5 Tips Tetap Fokus saat Bekerja di Kantor Open Space

- Kantor open space memudahkan kolaborasi, tetapi percakapan, telepon, dan lalu-lalang dapat memecah konsentrasi, memperlambat penyelesaian tugas, serta menguras energi mental.
- Atur tugas berat pada jam paling produktif, gunakan headphone bila diizinkan, dan nonaktifkan notifikasi tidak mendesak untuk mengurangi gangguan suara maupun digital.
- Manfaatkan area kerja yang lebih tenang saat diperlukan dan komunikasikan kebutuhan fokus kepada rekan kerja secara sopan, terutama ketika mengerjakan tugas penting dengan tenggat dekat.
Konsep kantor open space semakin banyak diterapkan karena dinilai dapat memudahkan kolaborasi dan komunikasi antartim. Meski memiliki berbagai kelebihan, ruang kerja tanpa banyak sekat juga menghadirkan tantangan tersendiri. Percakapan rekan kerja, suara telepon, hingga aktivitas orang yang lalu-lalang dapat membuat konsentrasi lebih mudah terpecah.
Jika gak dikelola dengan baik, berbagai distraksi tersebut dapat memengaruhi produktivitas dan membuat pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan. Akibatnya, tugas yang seharusnya selesai dengan cepat justru terasa lebih melelahkan karena perhatian terus berpindah dari satu hal ke hal lain.
Kabar baiknya, kamu gak harus menunggu suasana kantor benar-benar sepi agar bisa bekerja dengan fokus. Dengan beberapa kebiasaan sederhana dan strategi yang tepat, kamu tetap dapat menjaga konsentrasi meski berada di lingkungan kerja yang ramai. Berikut lima tips yang bisa dicoba saat bekerja di kantor open space.
1. Kerjakan tugas yang membutuhkan fokus pada jam paling produktif

Ilustrasi bekerja (pexels.com/Gustavo Fring) Setiap orang memiliki waktu ketika konsentrasi berada di kondisi terbaik. Ada yang lebih fokus pada pagi hari, sementara yang lain justru lebih produktif setelah makan siang. Mengenali ritme produktivitas diri sendiri dapat membantumu mengatur pekerjaan dengan lebih efektif.
Manfaatkan waktu tersebut untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan perhatian penuh, seperti membuat laporan, menganalisis data, atau menyusun presentasi. Sebaliknya, sisakan pekerjaan yang lebih ringan, seperti membalas email atau mengatur dokumen, untuk waktu ketika lingkungan kantor mulai lebih ramai atau energimu mulai menurun.
Mengatur pekerjaan sesuai ritme produktivitas dapat membantu menjaga kualitas hasil kerja. Saat tugas yang paling menantang dikerjakan pada waktu yang tepat, kamu biasanya juga akan lebih mudah berkonsentrasi dan menyelesaikannya dengan lebih efisien.
2. Gunakan headphone untuk mengurangi distraksi

Ilustrasi mendengarkan musik (pexels.com/Andrea Piacquadio) Jika aturan kantor mengizinkan, menggunakan headphone dapat membantu meredam suara di sekitar saat bekerja. Kamu bisa memilih musik instrumental, white noise, atau suara alam yang membantu meningkatkan konsentrasi tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan. Pilih jenis audio yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya kerjamu.
Selain mengurangi gangguan suara, penggunaan headphone juga sering menjadi isyarat bahwa kamu sedang fokus bekerja. Dengan begitu, rekan kerja akan lebih memahami kapan sebaiknya menunda obrolan atau pertanyaan yang gak mendesak. Cara sederhana ini dapat membantu menciptakan waktu kerja yang lebih tenang.
Pastikan volume tetap berada pada tingkat yang aman agar kamu masih bisa menyadari situasi di sekitarmu. Menjaga keseimbangan antara fokus dan kesadaran terhadap lingkungan akan membuat aktivitas bekerja tetap nyaman dan aman.
3. Matikan notifikasi yang gak mendesak

Ilustrasi matikan notifikasi (pexels.com/www.kaboompics.com) Gangguan gak hanya datang dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari ponsel atau aplikasi komunikasi kerja. Notifikasi yang terus muncul dapat membuat perhatianmu mudah berpindah sehingga pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan. Semakin sering fokus terpecah, semakin besar pula energi mental yang terkuras.
Cobalah mematikan notifikasi yang gak terlalu penting saat sedang mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Kamu juga bisa mengaktifkan mode fokus atau meletakkan ponsel di luar jangkauan untuk sementara. Setelah pekerjaan selesai, luangkan waktu khusus untuk mengecek pesan atau email agar gak ada informasi penting yang terlewat. Cara ini membantu mengurangi kebiasaan berpindah fokus secara terus-menerus. Dengan gangguan yang lebih sedikit, kamu akan lebih mudah berkonsentrasi dan menyelesaikan pekerjaan secara efektif.
4. Manfaatkan ruang yang lebih tenang jika diperlukan

Ilustrasi bekerja di ruang rapat (pexels.com/Mikhail Nilov) Jika kantor menyediakan ruang rapat kecil, phone booth, atau area kerja yang lebih sepi, manfaatkan fasilitas tersebut saat harus menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Lingkungan yang lebih tenang dapat membantumu fokus tanpa terlalu banyak gangguan dari percakapan atau aktivitas di sekitar.
Berpindah tempat sesekali juga dapat menjadi cara untuk menyegarkan pikiran ketika suasana di area kerja utama terasa terlalu ramai. Kamu bisa memilih lokasi yang paling sesuai dengan jenis pekerjaan yang sedang dikerjakan, misalnya ruang yang lebih tenang untuk menulis laporan atau menyusun presentasi.
Pilih tempat kerja yang paling mendukung kebutuhanmu pada saat itu. Menyesuaikan lingkungan dengan jenis tugas yang sedang dikerjakan dapat membantu menjaga fokus sekaligus meningkatkan produktivitas sepanjang hari.
5. Beri tahu rekan kerja saat sedang membutuhkan fokus

Ilustrasi diskusi dengan teman kantor (pexels.com/Pavel Danilyuk) Komunikasi yang baik juga dapat membantu mengurangi gangguan saat bekerja. Jika sedang mengerjakan tugas penting dengan tenggat waktu yang dekat, sampaikan kepada rekan kerja bahwa kamu membutuhkan waktu untuk fokus. Kamu bisa melakukannya dengan sopan, misalnya memberi tahu bahwa akan kembali mengobrol atau berdiskusi setelah pekerjaan selesai. Cara ini membantu menjaga hubungan baik tanpa mengorbankan produktivitas.
Bekerja di kantor open space memang memiliki tantangan, tetapi bukan berarti kamu gak bisa tetap produktif. Dengan mengelola distraksi, menetapkan batasan yang sehat, dan membangun kebiasaan kerja yang sesuai, kamu tetap dapat menyelesaikan pekerjaan secara efektif. Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menjaga fokus, jadi jangan ragu mencoba berbagai strategi hingga menemukan yang paling cocok.
Pada akhirnya, kemampuan berkonsentrasi bukan hanya dipengaruhi oleh lingkungan kerja, tetapi juga oleh cara kamu mengatur perhatian, waktu, dan energi setiap hari. Semakin baik kamu mengenali cara kerja diri sendiri, semakin mudah pula menjaga produktivitas di tengah berbagai distraksi.




















