Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Decluttering Rumah: Cara Sederhana Mengurangi Stres dan Pengeluaran

Decluttering Rumah: Cara Sederhana Mengurangi Stres dan Pengeluaran
ilustrasi memilah barang (pexels.com/Blue Bird)
Share Article

Rumah yang dipenuhi barang sering kali membuat seseorang merasa tidak nyaman tanpa disadari. Tumpukan pakaian yang jarang dipakai, peralatan yang sudah rusak, hingga berbagai barang yang dibeli karena impulsif dapat membuat ruangan terasa sempit dan berantakan. Kondisi ini bukan hanya memengaruhi tampilan rumah, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental dan kebiasaan mengelola keuangan.

Salah satu cara sederhana untuk mengatasinya adalah dengan melakukan decluttering, yaitu memilah dan mengurangi barang yang sudah tidak digunakan. Lingkungan yang tertata pun bisa membuatmu lebih baik dan mengurangi stres.

1. Rumah yang lebih rapi membantu mengurangi stres

ilustrasi memilah barang-barang yang masih layak atau tidak layak pasca banjir (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi memilah barang-barang yang masih layak atau tidak layak pasca banjir (pexels.com/cottonbro studio)

Manfaat pertama dari decluttering adalah menciptakan lingkungan yang lebih nyaman untuk ditinggali. Ketika barang-barang yang tidak diperlukan disingkirkan, rumah terasa lebih lapang dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah dilakukan. Seseorang juga tidak perlu menghabiskan banyak waktu mencari barang yang terselip di antara tumpukan benda lain.

"Saat decluttering, fokus pada menyingkirkan barang-barang yang tidak lagi berharga bagimu. Pegang barang tersebut secara fisik dan bertanya pada diri sendiri apakah barang itu 'memberikan kegembiraan' dan membuangnya jika tidak (setelah mengucapkan terima kasih atas jasanya)," saran Marie Kondo konsultan kebersihan asal Jepang dikutip dari Veranda.

Dengan rumah yang lebih tertata, pikiran menjadi lebih fokus dan rasa lelah akibat melihat tumpukan barang pun berkurang. Tidak heran jika banyak orang merasa lebih rileks setelah menyelesaikan proses decluttering, meskipun hanya dimulai dari satu ruangan atau satu lemari.

2. Decluttering membantu mengurangi kebiasaan belanja impulsif

ilustrasi memilah barang (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi memilah barang (pexels.com/RDNE Stock project)

Ketika seseorang mengetahui berapa banyak barang yang sebenarnya tidak digunakan, ia cenderung menjadi lebih berhati-hati sebelum membeli sesuatu. Proses memilah barang membuat seseorang sadar bahwa banyak pembelian di masa lalu ternyata hanya didorong oleh keinginan sesaat.

“Pertanyaan tentang apa yang ingin kamu miliki sebenarnya adalah pertanyaan tentang bagaimana kamu ingin menjalani hidup,” salah satu kutipan terkenal Marie Kondo sekaligus penulis "The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing" dalam Goodreads.

Ketika kebiasaan membeli barang mulai berkurang, pengeluaran bulanan pun menjadi lebih terkendali. Uang yang sebelumnya digunakan untuk membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan dapat dialihkan untuk tabungan, dana darurat, atau investasi.

3. Lebih mudah mengelola keuangan karena tahu apa yang sudah dimiliki

Ilustrasi memilah barang (pexels.com/SHVETS production)
Ilustrasi memilah barang (pexels.com/SHVETS production)

Salah satu manfaat decluttering yang sering tidak disadari adalah membantu seseorang mengenali barang-barang yang sudah dimiliki. Banyak orang membeli barang baru hanya karena lupa masih memiliki barang serupa di rumah.

Setelah proses memilah dan menata ulang selesai, semua barang menjadi lebih mudah ditemukan sehingga risiko membeli barang yang sama dapat dikurangi. Mengetahui apa yang sudah dimiliki juga membuat seseorang lebih bijak sebelum berbelanja.

4. Lingkungan yang rapi meningkatkan fokus dan produktivitas

illustrasi memilah barang (pexels.com/Vitaly Gariev)
illustrasi memilah barang (pexels.com/Vitaly Gariev)

Rumah yang penuh dengan barang dapat mengalihkan perhatian dan membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi. Sebaliknya, ruangan yang bersih dan tertata membantu otak memproses informasi dengan lebih baik sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman.

Dengan lingkungan yang lebih sederhana dan tertata, seseorang dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efisien. Produktivitas yang meningkat juga mengurangi kebutuhan membeli berbagai alat atau perlengkapan tambahan karena semua barang yang diperlukan sudah tersusun dengan baik dan mudah dijangkau.

"Membiarkan pikiran kita sedikit mengembara saat kita merapikan kekacauan dapat membantu kita rileks secara mental sementara tubuh kita tetap aktif. Ketika ruangmu sudah rapi, jauh lebih mudah untuk mendapatkan fokus yang lebih tajam karena apa yang kamu lihat berada di tempat tertentu," kata Emma Parkhurst, asisten profesor ekstensi dikutip dari Utah State University.

5. Decluttering mengajarkan hidup secara lebih sadar dan bersyukur

ilustrasi memilah barang yang akan disumbangkan (Pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi memilah barang yang akan disumbangkan (Pexels.com/cottonbro studio)

Pada akhirnya, decluttering bukan hanya tentang membuang barang yang tidak diperlukan, tetapi juga mengubah cara pandang terhadap kepemilikan. Proses ini mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari memiliki lebih banyak barang. Sebaliknya, hidup terasa lebih ringan ketika hanya menyimpan barang yang benar-benar memberikan manfaat atau memiliki nilai emosional.

Minimalisme bukan sekadar memiliki lebih sedikit barang, tetapi memberi ruang bagi hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup. Ketika rumah menjadi tempat yang mendukung kenyamanan, seseorang cenderung lebih tenang, lebih bersyukur, dan tidak mudah terdorong untuk mencari kepuasan melalui belanja berlebihan.

Decluttering rumah merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat jauh lebih besar daripada sekadar menciptakan ruangan yang rapi. Dengan mengurangi barang yang tidak diperlukan, seseorang dapat menurunkan tingkat stres, meningkatkan fokus, menghemat pengeluaran, serta membangun kebiasaan hidup yang lebih sadar dan teratur.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

Decluttering Rumah: Cara Sederhana Mengurangi Stres dan Pengeluaran

01 Jul 2026, 09:00 WIBLife