Belakangan ini, istilah quiet quitting dan resign mendadak semakin sering dibicarakan, terutama di media sosial dan dunia kerja. Keduanya sama-sama berkaitan dengan kejenuhan terhadap pekerjaan, tetapi sebenarnya memiliki arti dan bentuk yang berbeda. Tidak sedikit orang yang menganggap quiet quitting sama dengan menyerah terhadap pekerjaan, padahal konsepnya tidak selalu seperti itu.
Di sisi lain, resign mendadak juga semakin banyak dilakukan oleh pekerja yang merasa sudah terlalu lelah secara mental maupun fisik. Meski sama-sama muncul akibat tekanan kerja, quiet quitting dan resign mendadak memiliki perbedaan dari segi sikap, tujuan, hingga dampaknya terhadap kehidupan profesional seseorang. Berikut beberapa perbedaan di antara keduanya.
