Ramadan sering jadi momen yang campur aduk buat pekerja kantoran. Di satu sisi, kamu ingin fokus pada ibadah dan menjaga energi selama puasa. Di sisi lain, notifikasi email dari atasan atau klien bisa muncul kapan saja, bahkan saat berbuka atau sahur. Situasi ini bikin dilema antara profesionalisme dan kebutuhan untuk menjaga work boundary.
Apalagi ketika email itu berisi revisi mendadak dengan nada “urgent”. Rasanya bersalah kalau tidak langsung membalas, tapi badan juga sedang lelah dan waktu ibadah terasa terganggu. Kamu jadi bertanya-tanya bagaimana etika kerja bulan puasa yang tetap profesional tanpa mengorbankan diri sendiri. Yuk, simak lima cara menjawab email kerja di luar jam kerja selama Ramadan tanpa harus kehilangan batas sehatmu!
