ilustrasi exit interview (pexels.com/Timur Weber)
Saat exit interview, kamu bisa menjelaskan skill atau pengetahuan apa saja yang sebenarnya perlu dipelajari untuk menjalani posisimu dengan lebih optimal. Misalnya, ada tools tertentu yang cukup rumit untuk dipahami sendiri atau alur kerja yang seharusnya dijelaskan lebih detail sejak awal masuk kerja. Masukkan seperti ini bisa membantu perusahaan melihat kebutuhan training yang selama ini mungkin belum terlalu diperhatikan.
Kamu juga bisa menceritakan bagian mana yang dulu paling membuatmu kesulitan saat masa adaptasi di kantor. Informasi seperti ini biasanya berguna untuk membantu HRD menyiapkan proses onboarding atau pelatihan yang lebih relevan bagi karyawan berikutnya. Selain membantu perusahaan berbenah, cara ini juga membuat proses transisi kerja jadi lebih lancar setelah kamu resign.
Exit interview bukan cuma formalitas sebelum resmi meninggalkan perusahaan. Jika kamu menyampaikan kritik ke perusahaan saat exit interview dengan baik, momen tersebut akan berguna untuk kedua belah pihak. Jadi, daripada dijadikan tempat curhat atau meluapkan emosi, lebih baik gunakan sesi ini untuk menyampaikan kritik yang jujur dan fokus pada solusi.