"Bagi saya, karier itu seperti maraton. Hasil akhirnya mungkin terlihat di permukaan, tetapi yang membentuknya adalah proses panjang, disiplin, dan konsistensi yang sering kali tidak terlihat. Dalam peran HR, hal yang sama juga berlaku: kita perlu berpikir sistematis, memahami bisnis, dan tetap rendah hati untuk terus belajar di setiap konteks baru," ujar Suryo Sasono.
5 Pelajaran Karier dari Suryo Sasono, HR Muda Perlu Punya Mental Maraton

- Suryo Sasono menekankan pentingnya konsistensi dan disiplin jangka panjang dalam membangun karier, karena kesuksesan bukan hasil instan melainkan akumulasi proses belajar berkelanjutan.
- Pendekatan berpikir sistematis dan pemahaman bisnis dinilai krusial bagi HR agar mampu menghadirkan solusi strategis yang selaras dengan kebutuhan organisasi.
- Suryo menyoroti nilai kerendahan hati saat bergabung di organisasi baru serta peran HR dalam menumbuhkan pola pikir kepemimpinan berbasis manusia di seluruh level perusahaan.
Membangun karier yang berkelanjutan tidak hanya soal bekerja keras, tetapi juga tentang memiliki pola pikir yang tepat. Di tengah dunia kerja yang terus berubah, profesional muda perlu terus belajar, beradaptasi, dan memahami bagaimana cara memberikan kontribusi yang lebih besar bagi organisasi.
Hal tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam episode ketiga Power Talks oleh Jobstreet by SEEK. Dalam perbincangan tersebut, Suryo Sasono membagikan sejumlah pelajaran karier dan kepemimpinan yang ia pelajari sepanjang perjalanannya hingga menempati posisi strategis di usia relatif muda. Berikut lima insight yang bisa menjadi bekal bagi para profesional muda, khususnya di bidang HR.
1. Karier adalah maraton yang dibangun lewat konsistensi

Suryo menekankan, bahwa akselerasi karier bukanlah hasil keberuntungan semata. Menurutnya, pencapaian besar dalam karier merupakan akumulasi dari disiplin, kerja keras, dan proses belajar yang dijalani secara konsisten dalam jangka panjang.
Perspektif ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan karier yang sehat dibangun dari kebiasaan yang terus dilakukan dari waktu ke waktu. Karena itu, konsistensi menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan karier seseorang.
2. Pola pikir sistematis membantu HR bekerja lebih efektif

Latar belakang Suryo di bidang teknik membentuk cara berpikir yang terstruktur dalam melihat berbagai persoalan organisasi. Pendekatan tersebut terlihat dari caranya memetakan hambatan, mengidentifikasi bottleneck, dan memperbaiki proses kerja secara lebih efisien.
Dalam konteks HR, pola pikir yang sistematis dinilai penting untuk memastikan fungsi sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada kebijakan. HR juga perlu mampu menghadirkan solusi yang terukur bagi kebutuhan organisasi dan bisnis.
3. Memahami bisnis dapat memperkuat peran HR

Salah satu titik balik penting dalam perjalanan karier Suryo adalah ketika ia memperoleh pengalaman yang memperluas sudut pandangnya terhadap cara bisnis melihat fungsi HR. Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami pentingnya perspektif bisnis dalam pekerjaan sehari-hari.
Menurutnya, HR perlu memahami bahasa bisnis, target organisasi, dan kebutuhan pemimpin lintas fungsi. Dengan pemahaman tersebut, HR dapat berkontribusi lebih strategis dalam mendukung pengambilan keputusan di perusahaan.
4. Datang dengan prinsip empty glass saat masuk organisasi baru

Suryo menilai, bahwa salah satu kualitas penting dalam kepemimpinan adalah kerendahan hati untuk mendengarkan lebih dulu. Saat bergabung dengan organisasi baru, ia memilih datang dengan prinsip empty glass atau gelas kosong.
Pendekatan ini dilakukan dengan memahami konteks, mendengar kebutuhan, serta membaca dinamika internal sebelum mendorong perubahan. Dengan cara tersebut, transformasi yang dilakukan diharapkan dapat berjalan lebih relevan dan berkelanjutan.
5. HR yang kuat mampu menumbuhkan pola pikir people leadership

Menurut Suryo, ukuran keberhasilan fungsi HR tidak hanya terletak pada kekuatan tim HR itu sendiri. Yang tidak kalah penting, adalah kemampuan HR dalam membangun pola pikir people leadership di seluruh organisasi.
Artinya, HR yang efektif mampu mendorong para pemimpin bisnis untuk ikut memikirkan pengembangan karyawan, engagement, dan pertumbuhan organisasi. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya manusia menjadi tanggung jawab bersama di tingkat kepemimpinan.
Lima pelajaran tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan karier tidak selalu ditentukan oleh seberapa cepat seseorang melangkah. Kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan membangun fondasi yang kuat justru menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja yang terus berkembang.


![[QUIZ] Apakah Kesedihan Paling Mendalam yang Tengah Kamu Rasakan?](https://image.idntimes.com/post/20250608/siyavash-lolo-uEfDGm_Fkvk-unsplash.jpg)















