Bayi Tak Mau Lepas dari Gendongan? Kenali 4 Penyebabnya

- Bayi cenderung ingin digendong karena kontak fisik memberi rasa aman, hangat, dan tenang, menyerupai kenyamanan dalam rahim serta kehadiran detak jantung orangtua.
- Gendongan mendukung kebutuhan emosional dan pembentukan ikatan bayi-orangtua; perilaku ini bukan tanda manja, melainkan bagian dari keterikatan yang dipercaya.
- Saat tidak nyaman akibat bising, kembung, atau suhu ruangan, gendongan membantu bayi tenang sekaligus memberi stimulasi sensorik yang mendukung perkembangan awal.
Bayi merupakan makhluk kecil yang sangat bergantung pada orang dewasa, khususnya orangtua atau pun pengasuhnya. Dalam masa tumbuh kembang yang sangat sensitif, maka tidak heran apabila bayi sangat memerlukan sentuhan dan kedekatan fisik dengan orangtua agar bisa memberikan rasa aman yang mungkin tidak bisa diperolehnya dari orang lain.
Bagi sebagian orangtua, kebiasaan bayi yang ingin digendong terus menerus mungkin akan terasa sangat melelahkan, apalagi jika bayi tersebut tidak mau dibiarkan tidur sendiri, meski sudah kenyang. Oleh sebab itu, pahami beberapa alasan mengapa bayi ingin terus digendong, sehingga orangtua bisa mengambil solusi yang terbaik dalam mengatasinya.
1. Bayi merasa aman saat digendong

ilustrasi menggendong bayi (unsplash.com/Chris Anderson) Bayi yang baru lahir biasanya belum mampu untuk membedakan dirinya dari dunia luar, sehingga sangat bergantung pada kehadiran orangtua untuk bisa merasa aman dan nyaman. Jika bayi digendong, maka dapat memberikan sensasi yang mirip ketika berada dalam rahim, sehingga mereka akan tetap merasa terlindungi, hangat, dan juga bisa mendengarkan detak jantung ibunya yang terasa menenangkan.
Pada posisi digendong biasanya bayi akan merasakan sentuhan kulit kehangatan tubuh hingga gerakan lembut yang mirip seperti ayunan, sehingga semuanya dapat memicu pelepasan hormon oksitosin yang memberikan ffek menenangkan pada bayi. Atas alasan itulah mengapa bayi cenderung menangis ketika diletakkan dan langsung tenang begitu kembali digendongan.
2. Kebutuhan emosional dan ikatan dengan orangtua

ilustrasi bayi newborn (pexels.com/Isaac Taylor) Masa awal kehidupan merupakan periode penting agar bisa membangun ikatan emosional antara bayi dan juga orangtua melalui kontak fisik, seperti gendongan. Dengan cara digendong, maka bayi akan merasa diperhatikan dicintai dan dihargai, sehingga dapat membentuk adanya dasar psikologis yang sehat bagi anak di kemudian hari.
Keinginan bayi untuk selalu digendong sebetulnya bukan berarti mereka manja, melainkan tanda bahwa mereka sedang membantu adanya keterikatan erat dengan sosok yang dipercaya. Pada saat ikatan ini terbentuk dengan kuat, maka bayi pun akan tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri dan juga mudah dalam beradaptasi.
3. Stimulasi sensorik dan perkembangan otak

ilustrasi menggendong bayi (unsplash.com/Wes Hicks) Pada saat digendong biasanya bayi akan memeroleh banyak rangsangan sensorik, seperti perubahan posisi gerakan tubuh, suara, hingga bahkan bau dari tubuh orangtuanya, sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan otak. Rangsangan ini dapat membantu bayi untuk mengenali kondisi lingkungan sekitar dengan cara yang lebih aman dan bertahap.
Gendongan ternyata membantu bayi untuk belajar bagaimana caranya mengendalikan otot-otot tubuh, mengembangkan koordinasi, hingga memperkuat kepekaan. Semua pengalaman tersebut seolah dapat membawa perkembangan neurologis yang optimal pada tahun-tahun awal kehidupan bayi.
4. Respons terhadap rasa tidak nyaman

ilustrasi menggendong bayi (pexels.com/shvetsa) Bayi ternyata bisa juga merasa tidak nyaman karena berbagai alasan yang mungkin tidak terlihat, seperti suara bising, perut kembung, hingga suhu ruangan yang tidak sesuai. Pada saat kondisi tersebut terjadi, maka kebiasaan digendong bisa dijadikan sebagai bentuk perlindungan alami yang dapat membantu mereka untuk tetap merasa tenang.
Gendongan sangat memungkinkan bayi untuk mulai menyesuaikan diri secara lebih baik terhadap stres lingkungan, sebab mereka merasa berada dalam tempat yang aman dan familier, yaitu gendongan dari orang-orang terdekatnya. Bagi bayi, kehadiran fisik orangtua dalam bentuk gendongan atau pelukan justru bisa memberikan kenyamanan dan memastikan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi dunia yang masih terasa asing.
Memahami alasan dibalik keinginan baik untuk terus digendong sebetulnya merupakan langkah penting agar orangtua dapat memenuhi kebutuhan bayi. Drngan baik dengan menyadari bahwa perilaku tersebut merupakan bagian dari proses tumbuh kembang, maka orangtua dapat lebih mampu memberikan dukungan yang tepat. Jangan sampai terbebani secara emosional.

















![[QUIZ] Hal Pertama yang Kamu Rapikan Ungkap Cara Otakmu Bekerja](https://image.idntimes.com/post/20260815/pic-susanti-53_bdfdd188-5c6f-4060-b0eb-9d20f09fe5f3.jpg)




