Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Skill yang Diprediksi Banyak Dicari Perusahaan dalam 5 Tahun ke Depan

5 Skill yang Diprediksi Banyak Dicari Perusahaan dalam 5 Tahun ke Depan
Ilustrasi bekerja produktif (pexels.com/Photo by olia danilevich)
Share Article

Perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan Artificial Intelligence/AI, otomatisasi, dan transformasi digital, telah mengubah cara perusahaan merekrut karyawan. Jika dulu perusahaan lebih mengutamakan kemampuan teknis tertentu, kini mereka juga mencari individu yang mampu beradaptasi, berpikir kritis, serta mampu bekerja berdampingan dengan teknologi.

Perubahan ini diperkirakan akan semakin cepat dalam lima tahun ke depan sehingga setiap pekerja perlu mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Berikut beberapa skill yang diprediksi paling dibutuhkan oleh perusahaan lima tahun ke depan.

1. AI Literacy dan kemampuan memanfaatkan Artificial Intelligence

Ilustrasi bekerja produktif
Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by MART PRODUCTION)

Artificial Intelligence bukan lagi teknologi yang hanya digunakan oleh perusahaan teknologi besar. Kini hampir semua bidang pekerjaan mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, mulai dari pemasaran, pendidikan, kesehatan, keuangan, hingga manufaktur.

Karena itu, kemampuan memahami cara kerja AI sekaligus menggunakannya secara efektif diprediksi menjadi salah satu keterampilan yang paling banyak dicari perusahaan dalam beberapa tahun mendatang. Perusahaan membutuhkan karyawan yang dapat bekerja bersama teknologi, bukan sekadar bergantung sepenuhnya pada teknologi tersebut.

"Perluasan akses digital diperkirakan akan menjadi tren yang paling transformatif... dengan 60 persen pemberi kerja memperkirakan hal itu akan mengubah bisnis mereka pada tahun 2030. Kemajuan dalam teknologi, khususnya AI dan pengolahan informasi (86 persen); robotika dan otomatisasi (58 persen); dan pembangkitan, penyimpanan, dan distribusi energi (41 persen), juga diperkirakan akan transformatif," kata Saadia Zahidi managing director di World Economic Forum dalam laporan Future of Jobs Report 2025.

"Tren-tren ini diperkirakan akan memiliki efek yang berbeda pada pekerjaan, mendorong baik peran yang tumbuh paling cepat maupun yang menurun paling cepat, dan memicu permintaan akan keterampilan terkait teknologi, termasuk AI dan big data, jaringan dan keamanan siber, serta literasi teknologi, yang diperkirakan akan menjadi tiga keterampilan yang tumbuh paling cepat," tambahnya.

2. Berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah

Ilustrasi bekerja (unsplash.com/Aleh Tsikhanau)
Ilustrasi bekerja (unsplash.com/Aleh Tsikhanau)

Di tengah semakin canggihnya AI, kemampuan manusia untuk berpikir kritis justru menjadi semakin penting. AI dapat membantu mengolah data dan memberikan berbagai rekomendasi, tetapi keputusan akhir tetap membutuhkan pertimbangan manusia.

Oleh karena itu, perusahaan akan semakin menghargai karyawan yang mampu menganalisis informasi, mempertanyakan asumsi, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti. Kemampuan berpikir kritis juga membantu seseorang menghadapi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, bekal ini bisa diajarkan mulai sejak sekolah.

"Disebut juga sebagai 'keterampilan belajar abad ke-21' atau 'berpikir kritis', tujuannya adalah untuk membekali siswa dengan serangkaian pendekatan pemecahan masalah umum yang dapat diterapkan pada domain apa pun; hal ini dipuji oleh para pemimpin bisnis sebagai seperangkat disposisi penting untuk abad ke-21," kata Carl Hendrick kepala pembelajaran dan penelitian di Wellington College di Berkshire dikutip dari London School of Economics and Political Science.

3. Kemampuan beradaptasi dan kemauan belajar

Ilustrasi bekerja produktif
Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by Anh Tuan)

Perubahan teknologi yang begitu cepat membuat banyak pekerjaan terus mengalami penyesuaian. Keterampilan yang relevan saat ini belum tentu masih dibutuhkan lima tahun lagi. Oleh karena itu, perusahaan semakin mencari kandidat yang mampu beradaptasi dengan perubahan.

Mereka harus bisa terbuka terhadap cara kerja baru, dan memiliki semangat untuk terus belajar. Kemampuan ini dikenal sebagai adaptability atau kemampuan beradaptasi. Tapi adaptabilitas tidak hanya berarti mampu menggunakan teknologi baru.

Lebih dari itu, seseorang juga perlu siap menghadapi perubahan organisasi, budaya kerja, hingga tuntutan pelanggan yang terus berkembang. Karyawan yang mudah belajar biasanya lebih cepat menguasai tugas baru, mampu berpindah peran ketika dibutuhkan, dan tetap produktif meskipun menghadapi situasi yang tidak pasti.

"Berpikir analitis tetap menjadi keterampilan inti teratas bagi pemberi kerja, dengan tujuh dari 10 perusahaan menganggapnya penting. Ini diikuti oleh ketahanan, fleksibilitas, dan ketangkasan, bersama dengan kepemimpinan dan pengaruh sosial, yang menggarisbawahi peran penting adaptabilitas dan kolaborasi di samping keterampilan kognitif," tulis dalam laporan Future of Jobs Report 2025.

4. Kecerdasan emosional (emotional intelligence)

Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by Vlada Karpovich)
Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by Vlada Karpovich)

Meski AI mampu mengerjakan banyak tugas, kemampuan memahami emosi manusia masih menjadi keunggulan yang sulit digantikan oleh mesin. Karena itu, kecerdasan emosional (EQ) diperkirakan tetap menjadi salah satu keterampilan yang paling dicari perusahaan dalam lima tahun ke depan. Karyawan dengan EQ yang baik cenderung mampu membangun hubungan kerja yang sehat, menyelesaikan konflik secara dewasa, dan bekerja efektif dalam tim.

Kecerdasan emosional juga berperan penting dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengambil keputusan, tetapi juga memahami kondisi anggota tim, memberikan motivasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang positif. Di tengah tren kerja hybrid dan kolaborasi lintas negara, kemampuan berkomunikasi dengan empati menjadi semakin penting.

 

5. Kreativitas dan kemampuan berinovasi

Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by Nataliya Vaitkevich)
Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by Nataliya Vaitkevich)

Di era ketika AI dapat menghasilkan teks, gambar, bahkan membantu membuat kode program, kreativitas manusia justru menjadi semakin berharga. Perusahaan membutuhkan individu yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga menghasilkan ide-ide baru, menemukan solusi unik, dan menciptakan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi bisnis.

Kreativitas bukan hanya milik pekerja di bidang seni atau desain. Hampir semua profesi membutuhkannya, mulai dari tenaga pemasaran yang harus membuat strategi baru, analis bisnis yang mencari peluang pasar, hingga insinyur yang mengembangkan produk inovatif. Kemampuan melihat peluang dari sebuah masalah menjadi salah satu ciri pekerja yang akan tetap relevan di masa depan.

Lima tahun ke depan, dunia kerja diperkirakan akan mengalami perubahan yang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Dengan mulai berinvestasi pada pengembangan diri sejak sekarang, peluang untuk tetap kompetitif dan dibutuhkan perusahaan di masa depan akan semakin besar.

Share Article
Curated For You

5 Cara Menjaga Hubungan Tetap Sehat di Tengah Kesibukan Karier

08 Jul 2026, 12:30 WIBLife
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More