“Mirip seperti handuk, residu pada pelembut pakaian akan menyumbat serat dan mengurangi kemampuan menyerap keringat pada pakaian olahraga. Bahkan, bisa membuat pakaian olahragamu lebih bau seiring waktu,” jelas Kellsie Zapata dari Zapata's Cleaning Services, dilansir Today.
Haruskah Selalu Menggunakan Pelembut Pakaian Setiap Kali Mencuci?

Bagi sebagian orang, pelembut pakaian sering kali dianggap sebagai salah satu perlengkapan mencuci yang sama pentingnya dengan deterjen. Hal ini karena pelembut pakaian bisa membantu membuat pakaian terasa lebih lembut dan harum.
Gak heran, jika derterjen dan pelembut pakaian kerap dianggap sebagai dua perlengkapan yang tak terpisahkan. Namun, di balik keunggulan tersebut, apakah kita memang harus selalu menggunakan pelembut pakaian setiap kali mencuci?
Melalui artikel ini, kami akan membahas lebih jauh mengenai pelembut pakaian, manfaat dan kekurangannya, serta tips menggunakannya dengan benar. Dikutip dari berbagai sumber, yuk simak selengkapnya!
1. Apa itu pelembut pakaian?

Kathy Cohoon, direktur operasi waralaba Two Maids, dalam laman Martha Stewart, menjelaskan bahwa pelembut pakaian adalah produk cucian yang dirancang khusus untuk meningkatkan tekstur kain secara menyeluruh. Produk ini bekerja dengan cara melapisi serat kain melalui lapisan tipis bahan kimia selama proses pencucian untuk mengurangi gesekan antarserat, sehingga kain akan terasa lebih lembut dan halus saat disentuh.
Meskipun produk tersebut mampu meningkatkan kelembutan sekaligus mengurangi kerutan, tapi penggunaan yang berlebihan justru bisa menyebabkan kerusakan pada kain. Masih dikutip dari laman yang sama, Patric Richardson dari The Laundry Evangelist, menyebutkan bahwa pelembut pakaian dapat menghilangkan karakter alami kain seiring waktu. Produk ini juga berpotensi besar meninggalkan residu yang dapat mengurangi daya serap kain.
2. Haruskah selalu menggunakan pelembut pakaian saat mencuci?

Mengingat kelebihan dan kekurangannya pada poin pertama, para ahli sepakat bahwa kamu tidak harus selalu menggunakan pelembut pakaian saat mencuci. Di satu sisi, produk ini memang menawarkan berbagai manfaat menarik, tapi di sisi lain juga berpotensi merusak kain apabila digunakan secara tidak tepat.
Lagipula, ada beberapa barang yang seharusnya tidak boleh dicuci menggunakan pelembut pakaian, seperti handuk atau kain mikrofiber karena residu lilin dari pelembut pakaian bisa menyumbat seratnya, pakaian olahraga karena pelembut pakaian dapat mengurangi kemampuan pakaian ini untuk menyerap keringat, serta barang-barang yang terbuat dari kain penyerap kelembapan lainnya.
3. Alternatif selain pelembut pakaian

Sebagai alternatif, kamu bisa memakai campuran sederhana soda kue dan cuka putih. Kedua bahan ini ketika disatukan bisa menjadi pelembut pakaian yang lebih natural dan aman dalam jangka panjang. Rechelle Balanzat, pendiri Juliette, melalui laman Today, juga mengatakan bahwa jika kamu ingin membuat aroma pakaian lebih harum, coba tambahkan beberapa tetes minyak esensial ke dalam campuran tersebut.
“Perlu diingat, kamu harus memasukan campuran tersebut ke dalam kompartemen pelembut pakaian di mesin cuci , bukan langsung ke dalam mesin cuci bersama pakaian. Campuran ini efektif meningkatkan kelembutan dan keharuman pada serat kain,” tambahnya.
4. Tips menggunakan pelembut pakaian dengan benar

Apabila kamu tetap ingin memakai pelembut pakaian sebagai rutinitas mencuci, ada beberapa tips yang perlu diterapkan supaya pakaianmu tetap aman dan tidak cepat rusak:
- Pastikan jumlah pakaian yang cuci dengan pelembut yang digunakan seimbang
- selalu encerkan pelembut pakaian sesuai petunjuk pada botol dan jangan menggunakannya pada barang yang salah
- Bersihkan mesin cuci setidaknya sebulan sekali karena residu dari pelembut pakaian akan masuk ke dalam mesin dan bisa menyebabkan mesin cuci berbau
- Hindari menggunakan pelembut pakaian pada pakaian yang sama setiap hari
Nah, itulah penjelasan mengenai haruskah menggunakan pelembut pakaian setiap kali mencuci. Semoga membantu.


















