Kesempatan yang dulu ingin dikejar mulai terasa biasa saja karena orang yang mendapatkan chance tersebut sudah bisa ditebak. Kenapa perlakuan seperti ini bisa membuat motivasi kerja ikut menurun? Yuk, bahas satu per satu.
Kenapa Atasan Pilih Kasih Bisa Bikin Karyawan Kehilangan Motivasi?

- Perlakuan atasan yang dianggap pilih kasih dapat membuat karyawan enggan mengejar proyek baru karena merasa hasil kesempatan sudah bisa ditebak.
- Rasa penasaran untuk belajar, membuktikan kemampuan, dan terlibat dalam urusan tim perlahan memudar ketika kesempatan berulang kali diberikan kepada orang tertentu.
- Karyawan tetap dapat bekerja profesional, tetapi mulai melihat pekerjaan sebagai kewajiban semata dan tidak lagi terdorong memberi usaha lebih.
1. Muncul perasaan “buat apa?”

ilustrasi kerja lembur (pexels.com/cottonbro studio) Kamu mungkin awalnya masih semangat mengajukan diri saat ada proyek baru atau pekerjaan yang menurutmu menarik. Namun, setelah beberapa kali melihat kesempatan tersebut jatuh ke orang yang sama, semangat itu bisa berubah menjadi rasa malas untuk mencoba. Bukan karena kamu gak mau bekerja, tetapi karena sudah terbayang hasilnya sebelum benar-benar ikut bersaing.
Akhirnya, kamu memilih gak mengajukan diri meskipun sebenarnya tertarik. Ada pekerjaan baru, kamu biarkan orang lain mengambilnya. Ada kesempatan untuk ikut proyek, kamu gak lagi buru-buru mengangkat tangan. Pikiran “buat apa?” terdengar sederhana, tetapi kalau terus muncul setiap kali ada kesempatan, lama-lama motivasi kerja memang bisa ikut terkikis.
2. Hal yang dulu bikin penasaran mulai terasa gak penting

ilustrasi menyelesaikan pekerjaan (unsplash.com/Tim van der Kuip) Sebelum merasa diperlakukan berbeda, mungkin kamu masih senang mengetahui cara kerja proyek lain di kantor. Kamu ingin tahu bagaimana sebuah klien ditangani, seperti apa proses di balik sebuah pekerjaan, atau bagaimana rekan yang lebih senior menyelesaikan tugas tertentu. Rasa penasaran seperti ini sering membuat pekerjaan terasa lebih menarik karena setiap hari ada hal baru yang ingin dipelajari.
Namun, kalau kamu merasa hanya orang tertentu yang diberi kesempatan untuk masuk ke pekerjaan tersebut, rasa penasaran itu bisa ikut mati. Kamu akhirnya berpikir, “Bukan bagian gue juga.” Pekerjaan yang dulu ingin kamu pahami lebih jauh pun akhirnya cukup dilihat dari jauh karena kamu sudah gak merasa perlu ikut terlibat.
3. Gak lagi merasa perlu membuktikan apa-apa

ilustrasi kerja (unsplash.com/Campaign Creators) Ada fase ketika seseorang bekerja dengan semangat karena ingin menunjukkan bahwa dirinya mampu. Bukan selalu demi pujian atau kenaikan jabatan, tetapi ada kepuasan tersendiri ketika hasil kerja membuat atasan percaya memberikan tugas yang lebih besar. Masalahnya, keinginan itu bisa hilang kalau kepercayaan tersebut seperti sudah diberikan kepada orang lain sejak awal.
Kamu pun berhenti terlalu sibuk membuktikan diri. Pekerjaan tetap dikerjakan dengan benar, tetapi gak ada lagi dorongan untuk menunjukkan bahwa kamu sebenarnya bisa mengerjakan lebih banyak. Rasanya seperti gak perlu ikut lomba kalau pemenangnya sudah ditentukan sebelum perlombaan dimulai.
4. Mulai menjaga jarak dari urusan kantor

ilustrasi bekerja (pexels.com/cottonbro studio) Ketika rasa kecewa sudah berlangsung cukup lama, perubahan sikap bisa terlihat dari hal-hal kecil. Kamu gak lagi tertarik mengetahui apa yang sedang dikerjakan tim lain, gak terlalu peduli siapa yang mendapat proyek baru, dan gak merasa perlu ikut dalam obrolan soal rencana pekerjaan berikutnya. Selama tugasmu sendiri beres, rasanya sudah cukup.
Ini berbeda dengan sekadar punya kehidupan di luar kantor. Kamu masih bisa profesional dan menyelesaikan semua tanggung jawab, tetapi kantor gak lagi mendapat perhatian sebesar dulu. Ada semacam sikap, “Gue kerja di sini, tapi gak perlu terlalu ikut campur.” Kalau sudah sampai tahap ini, motivasi untuk merasa ikut memiliki pekerjaan tim tentu bisa ikut berkurang.
5. Melihat pekerjaan hanya sebagai kewajiban

ilustrasi pekerjaan (pexels.com/Anna Shvets) Dulu mungkin ada pekerjaan tertentu yang membuatmu merasa puas setelah berhasil menyelesaikannya. Sekarang, kepuasan itu gak terlalu terasa karena kamu sudah gak berharap banyak dari apa yang kamu kerjakan. Target selesai, laporan dikirim, lalu urusan kantor ditinggalkan begitu jam kerja berakhir.
Kamu masih bisa menjadi karyawan yang rajin dan bertanggung jawab dalam kondisi seperti ini. Bedanya, ada jarak antara “gue harus mengerjakan ini” dan “gue memang ingin mengerjakan ini dengan sebaik mungkin.” Kalau perlakuan pilih kasih terus dibiarkan, jarak tersebut bisa semakin lebar sampai seseorang gak lagi melihat alasan untuk memberikan lebih dari yang diwajibkan.
Gak semua perbedaan perlakuan dari atasan otomatis berarti pilih kasih karena pembagian pekerjaan memang bisa dipengaruhi pengalaman atau kebutuhan proyek. Namun, kalau kamu sudah berkali-kali melihat hal yang sama tanpa tahu apa yang bisa dilakukan untuk mendapat kesempatan serupa, wajar kalau semangatmu berubah. Yang tadinya ingin berkembang dan ikut terlibat, lama-lama cukup bekerja sesuai tugas karena gak ingin berharap terlalu banyak.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)








![[QUIZ] Dari Love Language, Seberapa Akrab Hubunganmu dengan Diri Sendiri?](https://image.idntimes.com/post/20250208/love-yourself-beab7a05d394bc9725846ba0664ebe43-8974ac5049088dd23b4fdc945c214ddc.jpg)

![[QUIZ] Pilih Keadaan, Ini Batas Empati Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260709/pexels-mart-production-7699371_570f49dd-45de-4257-8939-7f7fc87f2f84.jpg)



![[QUIZ] Kamu Tipe Tahan Banting atau Perlu Waktu?](https://image.idntimes.com/post/20250531/screenshot-2025-05-31-185403-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-786476ab1d8f15d8942038d9afd86312.png)




![[QUIZ] Dari Warna Favorit, Kamu Tipe Jujur atau Diplomatis?](https://image.idntimes.com/post/20250920/girl_b255f961-225f-4484-9769-6ca360919028.jpg)



![[QUIZ] Dari Tokoh Doraemon, Apa Mimpimu yang Terwujud di Masa Depan?](https://image.idntimes.com/post/20260324/01ker2a6artv77xb64kczmja4c-picsay_5bae9f6a-5d08-4610-a782-1ee38b695169.jpg)