Jobdesk Field Surveyor/Enumerator, Cocok Buat yang Gak Suka ke Kantor

- Tugas dan tanggung jawab utama seorang field surveyor
- Skill dan kemampuan yang harus dimiliki
- Kualifikasi dan syarat menjadi enumerator
Apakah kamu tipe orang yang lebih suka bekerja di lapangan, bertemu banyak orang baru, dan gak betah duduk diam di balik meja kantor seharian? Jika iya, mungkin karier sebagai pencari data lapangan atau surveyor jadi pilihan yang tepat untukmu, nih. Sebelum terjun langsung, ada baiknya kamu memahami secara detail mengenai jobdesk field surveyor/ enumerator agar kamu bisa mempersiapkan diri dengan matang dan bekerja secara profesional.
Profesi ini sangat krusial dalam dunia riset, baik itu untuk keperluan sensus pemerintah, riset pasar perusahaan swasta, hingga survei akademik. Sebagai ujung tombak pengumpulan data, kualitas informasi yang didapatkan oleh perusahaan sangat bergantung pada kinerja kamu di lapangan. Oleh karena itu, ini saatnya bedah lebih dalam apa saja tanggung jawab, kualifikasi yang dibutuhkan, hingga prospek karier yang menjanjikan dari pekerjaan ini.
1. Tugas dan tanggung jawab utama seorang field surveyor

Seorang field surveyor atau enumerator gak hanya sekadar berjalan-jalan membawa formulir survei, melainkan memiliki beban kerja yang cukup kompleks dan terstruktur. Kamu harus memastikan bahwa setiap data yang diambil merupakan representasi nyata dari kondisi di lapangan tanpa rekayasa sedikit pun. Inilah rincian tugas dan tanggung jawab yang biasanya dibebankan dalam peran ini:
1. Melakukan wawancara dan pengumpulan data
Tugas paling mendasar adalah mendatangi responden yang telah ditargetkan untuk melakukan wawancara tatap muka atau pengisian kuesioner. Kamu wajib mengajukan pertanyaan sesuai dengan panduan yang telah diberikan oleh koordinator riset agar data tetap konsisten. Selain itu, kamu harus mampu menciptakan suasana yang nyaman supaya responden bersedia menjawab pertanyaan dengan jujur dan terbuka.
2. Memvalidasi dan memeriksa kelengkapan data
Setelah wawancara selesai, kamu gak boleh langsung pergi begitu saja tanpa mengecek kembali hasil pekerjaanmu. Kamu wajib memastikan semua kolom pertanyaan telah terisi dengan jawaban yang logis dan sesuai instruksi sebelum meninggalkan lokasi survei. Hal ini penting untuk meminimalisir kesalahan data yang bisa menyebabkan kamu harus kembali lagi ke lapangan untuk revisi, lho.
3. Mendokumentasikan bukti kunjungan
Validitas survei sering kali harus dibuktikan dengan dokumentasi visual yang akurat saat kamu berada di lokasi. Biasanya, kamu diminta untuk mengambil foto responden, lokasi rumah, atau titik koordinat GPS (geotagging) sebagai bukti bahwa survei benar-benar dilakukan. Foto dan data lokasi ini nantinya akan menjadi bahan audit bagi tim quality control untuk memastikan jika ada kecurangan.
4. Melaporkan hasil kerja secara berkala
Kamu diwajibkan untuk menyetor hasil survei kepada supervisor atau mengunggahnya ke dalam sistem aplikasi server perusahaan secara rutin. Laporan ini harus diserahkan tepat waktu sesuai deadline harian atau mingguan yang telah disepakati di awal kontrak kerja. Keterlambatan dalam pelaporan bisa menghambat proses analisis data secara keseluruhan dan memengaruhi penilaian kinerjamu.
2. Skill dan kemampuan yang harus dimiliki

Bekerja di lapangan membutuhkan kombinasi antara ketahanan fisik yang prima dan kemampuan komunikasi yang luwes agar target pekerjaan bisa tercapai. Kamu akan menghadapi berbagai situasi tak terduga, mulai dari cuaca yang gak bersahabat hingga penolakan dari responden yang kurang kooperatif. Itulah mengapa kamu perlu memiliki skill berikut agar mudah menjalani profesi ini.
1. Kemampuan komunikasi persuasif
Kamu harus pandai mengambil hati orang asing dalam waktu singkat agar mereka bersedia meluangkan waktunya untuk diwawancarai. Kemampuan menjelaskan maksud dan tujuan survei dengan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti adalah kunci utama keberhasilan di lapangan. Tanpa kemampuan persuasi yang baik, tingkat penolakan dari responden akan tinggi dan target data kamu akan sulit terpenuhi.
2. Manajemen waktu dan navigasi wilayah
Seorang surveyor harus cerdas dalam mengatur rute perjalanan agar efektif dan gak membuang-buang BBM serta waktu di jalan. Kamu perlu memiliki kemampuan membaca peta digital (seperti Google Maps) dengan baik untuk menemukan lokasi responden di pelosok sekalipun. Efisiensi waktu sangat diperlukan karena biasanya ada target jumlah responden harian yang cukup tinggi yang harus kamu kejar.
3. Literasi teknologi dan gawai
Saat ini, hampir semua perusahaan riset sudah beralih dari kuesioner kertas (PAPI) ke kuesioner digital berbasis aplikasi (CAPI) di gawai. Kamu harus terbiasa mengoperasikan aplikasi survei, melakukan input data cepat, serta mengatasi masalah teknis ringan pada gadget di lapangan. Gagap teknologi akan sangat menghambat pekerjaanmu, terutama saat harus melakukan sinkronisasi data ke server pusat.
3. Kualifikasi dan syarat menjadi enumerator

Meski terlihat sebagai pekerjaan entry-level, perusahaan tetap menetapkan standar tertentu untuk menyaring kandidat yang benar-benar siap bekerja keras. Kualifikasi ini dibuat untuk memastikan bahwa surveyor mampu bekerja secara mandiri tanpa pengawasan langsung yang ketat setiap saat. Berikut merupakan syarat umum yang sering diminta oleh perusahaan riset atau lembaga survei:
1. Latar belakang pendidikan
Umumnya, syarat pendidikan minimal untuk posisi ini adalah lulusan SMA/SMK sederajat, namun banyak proyek riset yang lebih mengutamakan mahasiswa atau lulusan D3/S1. Latar belakang pendidikan yang lebih tinggi sering dianggap memiliki kemampuan logika dan pemahaman kuesioner yang lebih baik. Namun, yang paling utama tetaplah kemauan belajar dan kejujuran dalam bekerja di lapangan, ya.
2. Memiliki kendaraan pribadi dan SIM
Mobilitas menjadi nyawa dari pekerjaan ini, sehingga memiliki kendaraan bermotor roda dua dan Surat Izin Mengemudi (SIM C) yang aktif sering menjadi syarat mutlak, nih. Kamu akan dituntut untuk berpindah-pindah dari satu kelurahan ke kelurahan lain dengan cepat dan efisien. Mengandalkan transportasi umum biasanya dinilai kurang efektif dari segi waktu dan biaya operasional bagi seorang surveyor, kan.
3. Spesifikasi gawai yang memadai
Karena survei zaman sekarang berbasis aplikasi, kamu biasanya diwajibkan memiliki gawai Android dengan spesifikasi tertentu, misalnya RAM minimal 3GB atau 4GB. Baterai yang awet dan ketersediaan power bank juga menjadi syarat pendukung agar pekerjaan gak terhenti di tengah jalan karena ponsel mati. Koneksi internet yang stabil juga menjadi modal penting yang harus disiapkan sendiri oleh surveyor, lho.
4. Peluang karier dan pengembangan diri

Jangan salah sangka, pengalaman menjadi surveyor atau enumerator bisa menjadi batu loncatan yang sangat baik untuk karier profesionalmu di masa depan. Banyak profesional di bidang data dan riset memulai karier mereka dari "jalanan" untuk memahami realitas data yang sebenarnya. Setidaknya ada tiga peluang karier yang didapat dari seorang field surveyor atau numerator:
1. Koordinator lapangan
Jika kinerjamu konsisten bagus, jujur, dan memiliki jiwa kepemimpinan, kamu bisa dipromosikan menjadi koordinator lapangan yang membawahi beberapa surveyor. Tugasmu akan bergeser dari mencari data menjadi memanajemen tim, membagi wilayah tugas, dan memecahkan masalah yang dihadapi anggota di lapangan. Posisi ini menawarkan tanggung jawab lebih besar dan tentu saja pendapatan yang lebih tinggi, nih.
2. Quality control (QC) atau validator
Pengalamanmu di lapangan akan membuatmu peka terhadap mana data yang logis dan mana data yang terindikasi manipulasi atau fraud. Kamu bisa beralih profesi menjadi tim quality control yang bertugas menelepon ulang responden untuk memverifikasi kebenaran wawancara surveyor lain. Posisi ini biasanya bekerja dari kantor dan lebih mengandalkan ketelitian serta analisis data.
3. Market research analyst
Bagi kamu yang lulusan sarjana, pengalaman lapangan ini menjadi nilai plus yang sangat besar jika ingin melamar sebagai analis riset pasar di perusahaan multinasional. Pemahaman mendalam tentang kendala pengambilan data di lapangan akan membuat analisis dan rekomendasi strategimu menjadi lebih realistis dan tajam. Kamu sudah mengerti celah data di level akar rumput, yang gak dimiliki oleh analis yang hanya duduk di belakang meja.
5. Prospek gaji field surveyor

Berbicara mengenai penghasilan, gaji seorang surveyor atau enumerator sangat bervariasi tergantung pada jenis proyek, skala perusahaan, dan sistem kontrak yang digunakan. Pada umumnya, sistem pengupahan menggunakan basis target per kuesioner (pay per response) atau gaji harian yang dibayarkan di akhir proyek. Jika kamu bekerja pada proyek riset besar atau lembaga internasional, penghasilan yang didapat bisa setara atau bahkan melebihi UMR bulanan daerah tersebut jika target harianmu selalu tercapai secara konsisten, lho.
Namun, kamu juga perlu memperhitungkan biaya operasional seperti bensin, uang makan, dan pulsa internet yang terkadang tidak ditanggung terpisah oleh perusahaan (sudah all-in). Untuk surveyor pemula, rata-rata pendapatan bisa berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per hari kerja efektif, tergantung kompleksitas kuesioner yang ditanyakan. Jika per bulan, gaji seorang enumerator dimulai dari UMR hingga Rp 5 juta. Semakin panjang dan sulit kuesionernya, biasanya harga per datanya akan semakin mahal, sehingga potensi pendapatanmu pun semakin besar.
Menjadi seorang enumerator bukan hanya soal mencari uang, tapi juga melatih mental baja dan memperluas wawasan tentang kondisi masyarakat yang beragam. Kalau kamu sudah memahami seluruh jobdesk field surveyor/ enumerator di atas, kini saatnya kamu mempersiapkan CV terbaikmu dan mulai melamar ke berbagai lembaga survei yang kredibel. Semangat!



















