Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perhatikan 6 Hal Ini sebelum Mengunggah Foto dan Video dengan Pasangan
ilustrasi pasangan menggunakan medsos (pexels.com/Karolina Grabowska)

Punya pasangan dan aktif di media sosial tentu membuatmu ingin sesekali membagikan momen kebersamaan kalian. Tidak ada yang salah kok, dengan posting foto atau video kalian.

Namun, tetaplah mempertimbangkan persoalan etika sebab media sosial juga termasuk ruang publik. Usahakan supaya unggahanmu bersama pasangan tak mengganggu kenyamaman teman-teman di medsos dengan memperhatikan rambu-rambu berikut ini.

1. Lihat dulu status kalian

ilustrasi selfie dengan pasangan (pexels.com/Keilah Gepte)

Maksudnya, kalian sudah menikah atau baru berpacaran. Terlepas dari prinsip kalian, orang lain yang mengetahui bahwa kalian belum menikah mungkin akan bereaksi negatif terhadap unggahan foto dan video kalian yang terlalu mesra.

Dan ketika kamu panen cibiran serta hujatan, apakah kamu yakin telah siap? Bahkan sekalipun kamu tahan menghadapinya, kamu barangkali menjadi berkonflik dengan banyak orang. Buang-buang energi banget, kan?

2. Adegan yang terlalu intim tak perlu direkam apalagi diunggah ke medsos

ilustrasi bermesraan dengan pasangan (pexels.com/cottonbro)

Sekalipun kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri, adegan-adegan yang terlalu intim tetap tidak boleh dipublikasikan. Jangankan di-upload di media sosial, direkam saja sebaiknya gak usah.

Alasannya, keamanan file tersebut dapat menjadi taruhannya. Kalau sampai dokumentasi itu jatuh ke tangan orang iseng, nanti tersebar ke mana-mana dan kalian jadi harus berurusan dengan masalah hukum. Selain malu parah tentunya.

3. Pastikan pasangan tidak keberatan

ilustrasi selfie dengan pasangan (pexels.com/August de Richelieu)

Mungkin kamu memang tidak perlu meminta izin setiap kali hendak mengunggah foto atau video kalian. Tanyakan saja padanya di awal hubungan tentang apakah dia suka bila kebersamaan kalian diunggah ke medsos atau tidak?

Pahami juga batasan-batasan yang diinginkannya. Lebih baik repot sedikit di awal ketimbang kamu telanjur mengunggahnya dan ternyata dia tidak berkenan.

4. Pilih beberapa foto dan video saja agar tak terlalu banyak

ilustrasi selfie dengan pasangan (pexels.com/Kampus Production)

Pada saat kalian berlibur misalnya, foto dan video yang diambil biasanya banyak sekali. Dari yang sebanyak itu, tak perlu semuanya diunggah ke media sosial. Pilih saja yang mewakili momen terbaik kalian.

Tujuannya agar orang lain tak merasa muak dengan unggahanmu. Pun jarang sekali orang yang tertarik untuk melihat seluruh foto atau videomu. Padahal kamu sudah menghabiskan tak sedikit waktu dan kuota buat mengunggahnya, kan?

5. Di dunia nyata juga harus asli mesra

ilustrasi selfie dengan pasangan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Ada yang lebih penting daripada mengunggah foto dan video kemesraan kalian di media sosial. Hal tersebut adalah memastikan hubungan kalian dalam kehidupan sehari-hari juga terjalin dengan baik.

Bahkan, lebih baik ketimbang yang mampu orang lihat dari foto dan video yang kamu unggah. Sebab hanya kemesraan yang asli di dunia nyatalah yang akan memberikan kalian kebahagiaan. Bukan foto dan video yang dimaksudkan untuk sekadar pencitraan.

6. Jangan diniatkan untuk bikin iri pasangan lain atau agar mantan kesal

ilustrasi selfie dengan pasangan (pexels.com/Thirdman)

Kalau niatmu dalam mengunggah foto dan video kalian sudah kurang baik, jangan harap itu akan mendatangkan kebaikan buatmu. Benar, pengguna medsos yang lain mungkin menjadi iri dengan kemesraan kalian. Hati mantan pasangan kalian juga bisa panas.

Hanya saja, apakah kamu benar-benar bakal bahagia setelahnya? Kebahagiaan yang kamu rasakan tidaklah nyata. Kamu justru tak pernah puas, selalu berusaha untuk mengunggah foto dan video yang lebih mesra lagi, dan menjadi benar-benar kesal jika orang-orang mengabaikannya.

Pertimbangan lain sebelum lebay dalam mengunggah foto dan video bersama pasangan sebenarnya simpel saja. Bila terlalu banyak, kelak kamu repot sendiri saat hendak menghapusnya karena hubungan kalian berakhir. Pernah punya pengalaman begini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team