Ilustrasi merasa bahagia (unsplash.com/Photo by ooneiroslyl)
Salah satu alasan terbesar mengapa Gen Z berani berpindah karier adalah meningkatnya kesadaran mengenai kesehatan mental. Generasi ini tumbuh di era ketika isu burnout, kecemasan, dan stres kerja dibahas secara terbuka melalui media sosial, podcast, hingga kampanye kesehatan publik.
Sebuah studi yang dilakukan American Psychological Association (APA), menunjukkan bahwa tempat kerja yang mendukung kesehatan mental tidak hanya baik bagi pekerja, tetapi juga meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Berikut rincian hasilnya:
92 persen pekerja mengatakan sangat (57 persen) atau agak (35 persen) penting bagi mereka untuk bekerja di organisasi yang menghargai kesejahteraan emosional dan psikologis mereka.
92 persen mengatakan sangat (52 persen) atau agak (40 persen) penting bagi mereka untuk bekerja di organisasi yang menyediakan dukungan untuk kesehatan mental karyawan.
95 persen mengatakan sangat (66 persen) atau agak (29 persen) penting bagi mereka untuk merasa dihormati di tempat kerja.
95 persen mengatakan sangat (61 persen) atau agak (34 persen) penting bagi mereka untuk bekerja di organisasi yang menghormati batasan antara waktu kerja dan waktu di luar kerja.
Jadi, mayoritas pekerja melaporkan sangat (36 persen) atau agak (41 persen) puas dengan dukungan untuk kesehatan mental dan kesejahteraan yang mereka terima dari perusahaan mereka. Lebih dari setengahnya (59 persen) sangat (22 persen) atau agak (37 persen) setuju bahwa perusahaan mereka secara teratur memberikan informasi tentang sumber daya kesehatan mental yang tersedia. Lebih lanjut, 72 persen pekerja sangat (30 persen) atau agak (42 persen) setuju bahwa perusahaan mereka membantu karyawan mengembangkan dan mempertahankan gaya hidup sehat.