“Anggap saja penumpukan sel mati seperti debu. Tentu, debu tidak akan hilang, kecuali kamu membersihkannya,” ungkap Gohara, dilansir Allure.
Kulit Terasa Kusam Saat Cuaca Panas? Penyebabnya Gak Cuma Matahari!

- Kulit kusam saat cuaca panas tidak hanya dipicu sinar UV, tetapi juga penumpukan sel kulit mati akibat debu, kotoran, keringat, dan sebum.
- Dehidrasi membuat kulit kehilangan kekenyalan serta kilau alami, sehingga tampak lebih kasar dan kusam saat suhu udara meningkat.
- Polusi dan stres dapat memperburuk kekusaman: radikal bebas merusak kolagen, sementara kortisol tinggi melemahkan skin barrier dan memperlambat regenerasi sel.
Kondisi kulit wajah yang berubah menjadi kusam saat cuaca panas merupakan masalah kulit umum yang dapat dialami oleh siapa saja. Apalagi, sinar matahari yang menyengat bisa berpotensi menurunkan kesehatan kulit.
Namun, kulit kusam tidak hanya terjadi akibat paparan sinar UV matahari, melainkan juga faktor-faktor lain seperti rutinitas skincare yang kurang tepat hingga gaya hidup yang tidak sehat. Nah, berikut ini IDN Times telah merangkum empat penyebab kulit kusam saat cuaca panas selain sinar matahari.
1. Penumpukan sel kulit mati

Dikutip dari laman Skincare, salah satu penyebab kulit menjadi kusam saat cuaca panas ialah penumpukan sel kulit mati. Hal ini terjadi karena partikel debu dan kotoran lebih mudah menempel ke kulit. Apalagi, jika bercampur dengan keringat dan sebum, membuat kulit terlihat lebih kusam dan kurang segar.
Menurut Mona Gohara, profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, penumpukan sel kulit mati bisa mencegah kulit memantulkan cahaya alaminya. Kondisi ini mengakibatkan kulit bukan hanya tampak kurang bercahaya, melainkan juga kasar dan rentan berjerawat.
2. Dehidrasi

Saat cuaca panas, kulit akan lebih mudah mengalami dehidrasi. Dikutip dari laman Skincare, kulit yang dehidrasi dapat kehilangan kekenyalan dan kilau alaminya, membuatnya tampak lebih kusam dan kasar.
“Hilangnya hidrasi dari bawah permukaan kulit dapat menimbulkan penurunan ketebalan kulit. Seperti halnya balon kempes. Balon itu terlihat kurang menarik jika dibandingkan dengan balon yang terisi angin,” tutur Joshua Zeichner, direktur penelitian kosmetik dan klinis di bidang dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City, kepada Allure.
3. Udara yang tercemar

Selain sinar matahari, kulit kusam juga bisa terjadi akibat udara yang tercemar. Saat cuaca panas, kondisi udara menjadi lebih kering dan mudah tercemar karena terdapat banyak kandungan partikel kecil, seperti kotoran dan sulfur dioksida, menciptakan radikal bebas pada kulit.
Radikal bebas tersebut apabila masuk ke dalam kulit dapat merusak kolagen, memunculkan kerutan halus, dan merangsang produksi pigmen seiring waktu. Ketika kamu menyadari warna dan tekstur kulit berubah tidak merata, itu menjadi tanda bahwa kulit kamu mengalami kekusaman.
4. Stres

Selain faktor lingkungan, gaya hidup yang tidak sehat juga menjadi salah satu penyebab kulit kusam di cuaca panas. Kebiasaan tidur yang tidak beratur dan sulit mengelola stres bukan hanya berdampak luas pada kesehatan organ tubuh, tetapi juga kulit.
Saat suhu udara meningkat, tubuh akan bekerja lebih keras untuk mengatur suhu. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan mudah marah.
“Ketika kadar kortisol meningkat, respons lawan-atau-lari kamu aktif, dan aliran darah mengalir ke organ vitalmu, bukan ke wajah yang menyebabkan kulit terlihat pucat,” kata Gohara.
Dengan kata lain, ketika kamu mengalami stres saat cuaca panas, wajah akan terlihat kusam karena hormon kortisol meningkat. Sementara itu, skin barrier melemah, memperlambat regenerasi sel kulit, dan memperburuk dehidrasi kulit.
Meskipun sinar matahari merupakan faktor utama penyebab kulit kusam saat cuaca panas, tapi beberapa hal lain seperti penumpukan sel kulit mati, dehidrasi, hingga stres juga berpotensi membuat kulit kehilangan cahaya alaminya. Nah, jika kamu ingin wajah tetap cerah dan glowing sepanjang musim panas, sebaiknya lakukan perawatan kulit yang tepat serta terapkan pola hidup sehat, ya!





















