ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Timur Weber)
Interview bukan hanya kesempatan bagi perusahaan untuk menilai kandidat. Pelamar juga dapat menggunakan sesi tersebut untuk memahami pekerjaan yang nantinya mungkin dijalani. Pertanyaan mengenai tanggung jawab, jadwal kerja, sistem kerja, tahapan seleksi berikutnya, serta informasi kompensasi yang memang sudah dapat dibahas merupakan bagian penting dalam membuat keputusan karier.
Menanyakan informasi tersebut juga dapat membantu kandidat mengetahui apakah ekspektasi perusahaan sesuai dengan apa yang sebelumnya tercantum dalam lowongan. Jika ada informasi yang belum jelas, kandidat dapat meminta penjelasan daripada membuat asumsi sendiri.
ILO menjelaskan bahwa fair recruitment merupakan proses yang perlu mencegah praktik yang tidak adil serta mendukung kondisi kerja yang layak. Dalam panduannya, ILO menempatkan penghormatan terhadap hak pekerja dan pencegahan diskriminasi sebagai prinsip utama fair recruitment.
"Tujuan dari prinsip-prinsip umum dan pedoman operasional ILO yang tidak mengikat mengenai perekrutan yang adil ini adalah untuk menjadi acuan bagi pekerjaan ILO saat ini dan di masa mendatang, serta bagi organisasi lain, badan legislatif nasional, dan mitra sosial dalam mendorong dan memastikan perekrutan yang adil," jelasnya.
Jadi, pelamar tidak perlu merasa bahwa bertanya balik akan membuat dirinya terlihat tidak tertarik pada pekerjaan. Justru dengan memahami posisi, tanggung jawab, proses seleksi, dan kondisi kerja secara jelas, kandidat dapat mengambil keputusan dengan informasi yang lebih lengkap.
Mengetahui hak sebagai pelamar dapat membuat proses interview terasa lebih seimbang dan profesional. Namun, cakupan hak tersebut dapat berbeda menurut hukum dan jenis hubungan kerja di masing-masing negara, sehingga untuk persoalan hukum spesifik di Indonesia, ketentuan peraturan ketenagakerjaan Indonesia tetap menjadi rujukan utama.