Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sering Gatal dan Ketombean? Mungkin Cara Keramasmu Masih Keliru

Sering Gatal dan Ketombean? Mungkin Cara Keramasmu Masih Keliru
Ilustrasi keramas (magnific.com/magnific)
Intinya Sih
  • Ketombe tidak selalu menandakan kulit kepala kotor; minyak berlebih, gangguan keseimbangan kulit kepala, dan pertumbuhan jamur Malassezia dapat memicu gatal serta serpihan putih.
  • Menunda keramas hingga rambut lepek dapat menumpuk minyak, keringat, debu, dan sisa styling. Frekuensi keramas perlu disesuaikan dengan jenis kulit kepala dan aktivitas.
  • Sisa sampo atau kondisioner serta air terlalu panas dapat mengiritasi dan mengeringkan kulit kepala. Bilas menyeluruh dan gunakan air hangat suam-suam kuku saat keramas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ketombe sering kali dikaitkan dengan kulit kepala yang kotor. Padahal, penyebabnya tidak selalu soal kebersihan. Tanpa disadari, cara keramas yang keliru justru bisa mengganggu keseimbangan kulit kepala, memicu produksi minyak berlebih, hingga membuat jamur Malassezia berkembang lebih cepat. Akibatnya, serpihan putih, rasa gatal, dan kulit kepala yang tidak nyaman pun mulai muncul.

Menariknya, beberapa kebiasaan yang terlihat sepele ternyata menjadi penyebab ketombe sulit hilang. Mulai dari jarang keramas hingga menggunakan produk yang tidak sesuai, semuanya bisa memengaruhi kesehatan kulit kepala. Lalu, kebiasaan apa saja yang sebaiknya dihindari? Yuk, simak ulasannya!

1. Menunggu rambut benar-benar lepek baru keramas

Ilustrasi keramas
Ilustrasi keramas (magnific.com/jcomp)

Banyak orang sengaja menunda keramas karena merasa rambutnya belum terlihat lepek. Padahal, kulit kepala tetap memproduksi minyak setiap hari. Jika dibiarkan menumpuk bersama keringat, debu, dan sisa produk styling, kondisi ini dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur Malassezia, salah satu penyebab utama ketombe.

Bukan berarti semua orang harus keramas setiap hari. Frekuensi keramas sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit kepala dan aktivitas sehari-hari. Pemilik kulit kepala berminyak umumnya membutuhkan frekuensi keramas yang lebih sering dibandingkan pemilik kulit kepala kering agar minyak tidak menumpuk terlalu lama.

Dr. Wilma Bergfeld, dokter spesialis dermatologi, menjelaskan, "Orang dengan kulit kepala berminyak sebaiknya mencuci rambut lebih sering untuk membantu mengurangi minyak berlebih yang dapat memicu ketombe. Menjaga kebersihan kulit kepala merupakan salah satu langkah penting untuk mengendalikan ketombe," dikutip dari Cleveland Clinic.

2. Tidak membilas rambut hingga bersih

Ilustrasi keramas
Ilustrasi keramas (magnific.com/KamranAydinov)

Setelah keramas, banyak orang langsung berhenti membilas begitu busa sampo hilang. Padahal, sisa sampo maupun kondisioner yang masih menempel di kulit kepala bisa menumpuk dan memicu iritasi. Akibatnya, kulit kepala terasa gatal, lebih sensitif, bahkan memunculkan serpihan yang sering disangka sebagai ketombe.

Residu produk yang terus menumpuk juga dapat mengganggu keseimbangan kulit kepala. Jika dibiarkan dalam waktu lama, kondisi ini membuat kulit kepala lebih mudah mengalami peradangan dan terasa tidak nyaman, terutama bagi pemilik kulit kepala sensitif.

Tips:

  • Bilas rambut selama beberapa menit hingga tidak lagi terasa licin.
  • Pijat kulit kepala menggunakan ujung jari, bukan kuku.
  • Pastikan sampo dan kondisioner tidak tertinggal, terutama di area tengkuk dan belakang telinga.

3. Terlalu sering keramas dengan air panas

Ilustrasi keramas
Ilustrasi keramas (magnific.com/magnific)

Mandi air hangat memang terasa menenangkan, terutama setelah beraktivitas seharian. Namun jika suhu air terlalu panas, kulit kepala bisa kehilangan minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan. Akibatnya, kulit kepala menjadi lebih kering, mudah teriritasi, dan mengalami pengelupasan yang sering disalahartikan sebagai ketombe.

Bukan hanya itu, kebiasaan ini juga dapat memperparah beberapa masalah kulit kepala, termasuk eksim dan dermatitis seboroik. Saat lapisan pelindung kulit terganggu, kulit kepala menjadi lebih sensitif terhadap iritasi dan rasa gatal.

Menurut Kim Fong, Head Trichologist Group di Svenson Hair Centre, "Air hangat suam-suam kuku atau yang suhunya mendekati suhu tubuh merupakan pilihan terbaik saat keramas. Suhu tersebut cukup efektif mengangkat minyak dan sisa produk tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit kepala," dikutip dari CNA Lifestyle.

Tips:

  • Gunakan air hangat suam-suam kuku, bukan air yang terlalu panas.
  • Akhiri keramas dengan air yang sedikit lebih dingin untuk membantu rambut terasa lebih segar.
  • Hindari mengeringkan rambut dengan udara yang terlalu panas dari hair dryer.

Kulit kepala yang sehat dimulai dari kebiasaan sederhana saat keramas. Jadi, sebelum menyalahkan produk perawatan rambut, coba perhatikan lagi rutinitasmu karena perubahan kecil bisa memberikan hasil yang besar untuk kesehatan kulit kepala.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More