pena, lalu tuliskan dengan jujur pertanyaan tentang career map berikut ini:

  • Apa posisimu sekarang? Apa peran dan tanggung jawabmu?

  • 1-2 tahun lagi, kamu mau jadi apa dan di mana?

  • 3-5 tahun lagi, visi karier idealmu seperti apa?

3. Petakan pula skill gap yang kamu miliki

Ajeng Asmarandhany, Certified Career Coach & Leadership Trainer pada sesi kelas Women's Space Mentorship Bootcamp 2026 di Paragon Community Hub, Minggu (21/6/2026). (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

Sama seperti pertanyaan soal skill gap, kamu perlu menjawab dengan jujur tiga pertanyaan ini:

  • Apa tiga skill yang paling dibutuhkan untuk posisi targetmu?

  • Dari ketiganya, skill mana yang sudah kamu miliki? Mana yang belum?

  • Sumber belajar apa yang sudah kamu punyai aksesnya? Mana yang belum?

Setelah kamu membuat career map dan memetakan skill gap, kamu boleh mencari teman untuk menceritakannya. Lalu, minta mereka membuat pertanyaan (bukan saran) untukmu. Hal ini akan membuatmu berpikir dalam soal targetmu. Lantas, kamu dapat membuat tabel Personal Development Plan berisi nomor, skill gap prioritas, sumber belajar, dan target waktu seperti foto di atas.

Bagaimana? Sekarang, kamu sudah punya perencanaan karier yang dibuat dengan sadar dan terstruktur dengan konsep leading self. Yang perlu kamu ingat, career map bisa dikalibrasi tapi tidak langsung jadi dalam satu sesi. "Yang terpenting adalah punya direction, bukan hanya harapan," pungkas Ajeng di akhir sesi pertama.

Editorial Team

Related Article