"Tetapkan waktu rutin tanpa teknologi: Sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, batasi penggunaan perangkat seperti TV, ponsel, komputer, gim, atau perangkat elektronik lainnya pada waktu-waktu tertentu. Jeda penggunaan teknologi yang lebih lama setiap harinya juga bermanfaat, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak yang masih sangat kecil," jelasnya dalam HealthyChildren.
5 Cara Orangtua Gen Z Cari Hiburan Tanpa Mengorbankan Waktu Istirahat

Menjadi orangtua di era digital membuat pilihan hiburan terasa semakin beragam. Setelah menjalani rutinitas kerja, mengurus rumah, dan menemani anak, orangtua Gen Z mungkin ingin menonton serial terbaru, bermain gim, scrolling media sosial, nongkrong di kafe, atau pergi ke acara hiburan untuk melepas penat.
Namun, kebutuhan orangtua untuk bersantai tetap perlu berjalan beriringan dengan kebutuhan anak untuk tidur, bermain, bergerak, dan mendapatkan perhatian. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba.
1. Pilih hiburan yang bisa dilakukan setelah anak tidur

ilustrasi parenting (pexels.com/PNW Production) Cara paling sederhana adalah memisahkan waktu hiburan orangtua dengan waktu tidur anak. Misalnya, setelah rutinitas bedtime selesai dan anak sudah tidur, orangtua bisa menggunakan waktu tersebut untuk menonton satu episode serial, membaca buku, bermain gim, mendengarkan podcast, atau sekadar scrolling media sosial.
Pembagian waktu seperti ini juga membantu anak memiliki rutinitas tidur yang lebih konsisten. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa pada anak 0-5 tahun, pola aktivitas dalam 24 jam perlu dilihat secara keseluruhan karena tidur, aktivitas fisik, dan waktu sedentari saling berkaitan. WHO juga menekankan pentingnya waktu tidur yang cukup dan berkualitas bagi perkembangan anak.
Namun, orangtua juga perlu berhati-hati agar hiburan setelah anak tidur tidak berubah menjadi begadang. Dr. Joanna Parga-Belinkie, MD, IBCLC, FAAP, seorang neonatolog dan anggota American Academy of Pediatrics Council on Communications and Media, menyarankan adanya batasan penggunaan teknologi di rumah, termasuk sebelum waktu tidur.
2. Manfaatkan waktu anak tidur siang untuk hiburan singkat

ilustrasi parenting (pexels.com/Ketut Subiyanto) Bagi orangtua yang memiliki anak kecil, waktu tidur siang bisa menjadi kesempatan untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan. Tidak harus selalu digunakan untuk pekerjaan rumah. Orangtua dapat memilih hiburan sederhana seperti menonton satu episode, membaca beberapa halaman buku, menikmati kopi sambil mendengarkan musik, atau melakukan hobi selama 20–30 menit.
Dr. Whitney Casares, MD, MPH, FAAP, dokter anak bersertifikat dan penulis bidang kesehatan keluarga, menjelaskan bahwa orangtua memang membutuhkan waktu untuk mengisi ulang energi. Jadi, waktu tidur anak dapat menjadi kesempatan bagi orangtua untuk beristirahat atau menikmati hiburan, bukan alasan untuk mengurangi waktu tidur anak.
"Kenyataannya, satu-satunya cara untuk merawat keluargamu dengan sebaik-baiknya adalah dengan memastikan kamu meluangkan waktu untuk merawat diri sendiri," jelasnya dalam HealthyChildren.
3. Kalau ingin keluar rumah, atur sistem gantian dengan pasangan

ilustrasi parenting (freepik.com/freepik) Tidak semua hiburan harus dilakukan di rumah. Orangtua tetap bisa pergi menonton film, bertemu teman, menghadiri acara, berolahraga, atau sekadar nongkrong sebentar. Agar kegiatan tersebut tidak mengganggu jadwal tidur anak, pasangan dapat membuat sistem bergantian dalam mengasuh.
Misalnya, ayah memiliki waktu keluar rumah selama dua jam pada Sabtu sore, kemudian ibu mendapat kesempatan yang sama pada Minggu sore. Dengan sistem semacam ini, anak tetap mendapatkan pendampingan dari salah satu orangtua, sementara keduanya mempunyai kesempatan mendapatkan waktu pribadi.
4. Jadikan hiburan keluarga sebagai aktivitas bersama, bukan tambahan waktu layar

ilustrasi parenting (freepik.com/pressfoto) Ada kalanya hiburan orangtua dan anak bisa digabung. Misalnya, menonton film keluarga, memasak makanan favorit, bermain board game, pergi ke taman, membaca buku bersama, atau menikmati akhir pekan dengan berjalan-jalan. Dengan begitu, orangtua tetap memperoleh pengalaman rekreatif tanpa harus mengambil waktu tidur anak.
Dr. Parga-Belinkie juga menekankan pentingnya interaksi langsung antara orangtua dan anak. Hal itu bisa main bersama, membaca buku, atau kegiatan lainnya. Dengan demikian, hiburan bersama tidak harus selalu berupa penggunaan gadget.
"Bermainlah bersama. Ada banyak manfaat bagi perkembangan anak saat kamu memainkan permainan sederhana, tanpa teknologi bersama mereka. Permainan yang tampak sederhana seperti cilukba, tepuk tangan berirama memiliki peran penting: permainan ini mendorong interaksi tatap muka," jelasnya dalam HealthyChildren.
"Berbagilah fokus yang sama: Membaca buku bersama, berbagi mainan, atau sama-sama memperhatikan seekor anjing di taman. Ketika dua orang memusatkan perhatian pada hal yang sama di saat yang bersamaan, mereka melakukan apa yang disebut sebagai "perhatian bersama" (joint attention). Ini adalah bagian vital dari komunikasi sekaligus bentuk permainan," tambahnya.
5. Buat "jam hiburan orangtua" yang jelas agar tidak kebablasan

ilustrasi parenting (freepik.com/freepik) Orangtua Gen Z mungkin sudah terbiasa dengan hiburan digital yang tidak memiliki batas akhir yang jelas. Satu video bisa berubah menjadi puluhan video, satu episode menjadi satu musim, dan beberapa menit scrolling dapat berubah menjadi satu jam.
Oleh karena itu, menetapkan batas waktu sebelum mulai menikmati hiburan dapat membantu. Dr. Parga secara khusus juga menyarankan orangtua membuat batas untuk penggunaan ponsel ketika membutuhkan waktu istirahat.
"Atur pengatur waktu kamu sendiri. Orangtua sering kali mengatakan bahwa mereka menggunakan ponsel untuk sedikit 'melepas penat' dari stres mengasuh anak, namun aliran konten yang tiada habisnya bisa membuat mereka menghabiskan waktu lebih lama untuk menggulir layar daripada yang sebenarnya direncanakan! Jika kamu butuh jeda sejenak dari anak-anak, pasanglah pengatur waktu agar kamu ingat untuk kembali berinteraksi dengan mereka," sarannya.
Mencari hiburan sebagai orangtua bukan sesuatu yang harus dilakukan dengan rasa bersalah. Orangtua juga membutuhkan waktu untuk tertawa, bersantai, bertemu teman, menjalani hobi, atau sekadar menikmati waktu tanpa tuntutan pengasuhan. Yang penting, hiburan tersebut tidak menggeser kebutuhan dasar anak, terutama tidur, aktivitas fisik, interaksi dengan orangtua, dan rutinitas yang konsisten.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)








![[QUIZ] Dari Love Language, Seberapa Akrab Hubunganmu dengan Diri Sendiri?](https://image.idntimes.com/post/20250208/love-yourself-beab7a05d394bc9725846ba0664ebe43-8974ac5049088dd23b4fdc945c214ddc.jpg)

![[QUIZ] Pilih Keadaan, Ini Batas Empati Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260709/pexels-mart-production-7699371_570f49dd-45de-4257-8939-7f7fc87f2f84.jpg)



![[QUIZ] Kamu Tipe Tahan Banting atau Perlu Waktu?](https://image.idntimes.com/post/20250531/screenshot-2025-05-31-185403-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-786476ab1d8f15d8942038d9afd86312.png)




![[QUIZ] Dari Warna Favorit, Kamu Tipe Jujur atau Diplomatis?](https://image.idntimes.com/post/20250920/girl_b255f961-225f-4484-9769-6ca360919028.jpg)



![[QUIZ] Dari Tokoh Doraemon, Apa Mimpimu yang Terwujud di Masa Depan?](https://image.idntimes.com/post/20260324/01ker2a6artv77xb64kczmja4c-picsay_5bae9f6a-5d08-4610-a782-1ee38b695169.jpg)