Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Strategi Menabung untuk Gaji Entry-level yang Realistis

Ilustrasi dompet berisi uang
Ilustrasi dompet berisi uang (freepik.com/rawpixel.com)
Intinya sih...
  • Menetapkan target menabung yang masuk akal, sekitar 5-10% dari gaji entry-level
  • Terapkan sistem menabung pada awal bulan untuk menjaga konsistensi
  • Beda-beda kebutuhan, keinginan, dan FOMO agar bisa mengontrol pengeluaran tanpa merasa kehilangan kualitas hidup
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Masuk dunia kerja sering kali dibarengi satu realitas yang bikin kaget. Gaji entry-level terasa cepat habis karena harus dibagi untuk banyak kebutuhan dasar, mulai dari tempat tinggal, makan harian, transportasi, hingga pengeluaran kecil yang sering dianggap sepele. Baru beberapa hari gajian, saldo rekening sudah kembali menipis.

Kondisi ini membuat menabung terdengar mustahil bagi banyak pekerja baru. Padahal, menabung bukan hanya soal besar kecilnya gaji, melainkan tentang cara mengelola uang dengan strategi yang tepat. Dengan pendekatan yang realistis dan konsisten, gaji entry-level tetap bisa disisihkan tanpa harus hidup terlalu ketat atau merasa tersiksa. Mari, simak cara menabung yang realistis meskipun kamu masih di posisi entry-level!

1. Tentukan target menabung yang masuk akal

ilustrasi menabung
ilustrasi menabung (freepik.com/freepik)

Kesalahan yang sering dilakukan pekerja baru adalah menetapkan target menabung yang terlalu tinggi. Baru menerima gaji pertama, tetapi sudah memaksa diri menyisihkan 30–40 persen penghasilan tiap bulan. Target yang tidak sesuai kemampuan justru membuat proses menabung cepat berhenti di tengah jalan.

Untuk tahap awal, menyisihkan sekitar 5–10 persen dari gaji entry-level sudah tergolong aman dan realistis. Tentukan tujuan tabungan secara spesifik. Misalnya untuk dana darurat, membeli perlengkapan kerja, atau tabungan keamanan. Target yang jelas membuat proses menabung terasa lebih terarah dan bukan sekadar formalitas.

2. Terapkan sistem menabung pada awal bulan

ilustrasi uang
ilustrasi uang (vecteezy.com/Ivan Ahmad Jauhari)

Menunggu sisa uang pada akhir bulan sering kali berakhir dengan nol tabungan. Tanpa perencanaan yang jelas, pengeluaran kecil sehari-hari bisa menghabiskan gaji tanpa terasa. Oleh karena itu, menabung pada awal bulan jauh lebih efektif dibandingkan menunggu sisa uang pada akhir bulan.

Begitu gaji masuk, langsung sisihkan dana tabungan dan perlakukan sebagai pengeluaran wajib. Kamu bisa memanfaatkan fitur autodebit ke rekening terpisah agar uang tersebut tidak tercampur dengan dana operasional harian. Cara ini membantu menjaga konsistensi menabung dalam jangka panjang.

3. Bedakan kebutuhan, keinginan, dan FOMO

ilustrasi belanja online
ilustrasi belanja online (freepik.com/freepik)

Pada fase entry-level, godaan fear of missing out (FOMO) terasa sangat kuat. Ajakan nongkrong, beli barang atau makanan viral, dan gaya hidup rekan kerja sering kali membuat pengeluaran membengkak. Tanpa disadari, keinginan ini sering disamakan dengan kebutuhan.

Biasakan untuk berhenti sejenak sebelum mengeluarkan uang dan tanyakan pada diri sendiri alasan di balik pembelian tersebut. Apakah benar-benar dibutuhkan, hanya keinginan, atau murni ikut-ikutan? Dengan memahami pola konsumsi pribadi, kamu bisa mengontrol pengeluaran tanpa merasa kehilangan kualitas hidup.

4. Cari tambahan penghasilan yang konsisten

ilustrasi freelancer sedang bekerja
ilustrasi freelancer sedang bekerja (pexels.com/Canva Studio)

Jika gaji entry-level terasa terlalu ketat, mencari penghasilan tambahan bisa menjadi solusi yang realistis. Side hustle ringan, seperti freelance kecil, jualan online, atau proyek lepas bisa memberikan ruang lebih untuk menabung. Tidak perlu langsung besar, yang penting konsisten dan sesuai kemampuan.

Namun, penting untuk tidak langsung menaikkan gaya hidup saat penghasilan bertambah. Idealnya, penghasilan tambahan ini dialokasikan khusus untuk tabungan atau dana darurat. Dengan begitu, kondisi finansial bisa membaik tanpa menambah beban pengeluaran baru.

5. Fokus kepada progres diri, bukan perbandingan

ilustrasi uang
ilustrasi uang (unsplash.com/Mufid Majnun)

Tiap orang memiliki kondisi finansial yang berbeda-beda. Ada yang masih tinggal bersama orangtua, ada pula yang harus mandiri sepenuhnya sejak awal bekerja. Membandingkan jumlah tabungan dengan orang lain hanya akan menambah tekanan dan rasa tidak puas.

Lebih baik fokus kepada perkembangan keuangan diri sendiri dari waktu ke waktu. Selama tabungan terus bertambah dan kebiasaan finansial makin tertata, kamu sudah berada di jalur yang tepat. Konsistensi kecil yang dilakukan terus-menerus jauh lebih bernilai daripada pencapaian besar yang hanya sesekali.

Menabung dengan gaji entry-level memang bukan perkara mudah, bukan pula sesuatu yang mustahil. Dengan strategi yang tepat, kebiasaan yang konsisten, dan mindset yang realistis, kamu bisa membangun fondasi keuangan sejak awal karier. Nominalnya boleh kecil, tetapi dampaknya akan terasa besar pada masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Life

See More

Saat Berdua Tak Lagi Cukup, Kapan Hubungan Butuh Bantuan Pihak Ketiga?

06 Jan 2026, 23:54 WIBLife