“Orang-orang telah menggunakan terlalu banyak produk karena mencari solusi cepat untuk masalah kulit, dengan rutinitas rumit yang justru menimbulkan lebih banyak dampak buruk daripada manfaat,” ujar Marc Elrick.
Quiet Beauty, Tren Kecantikan yang Mengutamakan Kulit Sehat

- Quiet beauty menempatkan kesehatan kulit dan skin barrier sebagai prioritas jangka panjang, bukan mengejar hasil instan melalui rutinitas skincare yang rumit.
- Pendekatan ini menyederhanakan perawatan dengan fondasi pembersih, serum, pelembap, dan SPF, serta membatasi bahan aktif sesuai masalah kulit utama.
- Konsumen didorong memilih produk berkualitas berdasarkan kandungan terbukti dan kebutuhan kulit, bukan tren, kemasan, klaim pemasaran, atau rekomendasi influencer.
Tren kecantikan gak selalu harus ditandai dengan rutinitas panjang dan rak skincare yang penuh. Quiet beauty hadir dengan pendekatan sederhana yang mengutamakan manfaat, kualitas, dan kebutuhan kulit daripada tren.
Alih-alih mengejar hasil instan, quiet beauty memandang skincare sebagai investasi jangka panjang. Fokusnya adalah memilih kandungan yang terbukti bermanfaat dan menggunakan produk yang benar-benar dibutuhkan kulit. Jika kamu penasaran apa itu quiet beauty, berikut beberapa penjelasannya!
1. Mengutamakan kesehatan kulit, bukan hasil instan

ilustrasi menggunakan skincare (pexels.com/ronlach) Salah satu prinsip quiet beauty adalah gak mengejar perubahan kulit secara instan, tetapi fokus merawatnya secara bertahap. Tren ini mengutamakan perawatan yang mendukung hidrasi dan kesehatan skin barrier agar kulit tetap terawat dalam jangka panjang. Pendekatan tersebut juga menjadi respons terhadap kebiasaan menggunakan terlalu banyak produk demi mendapatkan hasil cepat.
Marc Elrick, pendiri Byoma, dikutip dari Glamour Magazine, menilai rutinitas skincare yang terlalu rumit justru dapat menimbulkan masalah baru. Menurutnya, banyak orang menggunakan terlalu banyak produk karena mencari solusi cepat, padahal kebiasaan tersebut bisa memberikan lebih banyak dampak buruk daripada manfaat.
2. Menyederhanakan rutinitas skincare

ilustrasi menggunakan skincare (pexels.com/shvetsproduction) Quiet beauty mengajak kita mengurangi tahapan skincare yang gak terlalu dibutuhkan. Dalam Glamour Magazine, pendekatan ini disebut sebagai bentuk lanjutan dari skinimalism dengan fokus pada produk yang benar-benar diperlukan. Tujuannya agar rutinitas lebih sederhana, efisien, dan mudah dijalani secara konsisten.
Dr. Emma Wedgeworth, seorang dermatolog, dikutip dari Glamour Magazine, menyebut pembersih wajah, serum, pelembap, dan SPF sebagai fondasi rutinitas skincare yang solid. Rutinitas tersebut tetap bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulit, tetapi gak berarti semua bahan aktif harus digunakan sekaligus.
“Namun, kamu hanya perlu memasukkan satu atau dua bahan aktif ke dalam rutinitas untuk mengatasi masalah utama kulitmu,” ujar Dr. Emma Wedgeworth.
3. Lebih selektif dalam memilih kandungan

ilustrasi seorang perempuan memotret dirinya dan skincare (pexels.com/karolinagrabowska) Dalam quiet beauty, konsumen gak hanya melihat kemasan atau popularitas produk, tetapi juga kandungan dan bukti manfaatnya. Dikutip dari The Modern Muse Magazine, tren ini mengutamakan bahan klasik yang telah teruji, seperti vitamin C. Karena itu, pilih produk dengan fungsi jelas, bukan sekadar kandungan yang sedang populer.
Bahan multifungsi juga dapat membantu menyederhanakan rutinitas skincare. Dr. Barbara Sturm, dokter estetika, mencontohkan niacinamide yang memiliki berbagai manfaat, termasuk membantu mengontrol minyak berlebih dan memperkuat skin barrier. Prinsip ini membuat quiet beauty lebih mengutamakan produk efektif daripada menambah banyak produk dengan fungsi serupa.
“Niacinamide gak hanya membantu mengontrol minyak berlebih pada kulit dan mengurangi tampilan pori-pori yang membesar, tetapi juga membantu menyamarkan garis-garis halus dan kerutan, meratakan warna kulit, mengembalikan kecerahan kulit, memperkuat skin barrier alami, serta memperbarui permukaan kulit sehingga mengurangi dampak kerusakan akibat faktor lingkungan,” ujar Dr. Barbara Sturm, dokter estetika, dikutip dari Glamour Magazine.
4. Menjaga skin barrier dan menghindari perawatan berlebihan

ilustrasi menggunakan skincare (pexels.com/koolshooters) Menjaga skin barrier menjadi bagian penting dalam pendekatan quiet beauty. Dikutip dari Glamour Magazine, penggunaan skincare secara berlebihan dan eksfoliasi terlalu sering dapat memicu lebih banyak masalah kulit. Karena itu, perawatan yang lebih lembut dan mendukung hidrasi kulit menjadi pilihan dalam tren ini.
Pendekatan tersebut juga mengajak kita gak terus menambah produk setiap kali muncul tren baru. Dengan rutinitas yang lebih terarah, penggunaan produk yang gak esensial bagi kulit bisa dikurangi. Jadi fokusnya bukan merawat kulit dengan sebanyak mungkin produk, tetapi memberikan apa yang memang dibutuhkan.
5. Membeli skincare berdasarkan kebutuhan, bukan tren

ilustrasi perempuan menggunakan skincare (pexels.com/mikhailnilov) Quiet beauty gak hanya mengubah cara merawat kulit, tetapi juga cara memilih produk. Dikutip dari The Modern Muse Magazine, skincare sebagai investasi sehingga konsumen dianjurkan memilih produk berkualitas dengan bahan yang sudah terbukti, bukan sekadar mengikuti klaim pemasaran atau rekomendasi influencer.
Pendekatan ini juga mendorong konsumsi yang lebih bijak dengan memperhatikan keberlanjutan dan menghindari kemasan berlebihan. Produk sederhana dengan kandungan efektif lebih sesuai dengan prinsip quiet beauty daripada produk dengan kemasan mewah atau klaim berlebihan. Karena itu, biasakan membaca label dan memahami kandungan sebelum membeli produk baru.
Quiet beauty mengajak kita merawat kulit dengan lebih sederhana, cermat, dan sesuai kebutuhan. Bukan soal memakai banyak produk, tetapi menjaga kesehatan kulit secara konsisten tanpa terjebak tren.




![[QUIZ] Pilih Cuaca Favorit, Ini Relationship Goal Kamu yang Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20260806/chuttersnap-tsgwbumanue-unsplash_7b36b1f1-aae6-45c7-b0ee-7aff03e34dd2.jpg)
![[QUIZ] Dari Momen Upin Ipin, Ini Stress Response Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260805/radqskrrj1km5pxnx88b7zx4h_3079d4e4-7bd6-4f83-91a4-1c5354f68dd2.jpg)















