“Ketika pesan yang disampaikan tidak jelas, orang akan bingung dan cenderung menolak. Poin-poin yang ringkas membantu mereka memahami apa yang sebenarnya ditawarkan,” jelas Knight.
6 Kebiasaan Orang yang Selalu Dapat Apa yang Mereka Mau, Bukan Beruntung

Tidak semua orang yang sering mendapatkan apa yang mereka inginkan bersikap manipulatif atau memaksa. Justru, banyak di antaranya memiliki kebiasaan komunikasi dan cara berpikir yang sehat serta efektif. Menurut psikologi, kebiasaan inilah yang membuat mereka lebih mudah didengar dan dipertimbangkan.
Orang-orang ini tahu kapan harus berbicara, bagaimana menyampaikan keinginan, dan kapan harus memberi ruang bagi orang lain. Mereka juga cenderung membangun hubungan yang kuat sebelum mengajukan permintaan. Berikut kebiasaan yang sering dimiliki orang yang jarang mendapat penolakan.
1. Berani meminta dengan jelas dan spesifik

Orang yang sering mendapatkan apa yang mereka mau tidak ragu mengungkapkan keinginannya. Mereka menyampaikan tujuan secara langsung tanpa bertele-tele atau berharap orang lain menebak. Kejelasan membuat lawan bicara lebih mudah memahami dan mempertimbangkan permintaan tersebut.
Menurut psikologi, banyak orang gagal bukan karena permintaannya tidak masuk akal, tetapi karena tidak pernah benar-benar disampaikan. Dikutip dari Your Tango, Keli L. Knight, pengacara dan pakar negosiasi, menjelaskan bahwa, orang lain bukan pembaca pikiran, jadi kebutuhanmu harus diucapkan. Dengan bersikap lugas, peluang mendapat jawaban positif pun meningkat.
2. Membuat orang lain merasa dilibatkan

Alih-alih memaksakan ide, mereka mengajak orang lain berdiskusi dan merasa ikut berperan. Cara ini membuat keputusan terasa sebagai hasil bersama, bukan paksaan sepihak. Ketika orang merasa dilibatkan, mereka cenderung lebih terbuka dan kooperatif.
Pendekatan ini juga membantu membangun rasa memiliki terhadap keputusan yang diambil. Dave Kerpen, CEO dan penulis The Art of People, dikutip dari Your Tango juga menjelaskan bahwa, saat seseorang merasa ide itu berasal dari dirinya sendiri, resistensi akan jauh berkurang. Hasil akhirnya tetap sama, tetapi prosesnya terasa lebih nyaman bagi semua pihak.
3. Memilih kata dengan hati-hati saat berbicara

Orang yang jarang ditolak sangat memperhatikan cara mereka berbicara. Mereka menghindari kata-kata yang terdengar menyalahkan atau menghakimi. Fokusnya adalah solusi, bukan siapa yang salah.
Bahasa yang digunakan juga cenderung netral dan empatik. Menurut Emma Seppälä, Ph.D., psikolog Stanford, dikutip dari Your Tango, komunikasi yang memicu sikap defensif akan membuat orang menutup diri. Dengan memilih kata yang tepat, pesan lebih mudah diterima tanpa konflik.
4. Mendengarkan secara aktif sebelum merespons

Mereka tidak hanya menunggu giliran bicara, tetapi benar-benar mendengarkan. Setiap respons diberikan berdasarkan apa yang disampaikan lawan bicara, bukan asumsi pribadi. Sikap ini membuat orang lain merasa dihargai.
Mendengarkan secara aktif juga membantu menemukan celah kompromi. Ketika seseorang merasa dipahami, mereka lebih terbuka untuk bekerja sama. Inilah alasan mengapa kebiasaan ini sangat efektif dalam negosiasi.
5. Tidak ragu meminta bantuan

Orang yang sering mendapatkan apa yang mereka mau tidak takut terlihat membutuhkan orang lain. Mereka memahami bahwa meminta bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kepercayaan. Sikap ini justru memperkuat hubungan sosial.
“Mengakui bahwa kamu membutuhkan bantuan tidak membuatmu lemah, itu membuatmu manusia,” kata Erin Bried, seorang pengusaha dan pendiri majalah Kazoo, dikutip dari Your Tango. “Dan sebenarnya, itu tidak menakutkan sama sekali, karena semua orang sudah tahu bahwa kita tidak bisa melakukan semuanya sendiri,” tambahnya.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung lebih mau membantu daripada yang kita kira. Dengan berani meminta, peluang terbuka lebar. Diam dan berharap sering kali justru membuat keinginan tidak pernah terwujud.
6. Menjaga hubungan tetap menjadi prioritas

Mereka tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada relasi jangka panjang. Hubungan yang baik membuat orang lain lebih percaya dan mendukung. Kepercayaan inilah yang menjadi modal utama dalam mendapatkan persetujuan.
Orang yang peduli pada hubungan biasanya lebih disukai dan dihargai. Mereka hadir, mendengarkan, dan menunjukkan ketertarikan tulus. Dalam jangka panjang, sikap ini membuat permintaan mereka lebih mudah diterima.
Mendapatkan apa yang kita mau bukan soal memaksa, tetapi soal cara berkomunikasi dan membangun hubungan. Dengan kebiasaan yang tepat, peluang untuk didengar dan disetujui akan jauh lebih besar.



















