Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Kita Merasa Capek Padahal Seharian Hanya di Depan Laptop?

Mengapa Kita Merasa Capek Padahal Seharian Hanya di Depan Laptop?
ilustrasi lelah setelah bekerja di depan laptop (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Kelelahan setelah bekerja di depan laptop dapat muncul karena otak terus memproses informasi, mempertahankan fokus, dan membuat banyak keputusan kecil sepanjang hari.

  • Paparan layar berjam-jam bisa memicu mata kering, pandangan kabur, sakit kepala, serta ketegangan leher dan bahu, yang membuat otak bekerja lebih keras.

  • Duduk terlalu lama dan stres dari notifikasi, rapat, serta tenggat waktu dapat menguras energi; jeda mata, peregangan, hidrasi, dan mengurangi multitasking membantu meredakannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah gak, kamu menutup laptop di penghujung hari lalu merasa tubuh benar-benar lelah, padahal seharian hampir tidak banyak bergerak? Rasanya seperti habis melakukan aktivitas berat, meski kenyataannya kamu hanya duduk menghadiri rapat daring, mengerjakan tugas, membalas email, atau berpindah dari satu tab ke tab lainnya.

Kalau pernah mengalaminya, tenang, kamu tidak sendirian. Rasa lelah setelah berjam-jam menatap layar bukan sekadar perasaan, melainkan kondisi yang memang bisa dijelaskan secara ilmiah. Bukan hanya otot yang bisa kelelahan, otak pun dapat mengalami kelelahan akibat terus-menerus memproses informasi dan mengambil keputusan. Lalu, apa sebenarnya yang membuat tubuh terasa "habis tenaga" meski aktivitas fisik sangat minim? Berikut penjelasannya!

  1. 1. Otak bekerja lebih keras daripada yang kita sadari

    ilustrasi lelah karena otak bekerja keras
    ilustrasi lelah karena otak bekerja keras (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Dilansir laman Desk Rest, saat bekerja di depan laptop, otak sebenarnya tidak pernah benar-benar diam. Membaca dokumen, memahami informasi, membalas pesan, berpindah aplikasi, hingga mengingat tenggat waktu membuat otak terus memproses berbagai hal sekaligus.

    Semakin lama otak mempertahankan fokus, semakin besar energi mental yang digunakan. Kondisi ini dikenal sebagai mental fatigue atau lelah mental. Berbeda dengan kelelahan fisik, kelelahan mental membuat seseorang merasa sulit berkonsentrasi, mudah melakukan kesalahan, kehilangan motivasi, hingga merasa sangat lelah meski tubuh tidak banyak bergerak.

  2. 2. Terlalu banyak mengambil keputusan juga menguras energi

    ilustrasi terlalu banyak mengambil keputusan
    ilustrasi terlalu banyak mengambil keputusan (pexels.com/www.kaboompics.com)

    Tanpa disadari, setiap hari kita membuat ratusan keputusan kecil. Mulai dari menentukan tugas mana yang dikerjakan lebih dulu, memilih kata yang tepat untuk membalas email, hingga memutuskan apakah akan mengikuti rapat atau menyelesaikan pekerjaan lain terlebih dahulu.

    Dilansir laman Taylor's University, semakin banyak keputusan yang harus dibuat, semakin besar pula energi mental yang dikeluarkan. Fenomena ini dikenal sebagai decision fatigue. Akibatnya, menjelang sore atau malam hari kita sering merasa sulit berpikir jernih, lebih mudah menunda pekerjaan, bahkan kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas sederhana.

  3. 3. Menatap layar terlalu lama membuat mata dan otak cepat lelah

    ilustrasi menatap layar terlalu lama
    ilustrasi menatap layar terlalu lama (pexels.com/Gustavo Fring)

    Bekerja di depan laptop selama berjam-jam membuat mata terus fokus pada layar dengan jarak yang sama. Selain itu, frekuensi berkedip juga cenderung menurun sehingga mata menjadi lebih kering.

    Dilansir laman American Optometric Association, kondisi ini dikenal sebagai digital eye strain atau kelelahan mata digital. Gejalanya meliputi mata pegal, pandangan kabur, sakit kepala, hingga leher dan bahu terasa kaku. Ketika mata mulai lelah, otak juga harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus, sehingga rasa lelah pun semakin terasa.

  4. 4. Duduk terlalu lama ternyata juga menguras energi

    ilustrasi duduk terlalu lama
    ilustrasi duduk terlalu lama (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Dilansir laman The Cut, sekilas terdengar aneh, tetapi terlalu lama duduk justru bisa membuat tubuh terasa semakin lemas. Saat tubuh jarang bergerak, aliran darah menjadi kurang optimal, otot-otot menjadi kaku, dan metabolisme tubuh melambat.

    Akibatnya, pasokan oksigen ke otak dan jaringan tubuh tidak seefisien ketika kita sesekali berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan. Tidak heran jika setelah duduk berjam-jam, tubuh justru terasa berat dan sulit kembali berenergi.

  5. 5. Stres kecil yang terus menumpuk ikut membuat tubuh kehabisan tenaga

    ilustrasi lelah bekerja karena stres kecil
    ilustrasi lelah bekerja karena stres kecil (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Melansir National Institute of Health, bukan hanya pekerjaan yang banyak, notifikasi yang terus bermunculan, rapat yang saling berdekatan, atau rasa khawatir terhadap tenggat waktu juga menjadi sumber stres harian.

    Meski terlihat sepele, stres ringan yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh. Jika terjadi dalam waktu lama, kondisi ini membuat tubuh selalu berada dalam keadaan siaga sehingga energi lebih cepat terkuras. Alhasil, meski pekerjaan sudah selesai, rasa lelah masih tetap bertahan.

  6. 6. Cara mengurangi rasa lelah saat bekerja di depan laptop?

    ilustrasi mengurangi rasa lelah
    ilustrasi mengurangi rasa lelah (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Rasa lelah memang tidak selalu bisa dihindari, tetapi ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu menguranginya. Cobalah menerapkan aturan 20-20-20, yaitu mengalihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik setiap 20 menit untuk membantu mengurangi ketegangan mata.

    Selain itu, jangan lupa berdiri atau berjalan ringan setiap 30–60 menit, minum air yang cukup, mengurangi kebiasaan multitasking, serta memberi jeda singkat bagi otak sebelum berpindah ke pekerjaan berikutnya. Istirahat sejenak bukan berarti tidak produktif, justru membantu otak bekerja lebih optimal.

    Ternyata, rasa capek setelah seharian duduk di depan laptop bukan berarti tubuhmu "malas" atau kurang bugar. Di balik aktivitas yang terlihat sederhana, otak, mata, dan tubuh sebenarnya terus bekerja tanpa henti. Jadi, kalau setelah menutup laptop kamu merasa kelelahan, itu adalah respons yang wajar. Sesekali, jangan lupa memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat agar esok hari bisa kembali bekerja dengan lebih segar dan fokus.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More