Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Squidward Gak Suka Pekerjaannya, Ini Pelajaran Soal Work-Life Balance
cuplikan episode Squid’s on a Bus (youtube.com/ SpongeBob SquarePants Official)
  • Squidward menunjukkan bahwa bekerja sesuai kebutuhan dapat membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

  • Batasan yang tegas membantu memisahkan pekerjaan dari waktu istirahat, termasuk dengan tidak membawa pekerjaan ke rumah.

  • Prioritas, pengaturan waktu, pengurangan distraksi, dan teknik Pomodoro dapat membantu menjaga fokus sekaligus memberi ruang untuk beristirahat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penerapan work-life balance melalui batasan kerja, pengaturan prioritas, dan manajemen waktu.
  • Who?
    Squidward dalam kartun SpongeBob SquarePants menjadi contoh penerapan work-life balance.
  • Where?
    Di tempat kerja dan di luar tempat kerja, termasuk rumah serta waktu untuk hobi.
  • When?
    Per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Untuk menjaga waktu istirahat dan bersosialisasi, kesehatan mental, serta produktivitas.
  • How?
    Dengan meninggalkan pekerjaan di tempat kerja, membuat aturan tegas, mengatur prioritas, mengurangi distraksi, dan memakai teknik Pomodoro.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Squidward bekerja secukupnya supaya masih punya waktu untuk istirahat dan melakukan hal yang ia suka, seperti bermusik. Ia membuat batas antara pekerjaan dan waktu pribadi. Ia juga mengatur tugas, mengurangi gangguan, dan beristirahat setelah bekerja. Dengan begitu, ia bisa tetap bekerja dan menjaga kesehatan mental.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjaga work-life balance memberi ruang untuk bekerja secara fokus sekaligus menikmati waktu pribadi. Batasan yang jelas, pengaturan prioritas, dan waktu istirahat dapat membantu seseorang melindungi waktunya. Kebiasaan mengeksplorasi hobi seperti bermusik juga membuka kesempatan untuk menjaga kesehatan mental serta mengembangkan bakat dan minat di luar pekerjaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sibuk bukan berarti selalu produktif. Terkadang, kesibukan yang mengorbankan waktu istirahat dan bersosialisasi justru terjadi karena kegagalan mengatur waktu. Padahal, dengan menerapkan kerja cerdas dan menjaga work-life balance, produktivitas justru bisa meningkat.

Hal tersebut bisa dilihat dari karakter Squidward dalam kartun SpongeBob SquarePants yang kerap menunjukkan sikap seolah malas bekerja. Namun, Squidward mungkin bukan benar-benar malas bekerja. Ia hanya bekerja sesuai dengan standar yang dibutuhkan agar tetap bisa menjalani work-life balance. Di luar tempat kerja, Squidward juga menunjukkan kebiasaannya mengeksplorasi hobi dan minat, seperti bermusik. Kebiasaan ini tentunya dapat menjadi cara untuk menjaga kesehatan mental sekaligus mengembangkan bakat dan minat di luar pekerjaan.

1. Tinggalkan pekerjaan di tempat kerja

Tuan Krabs menjadi bos yang semena-mena (dok. Nickelodeon/SpongeBob SquarePants)

Sering kali, kamu mungkin membawa pulang pekerjaan sehingga tidak ada batasan yang tegas antara kehidupan pribadi dan ranah profesional. Melansir The Guardian, membawa pekerjaan ke rumah dapat membuat keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan personal tidak berjalan dengan baik. Untuk itu, terapkan batas yang jelas dengan menyelesaikan pekerjaan di kantor dan tidak membawanya pulang.

Hal ini dapat dilakukan dengan fokus pada pekerjaan selama berada di kantor agar tugas segera terselesaikan dalam durasi yang telah ditentukan. Setelah itu, cobalah fokus melakukan hal-hal yang bersifat pribadi agar pikiran menjadi lebih segar. Squidward pun memiliki kebiasaan menikmati waktu setelah bekerja dengan bersantai, melakukan self-care, dan bermusik.

2. Tidak apa-apa jika mereka harus menunggu, kamu punya aturan sendiri!

Squidward (dok. Nickelodeon/SpongeBob SquarePants)

Salah satu cara menerapkan work-life balance adalah membuat aturan dan batasan yang tegas. Menurut riset yang dilakukan The Guardian, 81 persen generasi milenial memang memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengabaikan batasan antara pekerjaan dan kehidupan personal dibandingkan generasi di bawahnya. Sementara itu, Gen Z berpandangan bahwa mereka perlu menetapkan pola kerja sendiri, termasuk dengan memanfaatkan bantuan teknologi.

Oleh karena itu, menerapkan batasan dan aturan yang tegas dalam pekerjaan menjadi hal yang esensial. Tidak masalah jika orang lain harus menunggu ketika kamu tidak membalas email pada hari libur. Sebab, menurut Oliver Burkeman, penulis buku Help! How to Become Slightly Happier and Get a Bit More Done, cukup katakan tidak tanpa perlu menjelaskan bahwa kamu tidak selalu tersedia sepanjang waktu.

3. Mengatur prioritas dan waktu dengan baik

Squidward mempermalukan SpongeBob dengan membacakan buku hariannya. (dok. Nickelodeon/SpongeBob SquarePants)

Squidward mungkin memiliki kemampuan mengatur waktu yang baik selama bekerja dan dapat menentukan prioritas secara efisien. Mengutip laman Universitas Melbourne, pakar manajemen waktu menyarankan untuk mengurangi distraksi, terutama yang berasal dari notifikasi.

Kamu juga dapat menerapkan teknik manajemen waktu seperti Pomodoro yang membuatmu fokus bekerja selama 25 menit, kemudian beristirahat selama 5 menit. Teknik ini dapat membantu menjaga fokus sekaligus memberikan waktu istirahat di sela-sela pekerjaan.

Menerapkan manajemen waktu yang baik dapat membantu melindungi waktu yang kamu miliki. Selain itu, penting untuk membangun prioritas berdasarkan goals dan values yang ingin dicapai, kemudian menyelaraskannya dengan kebutuhan serta sumber daya personal yang dimiliki.

Curated For You

Editorial Team

Related Article