ilustrasi pekerjaan (pexels.com/Anna Shvets)
Dulu mungkin ada pekerjaan tertentu yang membuatmu merasa puas setelah berhasil menyelesaikannya. Sekarang, kepuasan itu gak terlalu terasa karena kamu sudah gak berharap banyak dari apa yang kamu kerjakan. Target selesai, laporan dikirim, lalu urusan kantor ditinggalkan begitu jam kerja berakhir.
Kamu masih bisa menjadi karyawan yang rajin dan bertanggung jawab dalam kondisi seperti ini. Bedanya, ada jarak antara “gue harus mengerjakan ini” dan “gue memang ingin mengerjakan ini dengan sebaik mungkin.” Kalau perlakuan pilih kasih terus dibiarkan, jarak tersebut bisa semakin lebar sampai seseorang gak lagi melihat alasan untuk memberikan lebih dari yang diwajibkan.
Gak semua perbedaan perlakuan dari atasan otomatis berarti pilih kasih karena pembagian pekerjaan memang bisa dipengaruhi pengalaman atau kebutuhan proyek. Namun, kalau kamu sudah berkali-kali melihat hal yang sama tanpa tahu apa yang bisa dilakukan untuk mendapat kesempatan serupa, wajar kalau semangatmu berubah. Yang tadinya ingin berkembang dan ikut terlibat, lama-lama cukup bekerja sesuai tugas karena gak ingin berharap terlalu banyak.