Siapa yang gak mau begitu bekerja langsung dapat gaji besar? Semua orang pasti menginginkannya. Hanya saja, faktanya tak semudah itu. Masih banyak karyawan yang penghasilannya pas-pasan. Bahkan di bawah upah minimum daerah mereka.
5 Tips Survive meski Gaji Minim sambil Meningkatkan Kesejahteraan

- Artikel membahas cara bertahan hidup dengan gaji minim melalui penghematan, seperti membawa bekal makan siang dan menekan biaya transportasi sesuai kondisi pribadi.
- Ditekankan pentingnya menjaga gaya hidup agar tidak terpengaruh teman yang berpenghasilan lebih tinggi serta menghindari utang demi penampilan.
- Disarankan mencari pekerjaan sampingan dan berbelanja secara selektif untuk menambah pemasukan serta menjaga kestabilan keuangan hingga kesejahteraan meningkat.
Ini bukan situasi yang ideal. Namun, mengundurkan diri terkadang juga bukan solusi yang tepat. Apalagi ketika dirimu belum dilirik oleh perusahaan lain. Daripada nganggur serta tak punya pemasukan sama sekali, lebih baik bertahan dulu di pekerjaan sekarang.
Ketika mengeluh tak menyelesaikan masalah, kamu bisa mencoba tips-tips di bawah ini biar bisa survive meski gaji minim. Dirimu gak akan selamanya dalam mode survive, kok. Cepat atau lambat, kesejahteraanmu pasti bakal membaik juga dengan bekerja di tempat yang sama atau berbeda.
1. Kalau gak dapat kupon atau jatah makan siang bawa bekal

Langsung dimulai dari langkah penghematan untuk biaya makan siang. Walaupun cuma sekali, kalau makan siang tidak ditanggung kantor dalam sebulan, pasti lumayan. Misal, seporsi makan siang plus minum 25 ribu rupiah.
Dalam 26 hari kerja, pengeluaranmu mencapai 650 ribu rupiah. Uang segitu bila dibelanjakan untuk bahan makanan untuk dimasak sendiri bisa buat makan 3 kali sehari selama sebulan penuh. Toh, pada dasarnya makan siang bisa apa saja.
Terpenting adalah bahwa nutrisi masih memadai untuk menunjang kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Menunya dapat dibuat sama dengan sarapan supaya dirimu gak usah memasak dobel sebelum berangkat kerja. Nasi, satu macam tumis sayur, dan telur atau tahu tempe pun telah cukup untuk memasok energi. Minumnya juga bawa sendiri.
2. Hitung biaya kos, bawa kendaraan sendiri, atau naik kendaraan umum

Gak ada kepastian indekos akan lebih murah daripada membawa kendaraan sendiri dan naik kendaraan umum. Begitu pula sebaliknya. Tergantung keadaanmu. Kalau dirimu kerja di pusat kota besar, biaya ngekos biasanya juga ikut mahal.
Pilihan kos-kosannya cenderung mewah. Bahkan tempat kos yang paling sederhana pun disewakan dengan harga lumayan. Bawa kendaraan sendiri juga dapat lebih mahal atau lebih murah daripada naik kendaraan umum tergantung pada titik rumahmu.
Apabila lokasi rumah sulit dijangkau dengan kendaraan umum, bawa kendaraan sendiri lebih masuk akal. Selain gampang, pasti ongkos per bulannya lebih ringan dibandingkan dengan dirimu yang gonta-ganti kendaraan umum. Total biaya transportasi umum membengkak. Kamu juga lebih capek berpindah-pindah kendaraan.
3. Hati-hati terpengaruh gaya hidup teman

Punya gaji pas-pasan berarti kamu harus membangun pertahanan diri yang lebih kuat terhadap berbagai pengaruh teman. Kawan-kawanmu mungkin sudah punya pendapatan yang lebih tinggi karena masa kerja lebih lama. Atau, posisinya di kantor lebih tinggi darimu.
Mereka berani gonta-ganti gadget serta kendaraan. Makan saja tak mau di sembarang tempat. Harus di kafe yang fancy. Parfum pun berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Biarkan itu menjadi gaya hidup mereka.
Dirimu dengan penghasilan kecil tak usah ikut-ikutan. Bahkan kelak pendapatanmu sudah lebih besar pun gak wajib mengubah lifestyle. Kamu masih bisa pakai parfum minimarket dan gawai atau kendaraan lama.
Ada pula teman dengan penghasilan sama denganmu, tetapi berani berutang buat gaya hidup. Ini juga tidak untuk ditiru. Tetaplah menjadi diri sendiri dan bertindak logis sesuai kemampuan finansialmu saat ini.
4. Miliki side job

Punya side job atau pekerjaan sampingan tidak berarti kamu hidup hanya untuk bekerja. Memang itu akan mengambil banyak waktumu. Namun, hasilnya lumayan buat menambah pemasukan. Bahkan beberapa orang bisa amat berhasil menekuni pekerjaan sampingan mereka.
Sampai hasilnya lebih gede daripada gaji dari pekerjaan utama. Kemudian mereka siap beralih sepenuhnya ke pekerjaan sampingan dan resign. Bila menurutmu pekerjaan utama memang kurang prospektif, mulai mencari side job dapat menjadi solusi.
Walaupun buat beberapa lama pekerjaan itu hanya menghasilkan sedikit uang, tekuni saja dulu. Bahkan tambahan 100 atau 200 ribu rupiah pun sudah membantu perekonomianmu. Ketika gajimu kecil, hindari pemikiran malas mengambil pekerjaan sampingan jika hasilnya juga tak seberapa. 1+1=2 sementara 1+0=1.
5. Selektif saat belanja bulanan

Belanja bulanan menyedot gajimu paling banyak. Apalagi saat pendapatan masih kecil. Untuk belanja bulanan saja bisa memakan lebih dari 50 persen pendapatan. Mungkin malah sampai 70 persen.
Oleh sebab itu, kamu harus sangat selektif dalam berbelanja. Tidak semua produk dapat dibeli begitu saja. Beberapa produk yang mahal bisa dicari penggantinya yang lebih terjangkau. Produk yang gak terlalu urgen dapat dicoret dulu dari keranjang belanja.
Walaupun dirimu berbelanja di awal bulan langsung habis gajian, ingat bahwa kebutuhanmu masih banyak. Ada juga kebutuhan tak terduga. Gunakan uang yang ada secara cermat. Jangan buru-buru dihabiskan dengan alasan belanjanya sekalian. Sering kali cara begini malah bikin barang-barang yang belum tentu dibutuhkan ikut dibeli.
Gaji minim memang bisa bikin pusing. Namun, dengan pengelolaan sebaik mungkin, kamu masih bisa survive meski gaji minim, kok. Sambil pelan-pelan dirimu berusaha menaikkan kesejahteraan baik dengan berjuang naik posisi atau mengembangkan karier di luar.






















