Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pelajaran Berharga dari Buku Back to Me Karya Aurelie, Jujur pada Diri

Pelajaran Berharga dari Buku Back to Me Karya Aurelie, Jujur pada Diri
Buku Back To Me Aurelie. (drive.google.com/backtome)
  • Aurelie merilis memoar e-book gratis Back to Me pada 9 Agustus 2026, berisi refleksi perjalanan hidup, keluarga, cinta, dan pencarian jati diri.
  • Dalam memoirnya, Aurelie menilai pengalaman emosional, kelemahan, serta keputusan masa lalu sebagai bagian penting yang membentuk pertumbuhan dan dirinya saat ini.
  • Aurelie menceritakan pencarian bantuan profesional, dukungan keluarga, dan proses pulih dari luka hingga membangun hubungan dengan suaminya, Tyler.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Aurelie merilis memoar keduanya berjudul "Back to Me" pada Sabtu (9/8/26) lalu. Memoir yang dirilis secara gratis dalam bentuk e-book ini, menjadi catatan aktris tersebut ketika melalui lika-liku kehidupannya dan menemukan makna diri yang baru.

Sebelumnya, Aurelie telah menulis buku pertamanya berjudul Broken Strings yang diterbitkan pada tahun 2025. Back to Me menjadi refleksi mendalam tentang pengalaman hidup dan perjalanan aktris berdarah Brussels ini. Ia menuangkan berbagai pengalaman hidup terkait keluarga, cinta, hingga pencarian jati diri. Harapannya, buku ini bisa menghadirkan inspirasi dan menularkan kekuatan bagi lebih banyak orang di luar sana.

  1. 1. Keberanian untuk jujur pada diri sendiri

    potret Aurelie Moeremans dan kekasih kondangan (instagram.com/aurelie)
    potret Aurelie Moeremans dan kekasih kondangan (instagram.com/aurelie)

    Back to Me menjadi catatan penuh refleksi bagi Aurelie yang berusaha menuangkan perjalanan, pandangan, hingga pola pikirnya secara jujur. Pemain film Story of Dinda ini mengisahkan perjalanannya dalam menemukan jati diri. Melalui memoir tersebut, Aurelie mengevaluasi berbagai pengalaman, perspektif, dan pola pikir di masa lalu yang turut membentuk sosok dirinya saat ini.

    Aurelie seolah kembali melihat versi dirinya di masa lalu yang berusaha bertahan dengan berbagai cara. Pada masa itu, mungkin ia menganggap dirinya emosional, terlalu lemah, dramatis, atau kerap mengambil keputusan yang keliru. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting dalam prosesnya bertumbuh, bertahan, dan membentuk pribadi Aurelie yang sekarang. Ia pun menyadari setiap tantangan yang berhasil dihadapi menjadi milestone untuk membentuk dirinya di masa kini.

  2. 2. Kemauan untuk tumbuh dan memperbaiki diri

    potret Aurélie Moeremans dan Tyler Bigenho (Instagram.com/aurelie)
    potret Aurélie Moeremans dan Tyler Bigenho (Instagram.com/aurelie)

    Buku yang ditulis dengan apik oleh Aurelie ini, menjadi catatan perjalanannya dalam mencari bantuan profesional, mulai dari psikolog, terapis, hingga berbagai bentuk dukungan lainnya. Tak hanya mengeksplorasi pikiran Aurelie yang kompleks, memoir ini juga merekam berbagai keputusan berani yang diambilnya dan dapat menjadi inspirasi bagi para penyintas yang mengalami pergulatan kesehatan mental serupa.

    Upaya untuk menemukan bantuan, berdamai dengan luka, dan bangkit dari pengalaman berat menjadi bagian penting dalam buku ini. Aurelie juga berani mengakui kerapuhan dalam dirinya dengan menunjukkan sisi gelap yang mungkin selama ini ia simpan seorang diri.

    Kemauan dan keberanian yang kuat untuk mengakui sisi dirinya yang lain, menjadi cara Aurelie untuk memperbaiki diri. Melalui kisah tersebut, ia ingin mendorong lebih banyak orang untuk berani menghadapi luka, mencari pertolongan, dan memulai proses untuk pulih.

  3. 3. Tumbuh dengan luka, Aurelie tak menyerah untuk menemukan cinta sejatinya

    Cuplikan Layar Aurelie Moeremans dan Tyler (Instagram @aurelie)
    Cuplikan Layar Aurelie Moeremans dan Tyler (Instagram @aurelie)

    Tumbuh dengan berbagai luka, kegagalan, dan kesalahan, Aurelie pada kenyataannya tidak pernah berhenti berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya. Bantuan profesional, dukungan keluarga, serta kekuatan yang ia temukan dalam dirinya membuat Aurelie mampu bertahan di tengah berbagai badai kehidupan yang seolah tak kunjung reda.

    Aurelie memang akhirnya menemukan Tyler, suaminya saat ini. Akan tetapi, hubungan tersebut bukanlah kisah yang hadir dengan mudah, singkat, dan tanpa usaha. Ia melalui perjalanan panjang yang dipenuhi proses, luka, dan evaluasi diri untuk membangun hubungan tersebut. Cinta yang ia miliki saat ini, menjadi bagian dari perjalanan untuk menyembuhkan luka, memperbaiki diri, serta belajar berempati terhadap berbagai tantangan dan pengalaman hidup yang berat.

    Back to Me karya Aurelie mungkin satu di antara banyak kisah pilu yang bisa dijadikan bahan renungan bagi kita semua. Dari buku yang sederhana ini, ada banyak pengalaman berharga yang bisa dipetik untuk menjadi inspirasi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More