Lisa Qonita, Senior Vice President People and Culture PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk saat menjadi pembicara di Indonesia Summit 2026, Rabu (17/6/2026) (Dok. IDN Times)
Bagi Indosat, transformasi AI tidak hanya berbicara soal teknologi, tetapi juga membangun budaya yang mendorong setiap orang untuk terus berinovasi.
Oleh karena itu, pemanfaatan AI telah menjadi bagian dari indikator kinerja utama (KPI) yang bersifat mandatory bagi seluruh talent, mulai dari level CEO hingga lini paling bawah.
Tak hanya mendorong pemanfaatan platform AI generatif, Indosat juga mengajak para talent untuk mengembangkan agentic AI, yaitu menciptakan solusi berbasis AI yang dapat menjawab berbagai tantangan sehari-hari di lingkungan kerja.
Lisa Qonita, Senior Vice President People and Culture PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk saat menjadi pembicara di Indonesia Summit 2026, Rabu (17/6/2026) (Dok. IDN Times)
Untuk mendukung hal tersebut, perusahaan menghadirkan pelatihan sesuai tingkat kemahiran sekaligus menciptakan ruang yang aman bagi seluruh talent untuk bereksperimen, termasuk para anak magang.
Dari ekosistem tersebut, lahirlah berbagai inovasi yang dikembangkan secara kolektif, mulai dari alat untuk memprediksi dan menjaga loyalitas pelanggan, mempercepat proses penjualan dan keuangan, hingga chatbot HR yang memudahkan para talent untuk mendapatkan informasi secara mandiri. Menurut Lisa, hal inilah yang pada akhirnya membentuk budaya perusahaan.
“Kalau mereka sudah dibiasakan untuk membuat sesuatu, create sesuatu, kebiasaan yang dilakukan bersama-sama secara kolektif akhirnya menjadi culture. Itulah yang kami bangun melalui people and culture di Indosat,” kata Lisa.