ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Resume Genius)
Situasinya bisa menjadi lebih sulit ketika kandidat sudah mencoba mengalihkan pembicaraan, tetapi pewawancara tetap meminta jawaban. Dalam kondisi seperti ini, kandidat dapat meningkatkan ketegasan secara bertahap tanpa mengubahnya menjadi konflik. Nada suara yang tenang dan bahasa profesional tetap penting.
Kandidat dapat mengatakan, “Saya memahami pertanyaannya, tetapi saya memilih untuk tidak membahas informasi pribadi tersebut. Saya dengan senang hati menjelaskan pengalaman atau kemampuan saya yang berhubungan dengan posisi ini.” Jika pertanyaan masih berlanjut, kandidat juga dapat meminta klarifikasi mengenai kaitannya dengan pekerjaan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip International Labour Organization (ILO) bahwa pertanyaan interview sebaiknya mengidentifikasi keterampilan, pengalaman, dan kompetensi yang berhubungan dengan deskripsi pekerjaan. ILO juga menyarankan agar pewawancara dilatih menggunakan metode seleksi yang nondiskriminatif.
"Pewawancara hanya boleh mengajukan pertanyaan yang relevan untuk menilai kesesuaian pelamar dengan pekerjaan yang dimaksud. Pewawancara harus menyadari adanya bias pribadi dan tidak melakukan stereotip terhadap kandidat dengan membuat asumsi mengenai kemampuan mereka," demikian laporan panduan International Labour Organization (ILO).
"Pastikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat mengidentifikasi keterampilan, pengalaman, dan kompetensi pelamar yang relevan dengan deskripsi pekerjaan dan spesifikasi kandidat. Pertanyaan wawancara hanya boleh berkaitan dengan persyaratan pekerjaan. Fokuslah pada kemampuan, pengetahuan, pengalaman, dan kualifikasi pribadi yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut," tambahnya.
Pada akhirnya, menolak pertanyaan interview yang terlalu pribadi tidak harus dilakukan dengan nada keras atau konfrontatif. Gunakan kalimat yang sopan, batasi informasi yang ingin dibagikan, lalu arahkan percakapan kembali kepada kemampuan dan persyaratan pekerjaan.