"Kontak dengan alam telah terbukti mengurangi perenungan dan meningkatkan kesejahteraan mental. Merawat tanaman dalam ruangan dapat membantu mengelola emosi dan memberikan rasa pemberdayaan yang membantu mengurangi kecenderungan untuk merenung," demikian tertulis dalam laporan tersebut.
Tanaman dan Efek Menenangkan yang Dicari Anak Muda Zaman Sekarang

Di tengah kehidupan yang serba cepat, banyak anak muda mulai mencari cara sederhana untuk membuat diri mereka merasa lebih tenang. Tekanan pekerjaan, tugas kuliah, media sosial, hingga kebiasaan terus-menerus melihat layar membuat banyak orang merasa mudah lelah secara mental. Karena itu, konsep calming environment atau lingkungan yang menenangkan semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.
Menariknya, salah satu elemen yang paling sering hadir dalam ruang yang dianggap nyaman adalah tanaman. Mulai dari kamar kos, apartemen kecil, hingga ruang kerja, tanaman kini bukan hanya dijadikan dekorasi.
1. Tanaman membantu menurunkan tingkat stres

Salah satu alasan mengapa tanaman begitu disukai adalah karena keberadaannya dapat membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Warna hijau yang identik dengan alam sering kali memberikan efek visual yang lebih lembut dibandingkan lingkungan yang penuh benda elektronik atau dominasi warna perkotaan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa interaksi sederhana dengan tanaman, seperti menyentuh daun atau merawat tanaman pot, dapat membantu menurunkan respons stres pada tubuh. Aktivitas tersebut membuat seseorang lebih fokus pada momen saat ini dan mengurangi tekanan pikiran yang berlebihan.
Penelitian dalam Journal of Physiological Anthropology berjudul "Interaction with indoor plants may reduce psychological and physiological stress by suppressing autonomic nervous system activity in young adults: a randomized crossover study" menemukan bahwa berinteraksi dengan tanaman indoor dapat membantu mengurangi stres psikologis dan fisiologis pada orang dewasa muda. Para peneliti menulis bahwa aktivitas bersama tanaman membantu menekan aktivitas sistem saraf yang berkaitan dengan stres.
2. Tanaman membuat ruangan terasa lebih aman dan nyaman

Banyak psikolog lingkungan menjelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan alami untuk merasa nyaman ketika dekat dengan unsur alam. Inilah alasan mengapa ruang yang memiliki tanaman sering terasa lebih hidup dibandingkan ruangan yang sepenuhnya dipenuhi furnitur atau teknologi.
Tanaman membantu mengurangi kesan ruangan yang kaku dan dingin. Bahkan dalam ruang yang kecil sekalipun, kehadiran beberapa tanaman dapat menciptakan suasana yang lebih hangat dan menenangkan secara visual.
Efek ini menjadi salah satu alasan mengapa konsep biophilic design semakin populer di kalangan generasi muda. Dalam penelitian yang dimuat di jurnal Preventive Medicine berjudul "Stress-reducing effects of indoor plants in the built healthcare environment: The mediating role of perceived attractiveness", para peneliti menemukan bahwa tanaman indoor memiliki efek pengurang stres karena lingkungan tersebut dianggap lebih menarik dan nyaman oleh manusia.
3. Merawat tanaman bisa menjadi bentuk self-care

Bagi banyak anak muda, merawat tanaman menjadi rutinitas kecil yang memberi rasa tenang. Menyiram tanaman, membersihkan daun, atau melihat tunas baru tumbuh dapat memberikan perasaan puas yang sederhana namun menyenangkan.
Di tengah kehidupan yang sering terasa tidak pasti, aktivitas merawat tanaman memberikan rasa kontrol terhadap sesuatu yang bisa dirawat secara perlahan. Hal ini membuat banyak orang merasa lebih terhubung dengan rutinitas yang sehat dan tidak terburu-buru.
Menurut penelitian terbaru dari University of Surrey berjudul "Thriving Through Stressful Life Events with Nature: A Mixed-Method Study on Tending Indoor Plants and Rumination Resilience" mengenai hubungan tanaman dan kesehatan mental, aktivitas merawat tanaman dapat membantu seseorang lebih kuat menghadapi stres serta mengurangi kecenderungan berpikir berulang yang negatif.
4. Kehadiran tanaman membantu pikiran beristirahat dari overthinking

Salah satu masalah yang sering dialami anak muda saat ini adalah overthinking. Pikiran terus bekerja bahkan ketika tubuh sedang beristirahat. Karena itu, banyak orang mulai mencari cara untuk menciptakan ruang yang dapat membantu otak beristirahat sejenak.
Lingkungan yang memiliki unsur alam diketahui dapat membantu proses pemulihan perhatian mental. Ketika seseorang melihat tanaman, otak tidak dipaksa bekerja keras seperti saat menatap layar, membaca notifikasi, atau menerima informasi secara terus-menerus.
Sebuah tinjauan ilmiah Journal of Environmental Psychology dalam Science Direct, menyebutkan bahwa kehadiran tanaman berkaitan dengan berbagai manfaat psikologis. Termasuk kondisi emosional yang lebih positif dan peningkatan kenyamanan mental.
"Selama beberapa dekade terakhir, semakin banyak studi empiris yang mendokumentasikan bahwa pengalaman dengan alam dapat bermanfaat bagi kesejahteraan manusia," tulis laporan tersebut.
5. Tanaman membantu menciptakan calming environment yang dicari generasi sekarang

Saat ini, banyak anak muda tidak hanya mencari ruangan yang estetik, tetapi juga ruang yang bisa membantu mereka merasa lebih tenang. Karena itu, konsep calming environment berkembang menjadi bagian penting dalam desain kamar, tempat kerja, hingga kafe modern.
Tanaman menjadi salah satu elemen utama dalam konsep tersebut karena menghadirkan kesan alami di tengah lingkungan yang didominasi teknologi. Bahkan hanya melihat unsur alam atau membayangkan suasana hijau diketahui dapat memberikan efek relaksasi pada tubuh.
Sebuah studi Teori Pengurangan Stres (SRT) yang dibahas oleh Real Simple, menunjukkan bahwa membayangkan lingkungan alami selama sekitar 30 detik saja dapat membantu memperlambat detak jantung dan meningkatkan rasa tenang. Temuan ini memperkuat teori bahwa manusia memiliki respons psikologis positif terhadap alam.
Meski tanaman bukan solusi tunggal untuk mengatasi stres atau masalah psikologis yang lebih serius, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kehadiran unsur alam dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan mental. Tidak heran jika semakin banyak anak muda yang menjadikan tanaman sebagai bagian dari gaya hidup mereka untuk membangun calming environment yang lebih sehat dan menenangkan.



















