Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Gaji Bisa Memengaruhi Cara Seseorang Melihat Dirinya?
ilustrasi slip gaji (vecteezy.com/nuttawan jayawan)
  • Pekerjaan dan gaji kerap membentuk identitas serta rasa pengakuan diri; promosi atau penurunan posisi dapat terasa personal, bukan sekadar perubahan ekonomi.
  • Penghasilan memengaruhi standar hidup, perbandingan dengan orang lain, dan penilaian atas posisi karier, terutama saat target ideal terus berkembang.
  • Besaran maupun perubahan gaji menentukan ruang gerak mengambil keputusan dan dapat mengubah penilaian seseorang terhadap kemampuan, pencapaian, serta dirinya sendiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap akhir atau awal bulan, melihat nominal di rekening tabungan sendiri membuat sebagian orang merasa campur aduk. Ada saat ketika angka tersebut terasa memuaskan, tetapi ada pula waktu ketika jumlah yang diterima justru membuat seseorang merasa kurang puas dengan pencapaiannya.

Perasaan itu bisa muncul meskipun kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi dan pekerjaan berjalan seperti biasa. Tentu ada beberapa orang yang bertanya-tanya mengapa gaji bisa memengaruhi cara seseorang melihat dirinya. Jika hal tersebut telah lama menjadi misteri dalam benakmu, penjelasan di bawah ini setidaknya bisa menjawabnya.

1. Pekerjaan dan gaji bisa ikut membentuk identitas seseorang

ilustrasi guru (pexels.com/Max Fischer)

Bagi banyak orang, pekerjaan bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan uang setiap bulan. Pekerjaan juga menjadi bagian dari cara seseorang memperkenalkan diri, misalnya ketika menyebut profesi saat bertemu orang baru atau ketika menjelaskan kesibukan kepada keluarga. Penghasilan kemudian ikut masuk ke dalam gambaran tersebut karena gaji sering menjadi salah satu tanda tentang posisi seseorang dalam pekerjaannya.

Hal ini dapat terlihat ketika seseorang merasa sangat bangga setelah mendapat jabatan baru atau kenaikan gaji, bukan hanya karena uang yang bertambah, tetapi juga karena perubahan tersebut terasa seperti pengakuan atas kemampuan dirinya. Sebaliknya, seseorang bisa merasa tidak nyaman ketika harus menjelaskan pekerjaan atau penghasilannya setelah mengalami penurunan posisi. Perasaan tersebut muncul karena pekerjaan sudah terlanjur menjadi bagian dari gambaran tentang siapa dirinya, sehingga perubahan dalam pekerjaan dapat terasa lebih pribadi daripada sekadar perubahan kondisi ekonomi.

2. Gaji dapat mengubah standar tentang kehidupan yang dianggap berhasil

ilustrasi standar sukses (pexels.com/Florian Doppler)

Ketika penghasilan bertambah, standar kehidupan seseorang sering ikut bergerak. Dulu, memiliki tempat tinggal sendiri mungkin sudah dianggap sebagai pencapaian besar, tetapi setelah penghasilan meningkat, target berikutnya bisa berubah menjadi membeli rumah di lokasi tertentu, memiliki kendaraan, bepergian lebih sering, atau menyisihkan uang dalam jumlah tertentu. Pada titik tertentu, seseorang dapat merasa belum mencapai sesuatu meskipun kondisi hidupnya sebenarnya sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.

Sebaliknya, ketika gaji tidak mengalami kenaikan dalam waktu lama, standar pribadi juga dapat menjadi sumber rasa tidak puas. Bukan berarti kebutuhan seseorang otomatis bertambah, tetapi gambaran tentang kehidupan ideal dapat terus berkembang seiring bertambahnya usia, pengalaman, dan lingkungan tempat bekerja. Penghasilan kemudian tidak hanya dilihat dari kemampuan membayar kebutuhan, tetapi juga dari jarak antara kehidupan saat ini dengan kehidupan yang dianggap seharusnya sudah tercapai.

3. Perbedaan penghasilan bisa membuat seseorang menilai posisi dirinya

ilustrasi gaji (pexels.com/Ahsanjaya)

Gaji mulai terasa lebih personal ketika seseorang mengetahui penghasilan orang lain. Teman yang dulu memiliki kondisi ekonomi serupa mungkin mendapat kenaikan jabatan lebih cepat, rekan kerja baru bisa menerima bayaran lebih tinggi, atau orang seusia sudah memiliki aset tertentu. Perbandingan seperti ini dapat membuat seseorang menilai kembali posisinya, bukan hanya berdasarkan kebutuhan pribadi, tetapi juga berdasarkan tempat dirinya di antara orang lain.

Situasi tersebut tidak selalu membuat seseorang iri atau merasa rendah diri. Ada pula orang yang menjadikan penghasilan orang lain sebagai patokan untuk mengevaluasi karier, mencari pekerjaan baru, atau menentukan target pendapatan berikutnya. Masalah dapat muncul ketika angka milik orang lain dipakai tanpa mempertimbangkan perbedaan pengalaman, bidang pekerjaan, kondisi keluarga, lokasi, atau kesempatan yang dimiliki masing-masing orang.

4. Penghasilan menentukan seberapa bebas seseorang mengambil keputusan

ilustrasi mengambil keputusan (pexels.com/Vitaly Gariev)

Jumlah gaji juga berpengaruh pada pilihan yang tersedia dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dengan penghasilan cukup mungkin lebih leluasa memilih tempat tinggal, mengambil cuti, mengikuti pendidikan tambahan, membantu keluarga, atau meninggalkan pekerjaan yang tidak lagi cocok. Sebaliknya, orang dengan penghasilan terbatas mungkin harus mempertahankan pekerjaan tertentu meskipun sudah tidak merasa nyaman karena kehilangan pemasukan akan langsung memengaruhi kebutuhan penting. Dalam kondisi seperti ini, gaji tidak hanya menentukan barang atau layanan yang bisa dibeli, tetapi juga ikut menentukan ruang gerak seseorang untuk mengambil keputusan.

Rasa bebas tersebut dapat memengaruhi cara seseorang melihat kemampuan dirinya. Ketika mampu membiayai kebutuhan sendiri, seseorang mungkin merasa lebih sanggup menghadapi keputusan besar tanpa harus meminta bantuan orang lain. Namun, ketika kondisi keuangan membuat banyak pilihan harus ditunda, seseorang dapat menganggap dirinya tidak berkembang, padahal persoalannya belum tentu karena faktor tersebut. Ada kalanya kesempatan yang terbatas memang membuat seseorang belum bisa mengambil pilihan tertentu pada waktu yang diinginkan.

5. Perubahan gaji bisa mengubah cara seseorang mengenali dirinya

ilustrasi gaji (unsplash.com/Viacheslav Bublyk)

Kenaikan atau penurunan penghasilan dapat membawa perubahan pada cara seseorang melihat dirinya. Karena perubahan tersebut sering terjadi bersamaan dengan peristiwa penting dalam pekerjaan. Promosi, pindah perusahaan, kehilangan pekerjaan, perubahan bidang, atau menerima tanggung jawab baru dapat membuat seseorang menilai kembali kemampuan dan posisinya.

Perubahan itu juga tidak selalu berjalan ke arah yang sama bagi setiap orang. Ada seseorang yang merasa lebih bangga setelah mendapat gaji tinggi, sementara orang lain justru merasa terbebani karena harus mempertahankan standar hidup atau posisi baru tersebut. Begitu pula ketika penghasilan turun, sebagian orang dapat menganggapnya sebagai persoalan pekerjaan yang sedang berubah, sedangkan sebagian lain mulai mempertanyakan kemampuan dirinya.

Memang benar gaji bisa memengaruhi cara seseorang melihat dirinya, apalagi ketika pekerjaan menjadi bagian besar dari kehidupan. Pengalaman setiap orang tentu berbeda, termasuk soal arti sebuah kenaikan atau penurunan penghasilan. Kalau kamu, pernahkah kamu merasa cara melihat diri sendiri ikut berubah setelah gaji berubah?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article