Ilustrasi bekerja (unsplash.com/Photo by Aleh Tsikhanau)
Tidak ada jawaban yang benar untuk semua orang. Seseorang yang sedang mengejar target finansial, mungkin lebih memilih gaji besar meskipun harus menghadapi tekanan tinggi. Sebaliknya, mereka yang mengutamakan kesehatan mental atau memiliki tanggung jawab keluarga, mungkin lebih nyaman memilih pekerjaan dengan fleksibilitas lebih besar.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa manfaat WFH tidak selalu sama bagi setiap orang. Dalam jangka pendek, fleksibilitas kerja dari rumah dapat meningkatkan kepuasan kerja. Namun dalam jangka panjang, sebagian pekerja juga berisiko mengalami kesepian atau berkurangnya interaksi sosial jika tidak mampu menjaga keseimbangan.
"Regresi studi peristiwa mengungkapkan bahwa bekerja dari rumah secara permanen meningkatkan kepuasan terhadap fleksibilitas, tetapi meningkatkan kesepian dalam jangka panjang," tulis laporan Sage Journals berjudul "Time will tell: Working from home and job satisfaction over time".
Karena itu, keputusan terbaik bukan sekadar memilih gaji terbesar atau pekerjaan paling santai. Yang terpenting adalah menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan finansial, kondisi mental, tujuan karier, dan gaya hidup yang ingin dijalani.
Perdebatan antara gaji kecil tetapi WFH dan gaji besar tetapi burnout sebenarnya tidak memiliki jawaban mutlak. Keduanya menawarkan keuntungan dan konsekuensi yang berbeda. Karena itu, sebelum memilih salah satu jalan, penting untuk bertanya pada diri sendiri: apa yang paling kamu butuhkan saat ini, uang yang lebih banyak atau hidup yang lebih seimbang?