Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by MART PRODUCTION)
Artificial Intelligence bukan lagi teknologi yang hanya digunakan oleh perusahaan teknologi besar. Kini hampir semua bidang pekerjaan mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, mulai dari pemasaran, pendidikan, kesehatan, keuangan, hingga manufaktur.
Karena itu, kemampuan memahami cara kerja AI sekaligus menggunakannya secara efektif diprediksi menjadi salah satu keterampilan yang paling banyak dicari perusahaan dalam beberapa tahun mendatang. Perusahaan membutuhkan karyawan yang dapat bekerja bersama teknologi, bukan sekadar bergantung sepenuhnya pada teknologi tersebut.
"Perluasan akses digital diperkirakan akan menjadi tren yang paling transformatif... dengan 60 persen pemberi kerja memperkirakan hal itu akan mengubah bisnis mereka pada tahun 2030. Kemajuan dalam teknologi, khususnya AI dan pengolahan informasi (86 persen); robotika dan otomatisasi (58 persen); dan pembangkitan, penyimpanan, dan distribusi energi (41 persen), juga diperkirakan akan transformatif," kata Saadia Zahidi managing director di World Economic Forum dalam laporan Future of Jobs Report 2025.
"Tren-tren ini diperkirakan akan memiliki efek yang berbeda pada pekerjaan, mendorong baik peran yang tumbuh paling cepat maupun yang menurun paling cepat, dan memicu permintaan akan keterampilan terkait teknologi, termasuk AI dan big data, jaringan dan keamanan siber, serta literasi teknologi, yang diperkirakan akan menjadi tiga keterampilan yang tumbuh paling cepat," tambahnya.