Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ceramah Tarawih 2026 Malam Ketujuh: Memuliakan Al-Qur'an

Ceramah Tarawih 2026 Malam Ketujuh: Memuliakan Al-Qur'an
ilustrasi ceramah (Pexels.com/Irwan Zahuri)
Intinya Sih

  • Ceramah Tarawih 2026 malam ke-7 mengingatkan umat Muslim tentang pentingnya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup yang harus dipahami, direnungkan, dan diamalkan.

  • Al-Qur'an memberi petunjuk kepada jalan yang lurus dan kabar gembira bagi orang-orang beriman, bukan sekadar bacaan tetapi panduan hidup yang sempurna.

  • Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Qur'an, dengan menghayati ayat-ayatnya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ceramah Tarawih 2026 malam ketujuh menjadi momentum penting untuk kembali mengingatkan umat Muslim mengenai hubungannya dengan Al-Qur’an. Di bulan Ramadan, Al-Qur'an tidak hanya sekadar dibaca, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang harus dipahami, direnungkan, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, Ramadan menjadi bulan yang tepat untuk memperbaiki kualitas interaksi dengan kitab suci, bukan hanya kuantitas bacaan.

Malam ketujuh Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat komitmen spiritual kita. Setelah hampir sepekan berpuasa, hati mulai ditempa oleh kesabaran dan pengendalian diri yang lebih matang. Tema memuliakan Al-Qur'an dalam ceramah tarawih 2026 malam ketujuh ini, diharapkan mampu menginspirasi jamaah agar menjadikan kitab suci sebagai cahaya hati dan arah kehidupan.

1. Bagian pembuka

Ceramah bertemakan memuliakan Al-Qu'ran
Ceramah bertemakan memuliakan Al-Qu'ran(Dok. IDN Times/Istimewa)

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil alamin, segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam yang masih memberikan nikmat iman, Islam, dan kesehatan sehingga kita dipertemukan kembali dengan Ramadan. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Jamaah yang dirahmati Allah, pada ceramah Tarawih 2026 malam ketujuh ini, mari kita renungkan kembali kehadiran Al-Qur'an dalam hidup kita. Ramadan disebut sebagai bulan Al-Qur'an karena di bulan inilah, kitab suci diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia.

2. Bagian isi

ilustrasi ceramah Tarawih ke-7
ilustrasi ceramah Tarawih ke-7 (unsplash.com/Raka Dwi Wicaksana)

Jamaah shalat tarawih yang berbahagia. Allah berfirman dalam surat Al-Isra ayat 9:


اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ ۝٩

inna hâdzal-qur'âna yahdî lillatî hiya aqwamu wa yubasysyirul-mu'minînalladzîna ya‘malûnash-shâliḫâti anna lahum ajrang kabîrâ

artinya: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar.” (QS. Al-Isra ayat 9).

Dalam Surah Al-Isra ayat 9, Allah SWT menegaskan bahwa Al-Qur'an memberi petunjuk kepada jalan yang lurus dan memberi kabar gembira bagi orang-orang beriman. Ayat ini menjadi dalil yang sangat jelas bahwa Al-Qur'an bukan sekadar bacaan, melainkan panduan hidup yang sempurna. Siapa pun yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pegangan, maka ia tidak akan tersesat dalam menjalani hidupnya.

Al-Qur'an membimbing manusia dalam segala aspek, mulai dari ibadah, akhlak, hingga hubungan sosial. Ketika manusia bingung menentukan mana yang benar dan mana yang salah, Al-Qur'an hadir memberikan batas yang tegas. Karena itu, penceramah mengingatkan kepada jamaah bahwa solusi atas kebingungan hidup adalah kembali kepada petunjuk Allah SWT.

Jamaah yang dimuliakan Allah, membaca Al-Qur'an di bulan Ramadan adalah kebiasaan mulia. Namun, alangkah baiknya bila kita semua menyempurnakannya dengan menghayati ayat-ayatnya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk memuliakan Al-Qur'an, kitab ini bukan hanya dilafalkan dengan indah, tetapi juga diamalkan dalam sikap dan perbuatan.

Jamaah sekalian, Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Qur'an. Kedekatan dengan Al-Qur'an akan memengaruhi cara kita berpikir, berbicara, dan juga bertindak. Maka dari itu, muliakanlah Al-Qur'an dengan menghayatinya karena ia merupakan sahabat terbaik dalam kehidupan kita semua.

3. Bagian penutup

ilustrasi ceramah Tarawih
ilustrasi ceramah Tarawih (pexels.com/Alena Darmel)

Jamaah yang berbahagia, di ujung ceramah tarawih malam ketujuh ini, mari kita bertanya pada diri kita sendiri. Apakah kita sudah memuliakan Al-Qur'an sebagaimana mestinya? Jangan sampai kita mengaku mencintai, tetapi jarang membacanya, apalagi mengamalkannya. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki hubungan kita dengan kitab suci ini.

Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang selalu dekat dengan Al-Qur'an dan dimuliakan karenanya. Semoga ceramah ini menjadi pengingat yang menggerakkan hati untuk berubah menjadi lebih baik. Aamiin ya Rabbal ‘alamin

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Itulah ceramah arawih 2026 malam ketujuh tentang memuliakan Al-Qur'an. Melalui ceramah tersebut, diharapkan mampu menjadi pengingat sekaligus penggerak hati bagi siapa saja yang mendengarnya untuk membaca dan mengamalkan Al-Qur'an. Semoga pesan yang disampaikan dalam ceramah ini benar-benar menguatkan komitmen kita untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an.


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us

Latest in Life

See More