Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tak Bisa Asal Ditunjuk, Ini 5 Syarat Menjadi Komisaris Perusahaan

Tak Bisa Asal Ditunjuk, Ini 5 Syarat Menjadi Komisaris Perusahaan
ilustrasi seorang komisaris (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya Sih
  • Jabatan komisaris memiliki peran strategis dalam mengawasi direksi dan memastikan tujuan perusahaan tercapai sesuai ketentuan hukum serta tata kelola yang baik.
  • Terdapat lima syarat utama menjadi komisaris: kecakapan hukum, integritas dan rekam jejak baik, tidak pernah pailit atau terlibat pidana, kompetensi bisnis, serta pengangkatan melalui mekanisme sah.
  • Proses seleksi komisaris dilakukan secara ketat melalui RUPS untuk menjamin profesionalisme, transparansi, dan kepercayaan pemegang saham terhadap tata kelola perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jabatan komisaris sering kali dipandang sebagai posisi bergengsi di sebuah perusahaan. Namun, di balik tanggung jawab tersebut, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon komisaris. Komisaris memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pengurusan perusahaan yang dilakukan oleh direksi serta memberikan nasihat demi tercapainya tujuan perusahaan.

Di Indonesia, syarat menjadi komisaris telah diatur dalam berbagai ketentuan, termasuk Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT) dan anggaran dasar perusahaan. Oleh karena itu, seseorang tidak bisa begitu saja ditunjuk menjadi komisaris tanpa memenuhi kriteria tertentu. Berikut lima syarat utama yang perlu diketahui.

1. Memiliki kecakapan hukum

ilustrasi cakap terhadap hukum
ilustrasi cakap terhadap hukum (pexels.com/RDNE Stock project)

Salah satu syarat utama menjadi komisaris adalah memiliki kecakapan hukum. Artinya, calon komisaris merupakan orang yang cakap untuk melakukan perbuatan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Seseorang yang masih berada di bawah pengampuan atau tidak memiliki kapasitas hukum tidak dapat menduduki jabatan ini.

Kecakapan hukum penting karena komisaris akan terlibat dalam berbagai keputusan strategis yang berdampak pada perusahaan. Kemampuan untuk memahami hak, kewajiban, serta konsekuensi hukum dari setiap keputusan menjadi bekal utama dalam menjalankan fungsi pengawasan secara profesional.

2. Memiliki integritas dan rekam jejak yang baik

ilustrasi memiliki pencapaian
ilustrasi memiliki pencapaian (pexels.com/RDNE Stock project)

Komisaris dituntut memiliki integritas tinggi karena posisinya berkaitan erat dengan pengawasan tata kelola perusahaan. Sosok komisaris diharapkan mampu bertindak jujur, independen, dan mengutamakan kepentingan perusahaan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Selain itu, calon komisaris juga harus memiliki rekam jejak yang baik. Dalam praktiknya, perusahaan biasanya melakukan penilaian terhadap pengalaman profesional, reputasi, hingga riwayat kepatuhan hukum sebelum mengangkat seseorang menjadi komisaris. Hal ini bertujuan menjaga kepercayaan pemegang saham dan para pemangku kepentingan.

3. Tidak pernah dinyatakan pailit atau bersalah dalam tindak pidana tertentu

ilustrasi seseorang yang berkompeten
ilustrasi seseorang yang berkompeten (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Undang-Undang Perseroan Terbatas mengatur bahwa seseorang yang dalam jangka waktu tertentu pernah dinyatakan pailit atau menjadi anggota direksi maupun komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perusahaan pailit dapat dikenai pembatasan untuk menduduki jabatan komisaris.

Selain itu, seseorang yang pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara, sektor keuangan, atau tindak pidana lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan juga dapat menjadi pertimbangan dalam proses pengangkatan. Persyaratan ini bertujuan menjaga kredibilitas perusahaan serta meminimalkan risiko tata kelola.

4. Memiliki kompetensi dan pemahaman bisnis

ilustrasi seorang business woman
ilustrasi seorang business woman (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Meskipun tidak selalu diwajibkan memiliki latar belakang pendidikan tertentu, komisaris idealnya memiliki kompetensi yang relevan dengan bidang usaha perusahaan. Pengetahuan mengenai strategi bisnis, manajemen risiko, tata kelola perusahaan, hingga aspek keuangan menjadi nilai tambah yang sangat penting.

Dengan kompetensi yang memadai, komisaris dapat menjalankan fungsi pengawasan secara efektif serta memberikan masukan yang konstruktif kepada direksi. Hal ini akan membantu perusahaan menghadapi tantangan bisnis sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan strategis.

5. Diangkat melalui mekanisme yang sah

ilustrasi sedang rapat
ilustrasi sedang rapat (pexels.com/Christina Morillo)

Seseorang baru resmi menjadi komisaris setelah diangkat melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas dan anggaran dasar perusahaan. Pada umumnya, pengangkatan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang kemudian dituangkan dalam akta dan dilaporkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Proses ini menunjukkan bahwa jabatan komisaris bukan sekadar penunjukan informal, melainkan harus melalui prosedur hukum yang jelas. Dengan mekanisme yang transparan, perusahaan dapat memastikan bahwa komisaris yang diangkat benar-benar memenuhi persyaratan dan mampu menjalankan tanggung jawabnya secara profesional.

Menjadi komisaris perusahaan bukan hanya soal jabatan prestisius, tetapi juga amanah besar yang membutuhkan kompetensi, integritas, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum. Oleh sebab itu, proses pengangkatan komisaris dilakukan secara selektif agar perusahaan memiliki pengawas yang mampu menjalankan tugas secara objektif dan bertanggung jawab.

Bagi perusahaan, memilih komisaris yang tepat merupakan salah satu langkah penting dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Sementara bagi calon komisaris, memahami syarat dan tanggung jawab jabatan ini menjadi bekal penting sebelum menerima amanah untuk mengawasi jalannya perusahaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More