Comscore Tracker

5 Tips Memilih Berkarier untuk Uang atau Passion, Kamu Mengalaminya?

Ada saatnya memilih satu dan mendapatkan keduanya, lho

Siapa sih yang tak mau memiliki karier yang berbuah manis dalam urusan finansial dan passion? Rasanya tak ada yang menolak, ya. Sayangnya tak semua orang berkesempatan untuk mendapatkan kedua hal tersebut dalam perjalanan kariernya.

Di mana terdapat situasi dan kondisi yang mendesak seseorang untuk harus memilih salah satu dari bekerja untuk uang atau passion. Lantas, apa yang harus dilakukan? Apakah selamanya harus bekerja hanya untuk salah satu dari uang atau passion? Lebih baik langsung simak penjelasan di bawah ini.

1. Pahami setiap pekerjaan mempunyai risiko

5 Tips Memilih Berkarier untuk Uang atau Passion, Kamu Mengalaminya?ilustrasi orang merenung (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)

Rasanya jika kita memilih pekerjaan yang sesuai passion kita, maka yang menjadi risiko nyata adalah kurangnya dari sisi finansial, ya. Begitu juga sebaliknya, saat kita memilih pekerjaan yang berpeluang secara finansial, maka yang menjadi risiko terbesarnya ialah pekerjaan itu tak sesuai dengan passion kita.

Hal di atas memang benar adanya, tapi nyatanya risiko dari keputusan pengambilan suatu pekerjaan tidak sesederhana itu, lho. Bahkan pekerjaan yang telah sesuai dengan passion serta finansial yang mapan juga masih banyak risiko lainnya. Seperti lingkungan pekerjaan toxic, banyak skill baru yang harus kamu kuasai, hingga rasa tidak sanggup menjalani tanggung jawab dari pekerjaan yang semakin lama semakin berat, nih.

Oleh karena itu, mau kamu memilih pekerjaan yang berorientasi dari sisi finansial atau berorientasi pada passion akan tetap ada risiko yang harus kamu hadapi. Nah, untuk mempermudah perjalanan karir dan pastinya sesuai dengan kebutuhanmu, maka langkah bijaknya ialah memprediksi risiko terkecil akan kamu dapatkan dari memilih pekerjaan yang seperti apa? Pikirkan baik-baik, ya.

2. Tentukan skala prioritas

5 Tips Memilih Berkarier untuk Uang atau Passion, Kamu Mengalaminya?ilustrasi berpikir rasional (pexels.com/Andrea Piacquadi

Berbicara mengenai skala prioritas artinya kamu harus memilih pekerjaan berdasarkan kebutuhanmu saat ini. Bagaimana cara mengetahui prioritas seseorang? Sesederhana jenis anak magang saat kuliah, nih.

Misalnya saja, anak magang yang sudah tidak dibiayai lagi oleh orangtuanya, dimana dalam hal ini biaya kebutuhan sehari-harinya bahkan biaya kuliahnya. Maka dari itu, anak tersebut otomatis memiliki kebutuhan dari sisi finansial, jadi ya wajar kalau skala prioritas dalam magang bukan mengenai passion atau pengalaman kerja semata melainkan juga berapa besar gaji yang ia dapatkan dari magangnya.

Begitu juga sebaliknya, saat anak magang yang masih dibiayai segala kebutuhan hidupnya oleh orangtuanya, maka wajar saja kalau anak itu menjadikan magang hanya sekadar mencari pengalaman kerja tanpa memikirkan berapa gajinya yang bahkan tak mendapatkan gaji juga tidak apa-apa.

Hal tersebut karena skala prioritasnya dalam magang adalah ingin magang yang sesuai passion untuk menambah pengalaman kerja di masa depan usai lulus kuliah. Jadi, saat ini apa skala prioritasmu dalam bekerja? Baik untuk uang atau passion harus dijalani dengan serius, ya.

Baca Juga: Pertimbangkan 5 Hal Ini Baik-baik sebelum Berkarier Mengikuti Passion

3. Buat dan lakukan rencana jangka pendek dalam pekerjaan

5 Tips Memilih Berkarier untuk Uang atau Passion, Kamu Mengalaminya?ilustrasi menyusun rencana (pexels.com/JESHOOTS.com)

Nah, setelah mengetahui apa sih skala prioritasmu antara uang atau passion, sekarang saatnya untuk beraksi. Aksi pertama dapat dilakukan dengan membuat perencanaan jangka pendek atas pekerjaan seperti apa yang cocok untuk memenuhi kebutuhanmu saat ini. 

Perlu diingat, bahwa saat kamu memilih salah satu antara bekerja untuk uang, maka kamu harus bersiap-siap bahwa pekerjaan tersebut bukanlah apa yang kamu sukai bahkan belum kamu kuasai, lho. Sebaliknya, saat kamu memilih bekerja untuk passion, maka jangan berharap mendapatkan gaji sebesar bayanganmu.

Setiap keputusan pasti ada risikonya, dan untuk meminimalisirnya kamu bisa menguatkan hati bahwa memang salah satu dari uang atau passion benar-benar sedang kamu butuhkan. Sehingga, penguatan tersebut mampu menjadi daya tarik sekaligus pendorong kamu bersemangat bekerja untuk uang atau juga bekerja untuk passion.

4. Evaluasi pekerjaan

5 Tips Memilih Berkarier untuk Uang atau Passion, Kamu Mengalaminya?ilustrasi evaluasi diri (pexels.com/Anete Lusina)

Setelah beberapa waktu menjalankan pekerjaan untuk salah satu antara uang atau passion, kini saatnya melakukan evaluasi, nih. Apa saja yang perlu dievaluasi? Ya segala yang terjadi dalam pekerjaanmu, terutama mengenai apa-apa yang perlu diperbaiki atau dicari solusinya.

Usai melakukan evaluasi, coba deh tanya pada dirimu sendiri, apakah masih ingin lanjut? Alasan lanjut atau tidak bukan hanya sekadar keinginan semata melainkan juga masih membutuhkan pekerjaan tersebut atau tidak, nih. Kalau keinginan dan kebutuhanmu bertolak belakang, baiknya kamu memikirkan kebutuhanmu terlebih dahulu, ya.

Misalnya saja kamu ingin berhenti bekerja atas dasar kamu tak menyukainya dan tak sesuai dengan passion kamu, tapi kamu perlu membayar segala cicilanmu yang besar nominalnya. Maka, dengan menuruti keinginan yang tak suka itu kamu mengorbankan pembiayaan atas kebutuhanmu sendiri. Coba pikirkan hal tersebut? Jelas hanya menimbulkan masalah yang jauh lebih besar, ya.

Lantas, bagaimana dengan masalah bertahan dengan pekerjaan yang tak sesuai dengan keahlian kita? Di mana bukan hanya sekadar tak suka, tapi terkadang juga tak mampu menjalaninya karena tak memiliki skill untuk melakukannya.

Maka, itulah gunanya evaluasi yaitu mencari solusi yang bukan dengan menghadirkan masalah baru seperti itustrasi di atas, ya. Melainkan solusi yang setidaknya bisa menjadi jalan tengah bagi masalahmu itu. Misalnya saja kamu bisa meminta bantuan rekan kerja untuk mengajarimu, nih.

5. Melangkah dengan rencana jangka panjang dalam pekerjaan

5 Tips Memilih Berkarier untuk Uang atau Passion, Kamu Mengalaminya?ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/cottonbro)

Sekian lama bertahan dengan bekerja untuk uang atau passion semata pastinya ada waktu untuk gaji atau keahlianmu sudah berada pada tahap yang cukup, nih. Oleh karena itu, kini saatnya kamu mulai memikirkan bahwa bekerja sudah bukan lagi mengenai untuk uang atau mengejar passion semata. Melainkan berganti menjadi bekerja untuk mendapatkan gaji yang besar serta sesuai dengan passion.

Hal tersebut karena bukankah lebih menggiurkan saat bisa mendapatkan keduanya daripada harus memilih salah satunya? Dengan adanya kesempatan yang pas pastinya iya, nih.

Sekarang saatnya untuk membuat rencana jangka panjang mengenai pekerjaan apa yang cocok untukmu dengan gaji besar dan sesuai passion pastinya. Bahkan mungkin relasi, koneksi, serta pengalaman pekerjaan lama yang hanya untuk salah satu dari uang atau passion itu bisa membantumu menuju pekerjaan impianmu, lho.

 

Jika kamu terlanjur nyaman dengan salah satu dari uang atau passion sebagai titik tumpu karirmu, maka tidak ada alasan untuk berhenti melanjutkannya, nih. Hal tersebut karena tidak ada yang salah dengan bekerja keras hanya demi menghasilkan uang yang banyak tanpa bakat dan minatmu ada di sana.

Begitu juga bekerja keras hanya demi passion tanpa berpeluang secara finansial juga tidak salah, lho. Bagian terpenting dari bekerja adalah value yang kamu inginkan bisa tercapai dan setiap orang pastinya berbeda-beda dalam memaknai sebuah perjalan karier.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Bekerja Sesuai Passion Tetap Bisa Membuatmu Jenuh

Melinda Fujiana Photo Verified Writer Melinda Fujiana

Instagram : @melindaf__ Wish ur day always shine as a star!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Albin Sayyid Agnar

Berita Terkini Lainnya