Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Tips Bekerja dari Rumah, Tata Ruang dengan Lebih Cermat!

7 Tips Bekerja dari Rumah, Tata Ruang dengan Lebih Cermat!
Ilustrasi WFH (dok. rilis)
Intinya Sih
  • Pemerintah menetapkan kebijakan kerja fleksibel bagi ASN setiap Jumat, sementara WFH sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak pekerja di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir.
  • IKEA melalui Melina Ardianti Hadiatmodjo membagikan tips menata ruang kerja di rumah agar lebih fokus, nyaman, dan tetap memisahkan area kerja dengan area pribadi.
  • Tips mencakup pemilihan sudut kerja yang tepat, pencahayaan optimal, pengaturan posisi duduk, pengelolaan kebisingan, serta rutinitas kecil untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kebijakan Work from Home (WFH) atau kerja dari rumah kembali mencuri perhatian setelah pemerintah menetapkan pola kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Namun, sebenarnya bagi banyak pekerja di Indonesia WFH sudah menjadi bagian dari ritme hidup sejak beberapa tahun terakhir. Ada kantor yang menetapkan WFH di awal minggu untuk meredakan Monday Blues, ada juga yang WFH di hari Jumat karena beban pekerjaan yang lebih ringkas.

Bagi sebagian orang, tantangan WFH bukan hanya ketersediaan ruang, tetapi ritme rumah yang hidup, seperti anak yang butuh ditemani, lalu-lalang anggota keluarga, aktivitas domestik, hingga kebisingan sehari-hari. Nah, di bawah ini IKEA membagikan tips bekerja dari rumah dengan tata ruang yang lebih cermat! Scroll down!

1. Tentukan sudut kerja yang paling mendukung fokus

ilustrasi WFH
ilustrasi WFH (pexels.com/Vlada Karpovich)

Tidak semua orang punya ruangan khusus untuk bekerja dan itu wajar. Yang penting adalah menemukan titik di rumah yang benar-benar membantu kamu untuk fokus. Bisa sudut kecil di ruang keluarga, area dekat jendela, atau meja yang biasanya hanya dipakai menaruh dekorasi.

Menurut Melina Ardianti Hadiatmodjo, Interior Design Manager IKEA Indonesia, kebiasaan bekerja dari rumah saat ini berbeda jauh dari masa pandemik.

“Dulu WFH muncul karena keharusan, jadi apa pun bisa dijadikan ruang kerja dadakan. Sekarang WFH lebih seperti bonus yang datang sekali-sekali, sehingga perlu menyesuaikan ritme rumah, bukan memaksa rumah mengikuti pola kantor,” ujar Melina mengutip rilis yang diterima IDN Times.

Sementara itu, kursi yang nyaman dan pencahayaan yang tepat, sudut kecil ini bisa bekerja seefektif meja kantor. Bila ruang terbatas, pilih area yang mudah dibereskan di akhir hari supaya rumah tetap terasa seperti rumah, bukan kantor yang pindah alamat!

2. Buat pembeda sederhana antara area kerja dan area santai

Ilustrasi WFH
Ilustrasi WFH (dok. rilis)

Banyak rumah menggabungkan ruang makan, ruang keluarga, dan ruang kerja dalam satu area besar. Adanya pembeda kecil dapat membantu otak untuk “ganti mode”.

Karpet kecil, meja lipat, atau bahkan perubahan arah duduk bisa membantu memberi batas visual. Bila semua ruangan terasa menyatu, kunci utamanya adalah ritual bereskan alat kerja setiap selesai. Cara ini sederhana, tapi sangat membantu memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi.

Melina menambahkan, bahwa banyak keluarga sebenarnya sudah menemukan titik kerja mereka sendiri, di meja belajar anak, dekat jendela, atau di area yang bisa diberi tirai sebagai pembatas. Namun, menurutnya, ada hal-hal dasar yang tetap penting diingat.

“Yang sering terlupa adalah kenyamanan jangka panjang. Hindari bekerja di tempat tidur karena tubuh akan mudah merasa mengantuk, pastikan posisi duduk ditopang dengan baik, dan tambahkan penopang sederhana seperti cushion atau meja lipat bila diperlukan,” jelasnya.

3. Gunakan pencahayaan yang membantu konsentrasi

Ilustrasi WFH
Ilustrasi WFH (pexels.com/Annushka Ahuja)

Cahaya alami selalu menjadi pilihan terbaik, tapi tidak semua sudut rumah punya akses yang cukup. Bila bekerja di area yang agak gelap, cukup tambahkan lampu meja atau lampu lantai sederhana.

Arah cahaya yang bisa diatur akan mengurangi silau pada layar, terutama bila bekerja di meja makan atau sofa. Pencahayaan yang tepat bukan hanya membuat ruangan lebih terang, tapi juga membangun suasana kerja yang lebih tenang dan fokus.

4. Atur posisi duduk agar tubuh tidak mudah lelah

Ilustrasi WFH
Ilustrasi WFH (pexels.com/RDNE Stock project)

Bekerja dengan nyaman tidak selalu membutuhkan kursi kantor khusus. Banyak orang bekerja di sofa, bangku panjang, atau bahkan lantai dengan meja lipat. Tidak masalah, selama ada penopang punggung dan posisi duduk tidak membuat tubuh kaku.

Bantal kecil bisa membantu memperbaiki postur, sedangkan footrest sederhana membuat duduk lebih rileks. Kamu juga bisa berganti lokasi dalam satu hari: pagi di meja makan, siang di sofa, dan sore di teras rumah. Perubahan posisi seperti ini membuat tubuh bergerak dan mengurangi ketegangan setelah bekerja terlalu lama di satu tempat.

5. Kelola kebisingan dengan cara yang paling realistis untuk rumah

Ilustrasi WFH
Ilustrasi WFH (pexels.com/Huy Phan)

Rumah tidak selalu tenang. Mulai dari suara kendaraan, anak bermain, penjual makanan keliling, tukang sayur langganan, kurir paket, hingga aktivitas penghuni lain. Peredam suara mungkin tidak selalu praktis, tapi ada banyak solusi sehari-hari yang bisa membantu. Karpet, tirai tebal, atau sofa besar bisa meredam gema ruangan, serta headset dengan fitur noise cancelling, dapat menjadi penyelamat saat rapat online.

Bila bekerja di area terbuka seperti teras, pilih waktu yang lebih sepi. informasikan jadwal rapat online pada anggota keluarga lain. Pendekatan seperti ini dapat membuat alur kerja lebih lancar tanpa harus mengubah tata rumah.

6. Simpan barang yang tidak terpakai agar area kerja tetap rapi

Ilustrasi WFH
Ilustrasi WFH (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Meja yang rapi tidak berarti kosong. Cukup pastikan hanya barang yang kamu butuhkan yang ada di sudutmu. Alat tulis, kabel, dan dokumen bisa disimpan dalam tempat khusus agar tidak memenuhi meja.

“Para Ibu khususnya cenderung lebih cepat beradaptasi. Mereka bisa membedakan kapan ruang dipakai bekerja dan kapan dipakai untuk kegiatan lain. Yang dibutuhkan hanya pengingat kecil, yaitu cek dulu apakah kursi dan meja di rumah cukup mendukung aktivitas kerja,” tambah Melina.

Manfaatkan rak dinding, wadah penyimpanan portable atau troli kecil yang mudah dipindahkan dari meja makan ke pojok ruangan apabila kamu sudah selesai bekerja. Area yang tidak terlalu ramai membantu pikiran lebih fokus dan mengurangi rasa lelah visual. Saat pekerjaan selesai, simpan kembali semua peralatan agar rumah kembali ke fungsi utamanya.

7. Bangun rutinitas kecil untuk memulai dan mengakhiri hari kerja

Ilustrasi WFH
Ilustrasi WFH (pexels.com/Sarah Chai)

WFH sering membuat batas waktu kerja menjadi kabur. Karena itu, rutinitas kecil bisa membantu menandai awal dan akhir hari. Misalnya, menata meja selama satu menit sebelum mulai, membuat minuman favorit, atau memutar playlist tertentu sebagai sinyal “hari kerja dimulai”.

Setelah selesai bekerja, kamu bisa simpan alat kerja, matikan lampu meja, atau berpindah ke ruangan lain agar tubuh dan pikiran ikut “ganti mode”. Rutinitas seperti ini tidak perlu rumit, yang penting konsisten dan mengikuti ritme alami kamu.

Dengan pola kerja yang semakin fleksibel, menata ruang agar mendukung fokus dan kenyamanan menjadi semakin penting. So, coba tata ruang untuk WFH dengan cara yang menyenangkan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us