Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Mengatur Energi saat Kerja di Bulan Ramadan, biar Gak Loyo!

5 Cara Mengatur Energi saat Kerja di Bulan Ramadan, biar Gak Loyo!
Ilustrasi kelelahan saat bekerja (unsplash.com/Photo by Vasilis Caravitis)

Bekerja di bulan Ramadan sering menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Perubahan pola makan dan tidur bisa membuat tubuh terasa lebih cepat lelah, terutama saat harus tetap fokus menyelesaikan pekerjaan sepanjang hari. Jika tidak dikelola dengan baik, energi bisa cepat habis dan produktivitas pun menurun.

Karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatur energi saat kerja di bulan Ramadan agar tetap bugar selama menjalani puasa. Dengan pola aktivitas yang lebih teratur dan kebiasaan yang tepat, kamu tetap bisa bekerja dengan nyaman tanpa merasa terlalu kelelahan.

1. Jangan lewatkan sahur dengan menu yang seimbang

ilustrasi sahur dengan nutrisi seimbang (pexels.com/Michael Burrows)
ilustrasi sahur dengan nutrisi seimbang (pexels.com/Michael Burrows)

Sahur merupakan sumber energi utama untuk menjalani aktivitas sepanjang hari saat berpuasa. Karena itu, jangan sampai melewatkan waktu sahur. Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal agar energi dilepaskan secara perlahan dan tubuh tidak cepat lemas saat bekerja.

"Kita perlu memasukkan karbohidrat karena karbohidrat menyediakan glukosa bagi tubuh, yang memberi energi pada otot dan organ kita, termasuk otak. Bahkan, karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh," kata ahli gizi Kerry Torrens dikutip dari laman Good Food.

Selain itu, lengkapi sahur dengan protein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe agar tubuh terasa lebih kenyang dan kuat lebih lama. Tambahkan juga sayur serta buah untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. Hindari makanan yang terlalu asin atau terlalu manis karena bisa membuat tubuh cepat haus dan energi mudah turun saat siang hari.

2. Atur ritme pekerjaan sejak pagi hari

ilustrasi bekerja sambil mendengarkan musik (pexels.com/Zen Chung)
ilustrasi bekerja sambil mendengarkan musik (pexels.com/Zen Chung)

Saat berpuasa, mengatur ritme pekerjaan sangat penting agar energi tidak cepat habis. Usahakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi pada pagi hari ketika tubuh masih segar dan pikiran masih fokus.

Dengan mengerjakan tugas yang lebih berat lebih awal, kamu bisa menghemat energi di siang hingga sore hari. Sementara itu, pekerjaan yang lebih ringan seperti membalas email, menyusun laporan sederhana, atau rapat santai bisa dilakukan saat energi mulai menurun. Cara ini membantu menjaga produktivitas tanpa membuat tubuh terlalu lelah.

3. Manfaatkan waktu istirahat dengan baik

ilustrasi bersantai (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi bersantai (pexels.com/RDNE Stock project)

Waktu istirahat di tempat kerja sangat penting untuk menjaga stamina selama puasa. Gunakan waktu ini untuk duduk santai, meregangkan tubuh, atau berjalan sebentar agar tubuh tidak terasa kaku setelah bekerja cukup lama.

Jika memungkinkan, kamu juga bisa memanfaatkan waktu istirahat untuk tidur singkat selama 10–20 menit. Tidur sebentar dapat membantu memulihkan energi dan membuat tubuh terasa lebih segar. Dengan begitu, kamu bisa kembali bekerja dengan fokus yang lebih baik hingga waktu pulang tiba.

4. Kurangi aktivitas yang terlalu menguras tenaga

ilustrasi kelelahan (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi kelelahan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Selama bulan Ramadan, ada baiknya kamu lebih bijak dalam mengatur aktivitas. Hindari kegiatan yang terlalu menguras tenaga saat bekerja, terutama jika tidak terlalu mendesak. Misalnya, mengangkat barang berat atau melakukan aktivitas fisik berlebihan yang bisa membuat tubuh cepat lelah.

Jika memungkinkan, cobalah untuk membagi pekerjaan dengan rekan kerja atau menyusun jadwal kerja yang lebih efisien. Dengan menghemat tenaga sepanjang hari, energi yang kamu miliki bisa digunakan secara lebih maksimal hingga waktu berbuka tiba.

5. Jaga pola tidur di malam hari

ilustrasi pola tidur yang optimal (pexels.com/Kampus Production)
ilustrasi pola tidur yang optimal (pexels.com/Kampus Production)

Salah satu penyebab tubuh mudah lelah saat puasa adalah kurang tidur. Banyak orang tidur terlalu larut karena berbagai aktivitas di malam hari, padahal harus bangun lebih awal untuk sahur. Jika hal ini terus terjadi, tubuh akan terasa lemas saat bekerja.

Karena itu, usahakan untuk mengatur waktu tidur dengan lebih baik selama Ramadan. Cobalah tidur lebih awal atau menyempatkan tidur setelah salat tarawih agar tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Dengan tidur yang berkualitas, energi tubuh akan lebih terjaga sehingga kamu bisa menjalani pekerjaan dengan lebih nyaman selama berpuasa.

"Tidur nyenyak membuat kamu jauh lebih mungkin merasa segar keesokan harinya, memungkinkan kamu untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih banyak energi, kewaspadaan, dan perhatian," jelas Jay Vera Summer dalam laman Sleep Foundation yang telah di-review secara medis oleh dokter spesialis kedokteran tidur Abhinav Singh, MD, MPH, FAASM.

"Sebaliknya, kurang tidur bisa membuat kamu merasa lesu atau bahkan menyebabkan kamu tertidur di siang hari. Rasa kantuk di siang hari bisa menyebabkan kinerja yang buruk di tempat kerja," tambahnya.

Cara mengatur energi saat kerja di bulan Ramadan sebenarnya bukan hal yang sulit jika dilakukan dengan kebiasaan yang tepat. Mulai dari menjaga pola makan saat sahur dan berbuka, mengatur waktu istirahat, hingga mengelola pekerjaan dengan lebih terencana dapat membantu tubuh tetap kuat sepanjang hari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us