Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

HYAS Mengajak Kembali Mengenal Sejarah Makeup Indonesia

HYAS Mengajak Kembali Mengenal Sejarah Makeup Indonesia
Opening Exhibition Night of HYAS bertajuk "Makeup Through the Ages" yang diselenggarakan di SPAC8 at ASHTA District 8, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/9/2026) (IDN Time/Fadila N. Aziziyah)
  • Pameran HYAS “Makeup Through the Ages” di Jakarta mengangkat arsip, artefak, dan cerita untuk membangun kembali memori kolektif tentang sejarah makeup Indonesia yang belum terdokumentasi sepenuhnya.
  • HYAS menampilkan evolusi makeup Indonesia lintas dekade, dari tren bibir merah pada 1940-an hingga rainbow eyes dan blush tegas pada 1980-an, yang mencerminkan karakter perjalanan kecantikan lokal.
  • Pameran ini menyoroti pengaruh alam dan budaya lokal, seperti paes, serta mengajak publik memahami identitas dan kebijaksanaan perempuan Indonesia; terbuka 3–6 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Seiring berjalannya waktu, makeup mengalami evolusi yang cukup signifikan. Beragam tren mulai bermunculan, mulai dari gaya bold, clean, hingga dewy makeup yang banyak mendapat pengaruh dari tren kecantikan global. Di tengah perkembangan tersebut, penting untuk kembali mengenal bagaimana makeup berkembang di Indonesia dan bagaimana budaya lokal turut membentuk karakter kecantikan masyarakat.

Hal inilah yang coba diangkat melalui Opening Exhibition Night of HYAS bertajuk "Makeup Through the Ages" yang diselenggarakan di SPAC8 at ASHTA District 8, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/9/2026). Bersama Sissy Sosro, (Pendiri sekaligus Ko-kurator HYAS), Alysha Nila (Kurator, Peneliti Utama, sekaligus Penulis HYAS), Abraham Dewanggana (Creative Director yang berbasis di Jakarta), serta Ein Halid (Direktur Kemitraan Strategis), pameran ini mengajak masyarakat kembali melihat perjalanan makeup di Indonesia melalui arsip, artefak, dan berbagai cerita yang menyertainya.

Melalui pameran ini, HYAS ingin memperkenalkan kembali sejarah makeup Indonesia yang mungkin mulai terlupakan sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan kecantikan di Indonesia memiliki perjalanan yang panjang dan erat kaitannya dengan budaya. Berikut penjelasan lengkapnya!

  1. 1. Ingin membangun memori kolektif

    Opening Exhibition Night of HYAS bertajuk "Makeup Through the Ages" yang diselenggarakan di SPAC8 at ASHTA District 8, Jakarta Selatan
    Opening Exhibition Night of HYAS bertajuk "Makeup Through the Ages" yang diselenggarakan di SPAC8 at ASHTA District 8, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/9/2026) (IDN Time/Fadila N. Aziziyah)

    Tidak banyak orang yang menyadari bahwa Indonesia memiliki sejarah dan karakteristik makeup yang cukup beragam. Perkembangan makeup yang saat ini banyak mengikuti tren global, terkadang membuat masyarakat lebih familier dengan gaya kecantikan dari negara lain dibandingkan dengan sejarah makeup yang berkembang di Indonesia.

    Sebagai sosok yang berkecimpung di dunia kecantikan dan fashion, Sissy dan Alysha melihat pentingnya mengenal kembali perjalanan tersebut. Keduanya ingin menghadirkan ruang yang dapat membantu masyarakat mengingat bagaimana makeup telah berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak masa lalu.

    Pameran HYAS pun hadir untuk membangun kembali memori kolektif mengenai sejarah kecantikan di Indonesia. Upaya tersebut menjadi semakin penting karena tidak semua perjalanan sejarah tercatat dan terdokumentasikan dengan baik.

    "Kita perlu memiliki memori kolektif yang membahas mengenai perkembangan makeup di Indonesia. Ini membantu kita mengenal lebih dalam bagaimana peran makeup dari masa ke masa. Namun, banyak catatan sejarah yang hilang dan membuat kita semua terbatas untuk mencari tahu. Oleh karena itu, kami menghadirkan pameran ini," ungkap Alysha.

  2. 2. Mengenalkan evolusi tren makeup dari masa ke masa

    Opening Exhibition Night of HYAS bertajuk "Makeup Through the Ages" yang diselenggarakan di SPAC8 at ASHTA District 8, Jakarta Selatan
    Opening Exhibition Night of HYAS bertajuk "Makeup Through the Ages" yang diselenggarakan di SPAC8 at ASHTA District 8, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/9/2026) (IDN Time/Fadila N. Aziziyah)

    Makeup di Indonesia juga mengalami perubahan dari satu masa ke masa lainnya. Melalui HYAS, Alysha menjelaskan bahwa setiap dekade memiliki karakteristik makeup yang berbeda, sehingga perkembangan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kecantikan di Indonesia.

    Pada tahun 1940-an, misalnya, tren makeup banyak dikenal dengan penggunaan red lips. Sementara itu, memasuki tahun 1980-an, gaya makeup berkembang semakin beragam dengan eksplorasi warna, seperti rainbow eyes dan blush yang lebih terlihat.

    "Kita perlu mengetahui bahwa Indonesia mengalami evolusi makeup dari masa ke masa yang akhirnya menciptakan perubahan. Mulai dari tren bibir merah di tahun 40-an hingga tren rainbow eyes color dan blush di tahun 80-an. Ini yang perlu diketahui oleh kita semua," jelas Alysha.

    Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa tren makeup yang hadir saat ini juga memiliki keterkaitan dengan perjalanan kecantikan di masa lalu. Dengan mengenali evolusi tersebut, masyarakat dapat melihat bahwa makeup Indonesia tidak hanya berkembang karena pengaruh dari luar, tetapi punya perjalanan dan karakteristiknya sendiri.

  3. 3. Inspirasi makeup yang hadir dari alam dan budaya lokal

    Opening Exhibition Night of HYAS bertajuk "Makeup Through the Ages" yang diselenggarakan di SPAC8 at ASHTA District 8, Jakarta Selatan
    Opening Exhibition Night of HYAS bertajuk "Makeup Through the Ages" yang diselenggarakan di SPAC8 at ASHTA District 8, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/9/2026) (IDN Time/Fadila N. Aziziyah)

    Sebelum informasi mengenai tren kecantikan dari berbagai negara mudah diakses seperti saat ini, makeup di Indonesia banyak dipengaruhi oleh lingkungan, alam, dan budaya lokal. Keterbatasan akses terhadap informasi dari luar membuat masyarakat pada masa itu lebih banyak mengambil inspirasi dari hal-hal yang berada di sekitar mereka.

    Salah satu contohnya dapat dilihat dari paes yang hingga kini masih dikenal sebagai bagian dari tata rias tradisional dalam acara pernikahan. Riasan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari penampilan, tetapi juga menunjukkan bagaimana lingkungan dan budaya lokal dapat menjadi sumber inspirasi dalam perkembangan makeup Indonesia.

    "Makeup di masa lalu sangat dipengaruhi oleh budaya lokal. Mereka hanya bisa melihat dari budaya yang ada di sekitar dan juga dari alam. Sebab itu, ada yang namanya paes. Gaya makeup tersebut mengambil inspirasi dari sekitar mereka," tambah Alysha.

  4. 4. Menggali kembali kebijaksanaan perempuan Indonesia

    Opening Exhibition Night of HYAS bertajuk "Makeup Through the Ages" yang diselenggarakan di SPAC8 at ASHTA District 8, Jakarta Selatan
    Opening Exhibition Night of HYAS bertajuk "Makeup Through the Ages" yang diselenggarakan di SPAC8 at ASHTA District 8, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/9/2026) (IDN Time/Fadila N. Aziziyah)

    Pameran dan penelitian mengenai sejarah kecantikan tidak hanya berbicara mengenai estetika. Lebih dari itu, HYAS ingin mengajak masyarakat untuk kembali menggali kebijaksanaan dan jati diri perempuan Indonesia yang tercermin melalui perjalanan kecantikan dari masa lalu. Mengenal kembali sejarah sendiri menjadi salah satu cara untuk memahami identitas kecantikan Indonesia.

    "Kita perlu kembali mempelajari dan memahami sejarah dan hikmah dari wanita Indonesia terdahulu. Memeluk kecantikan alami dari warna kulit dan identitas diri. Karena saat ini, kita banyak melupakan sejarah milik sendiri dan melihat sejarah di tempat lain," pungkas Sissy.

    Sissy dan Alysha ingin mengajak masyarakat untuk kembali melihat budaya lokal sebagai salah satu sumber inspirasi dalam perkembangan makeup masa kini. Sebab, makeup pada masa lalu tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari penampilan, tetapi juga menjadi representasi identitas dan budaya masyarakat Indonesia.

    Pameran HYAS: Makeup Through the Ages pun hadir bukan sekadar untuk menampilkan perkembangan estetika kecantikan. Melalui arsip, artefak, dan berbagai cerita dari masa lalu, pameran ini mengajak masyarakat melihat kembali perjalanan makeup di Indonesia serta memahami bagaimana sejarah tersebut turut membentuk kecantikan yang dikenal saat ini. Pameran ini terbuka untuk publik mulai 3 hingga 6 September 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More