“Studi lain menemukan bahwa modal psikologis yakni gabungan dari harapan, optimisme, ketangguhan, dan efikasi diri, memiliki hubungan yang signifikan dengan cara seseorang menghadapi stagnasi karier serta apakah mereka tetap berkomitmen pada pekerjaannya atau justru mulai menarik diri,” kata Reyna James.
Kenali Career Plateau, Skill Bertambah tapi Karier Stuck

Career plateau terjadi ketika peluang promosi atau variasi tugas dalam organisasi terasa sudah mencapai batas.
Fenomena ini terdiri dari Hierarchical Plateau dan Job Content Plateau, dengan penyebab berupa keterbatasan posisi atau minimnya tantangan baru.
Career plateau berbeda dari burnout, meski stagnansi karier dapat berkaitan dengan kelelahan dan keputusan untuk meninggalkan pekerjaan.
Pernah merasa kemampuanmu terus bertambah, sertifikat makin banyak, dan pengalaman kerja semakin panjang, tapi karier seolah gak bergerak ke mana-mana? Kalau kamu merasakan hal-hal itu, mungkin saja kamu mengalami career plateau.
Bukan sekadar bosan, fenomena ini menunjukkan kondisi di mana seseorang berada dalam karier yang terasa monoton. Lantas, apa sebenarnya career plateau?
1. Apa itu career plateau?

Ilustrasi karier (pexels.com/Alena Darmel) Dalam jurnal "Career plateau: A review of 40 years of research" yang ditulis oleh W.-N. Yang, K. Niven, dan S. Johnson (2019) dijelaskan bagaimana istilah career plateau itu muncul. Konsep ini pertama kali didefinisikan oleh Ferrence et al (1977) sebagai titik dalam karier dengan kemungkinan promosi jabatan yang kecil di masa depan.
Namun, fenomena ini juga dinilai sebagai fase dalam suatu karier profesional. Career plateau bisa dipahami sebagai penilaian seseorang bahwa mereka telah mencapai batas peluang kemajuan karier atau variasi tugas dalam organisasi.
2. Dua jenis career plateau

Ilustrasi karier (pexels.com/Mikhail Nilov) Dalam jurnal tersebut juga dijelaskan bahwa ada beberapa tipe career plateau. Pertama, Hierarchical Plateau yang menjelaskan kondisi di mana seseorang berpeluang rendah mendapatkan promosi jabatan. Meskipun secara kinerja dan kompetensinya sudah mumpuni, tapi karyawan tetap sulit untuk bisa naik level jabatan karena keterbatasan posisi.
Kedua, Job Content Plateau yang menjelaskan kondisi saat karyawan tidak mendapatkan tanggung jawab baru dan merasa pekerjaannya kurang menantang. Posisi atau jabatan karyawan tidak berubah, tetapi ia merasa tidak lagi mendapatkan tantangan dan semua yang dikerjakannya terasa monoton.
3. Burnout berbeda dengan career plateau

ilustrasi karier yang mentok (pexels.com/cottonbro studio) Reyna James sebagai Consultant Psychologist dalam Crink menjelaskan bahwa burnout merupakan salah satu faktor yang berperan. Akar masalahnya adalah stagnansi karier, tetapi burnout bisa membuat seseorang mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaan.
Burnout berkaitan dengan tenaga yang sudah habis atau kelelahan ekstrem akibat bekerja. Hal ini bisa terjadi kalau seseorang melakukan pekerjaan yang melebihi kapasitas atau sumber daya.
“Kondisi career plateau (stagnansi karier) berkaitan dengan kemacetan perkembangan. Kamu mungkin masih memiliki energi, tapi mungkin masih peduli. Namun, gak ada wadah atau kesempatan untuk menyalurkan energi dan kepedulian tersebut,” kata Reyna yang dikutip dalam Crink.
4. Tanda-tanda mengalami career plateau

ilustrasi karier akuntan (pexels.com/Mikhail Nilov) Berikut ini tanda-tanda seseorang mengalami career plateau:
- Perasaan tidak puas atau hampa di pekerjaan bertahan selama sekitar tiga bulan atau lebih, bukan hanya beberapa hari.
- Perasaan jenuh selalu muncul hampir di seluruh pekerjaan, bukan karena situasi atau suatu pekerjaan tertentu
- Ada rasa enggan untuk mengambil tantangan baru. Kamu mungkin jadi malas untuk mengemukakan ide dan hanya menyelesaikan tugas sepenuhnya
- Mulai bertanya-tanya apakah karier ini berada di jalan yang salah atau benar
- Berdampak ke kehidupan pribadi di mana seseorang bisa kehilangan minat pada hobi, malas membicarakan pekerjaan, dan cemas tanpa penyebab yang jelas
Itu dia ulasan seputar career plateau. Apakah kamu mengalaminya?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















