ilustrasi lembur (pexels.com/Yan Krukau)
Ada perbedaan antara dipercaya mengerjakan sesuatu dan selalu diberi pekerjaan karena dianggap “pasti mau”. Kamu mungkin sering mendapat tugas mendadak, pekerjaan yang merepotkan, atau bagian proyek yang kurang terlihat, tetapi jarang dilibatkan ketika ada sesuatu yang dianggap lebih menarik. Sementara itu, orang yang dekat dengan atasan justru mendapat pekerjaan yang membuat hasilnya lebih mudah terlihat oleh pimpinan.
Situasi seperti ini bisa bikin kamu merasa posisi di tim cuma sebatas orang yang menyelesaikan pekerjaan di belakang layar. Kamu tetap bekerja, target tetap selesai, tetapi kontribusimu gak banyak dibicarakan ketika ada kesempatan untuk memberikan apresiasi. Kalau hal seperti ini terus terjadi, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kemampuanmu memang kalah dari orang lain. Bisa saja pembagian kesempatan di tim memang sudah berjalan timpang sejak awal.
Kerja di tempat yang atasannya terang-terangan lebih menyukai orang tertentu memang bisa bikin kamu bertanya-tanya soal kapabilitas diri sendiri. Apalagi kalau kamu sudah berusaha menjaga kualitas kerja, tetapi tetap merasa kesempatan yang datang gak pernah benar-benar setara. Lama-lama, yang bikin capek bukan cuma soal pekerjaan, tetapi juga perasaan seperti harus terus membuktikan bahwa kamu memang pantas berada di posisi itu.