Pernahkah kamu melihat selebaran pengumuman rekrutmen lowongan pekerjaan dari suatu perusahaan yang mencantumkan maksimal usia 28 atau 35 tahun sebagai salah satu persyaratan? Di Indonesia, usia memang kerap kali dianggap sebagai patokan yang menentukan langkah seseorang untuk menjemput kariernya. Padahal dalam dunia kerja internasional, usia bukanlah hal yang membatasi seseorang untuk berkarya, berdaya, dan bermanfaat.
Kenapa Usia Tak Jadi Batasan saat Lamar Kerja di Luar Negeri?

- Sejumlah negara melindungi pencari kerja dari diskriminasi usia; di Inggris, Equality Act 2010 melarang pemberi kerja membedakan kandidat saat rekrutmen berdasarkan usia.
- Pengalaman kandidat yang lebih matang dinilai bernilai karena mendukung kemandirian, komunikasi, pengambilan keputusan, adaptasi, serta kemampuan menghadapi tekanan dan memberi solusi.
- Perusahaan internasional memprioritaskan kompetensi dan manfaat keberagaman generasi; pekerja senior maupun muda dapat saling melengkapi lewat pengetahuan, perspektif, teknologi, dan kebiasaan kerja baru.
Take a Deeper Reads

Tapi, pernahkah kamu penasaran kenapa usia tak jadi batasan saat lamar kerja di luar negeri? Nah, bagi yang penasaran dengan alasan apa yang ada di baliknya, kamu bisa menyimak beberapa penjelasan yang akan dibagikan dalam artikel ini. Yuk, bedah satu per satu penyebab mengapa Indonesia memberikan batasan usia, sedangkan di luar negeri tidak!
1. Kebanyakan negara di luar negeri melindungi pekerjanya dari diskriminasi usia

ilustrasi pekerja di luar negeri (pexels.com/cottonbro studio) Salah satu alasan terbesar kenapa usia tidak selalu menjadi batasan untuk melamar kerja di luar negeri adalah adanya aturan yang melindungi pencari kerja dari diskriminasi berdasarkan usia. Contohnya, seperti di negara Inggris, Equality Act 2010 menetapkan usia sebagai salah satu karakteristik yang dilindungi dan melarang pemberi kerja melakukan diskriminasi dalam proses perekrutan pekerjaan. Aturan tersebut secara khusus menyatakan bahwa pemberi kerja tidak boleh mendiskriminasi seseorang dalam proses penentuan siapa yang berhak dan tidak berhak mendapatkan pekerjaan.
Hal tersebut dapat diartikan bahwa kandidat yang lebih senior tetap memiliki hak untuk dipertimbangkan berdasarkan kemampuan dan kesesuaiannya dengan pekerjaan yang ditawarkan. Selain itu, dalam GOV UK juga dicantumkan bahwa istilah seperti "recent graduate" atau "highly experienced" hanya boleh digunakan jika memang menjadi persyaratan wajib dari pekerjaan yang dilamar. Jadi, dari beberapa karakteristik yang ditunjukkan di atas, perusahaan harus berhati-hati agar persyaratan pekerjaan tidak secara langsung menyingkirkan kandidat berdasarkan usia.
2. Pengalaman yang dimiliki justru bisa menjadi nilai tambah

ilustrasi pekerja di luar negeri (pexels.com/Pavel Danilyuk) Usia yang lebih matang sering kali sejalan dengan riwayat pengalaman kerja yang lebih panjang. Pengalaman tersebut tentunya bisa menjadi modal penting ketika perusahaan mencari seseorang untuk mengisi posisi di lini mereka. Biasanya kandidat yang akan dipilih adalah seseorang yang mampu bekerja secara mandiri, memahami persoalan dengan lebih matang, berkomunikasi dengan baik, dan mengambil keputusan yang tepat.
Dalam proses sistem rekrutmen internasional, perusahaan tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang mampu menyelesaikan tugas teknis. Mereka juga membutuhkan orang yang dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami tanggung jawab, menghadapi tekanan, serta memberikan solusi ketika muncul masalah. Oleh karena itu, jika kandidat dinilai jauh lebih berpengalaman oleh para HRD meskipun usianya sudah di usia 30-an tahun, maka hal tersebut tidak akan menutup kemungkinan untuk diterima dan memberikan kontribusi di perusahaan yang dilamar.
3. Dunia kerja internasional membutuhkan beragam generasi

ilustrasi pekerja di luar negeri (pexels.com/Pavel Danilyuk) Perusahaan dengan tenaga kerja dari berbagai usia memiliki kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang hanya memiliki satu generasi dengan usia yang sama atau berdekatan. Salah satu keuntungan yang didapatkan adalah bisa memperoleh sudut pandang yang lebih beragam. Pekerja yang lebih muda mungkin akan membawa energi, perspektif baru, dan kemampuan mengikuti tren terbaru, sementara pekerja yang lebih senior dapat membawa pengetahuan industri serta pemahaman yang terbentuk setelah melalui beberapa tahun bekerja.
Adanya keberagaman generasi tersebut juga dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan. Pekerja berpengalaman dapat berbagi pengetahuan praktis kepada generasi yang lebih muda, sementara pekerja muda dapat membantu memperkenalkan pendekatan, teknologi, atau kebiasaan kerja baru. Oleh karena itu, di luar negeri usia tidak menjadi batasan dalam perekrutan karyawan baru dalam suatu perusahaan.
4. Perusahaan lebih membutuhkan kompetensi daripada sekedar usia

ilustrasi pekerja di luar negeri (pexels.com/fauxels) Ketimbang usia, perusahaan luar negeri akan merekrut seseorang karena membutuhkan kemampuan tertentu untuk menjalankan pekerjaan. Usia mungkin akan tercantum dalam data pribadi kandidat, tetapi kemampuan teknis, kemampuan komunikasi, kemampuan beradaptasi, dan hasil kerja yang sudah pernah diperoleh merupakan hal yang jauh lebih relevan untuk menunjukkan apakah seseorang mampu menjalankan posisi tersebut. Di Amerika Serikat, U.S. Equal Employment Opportunity Commission (EEOC) menjelaskan bahwa perusahaan tidak boleh mendiskriminasi pelamar atau pekerja berusia 40 tahun ke atas hanya berdasarkan usia.
Perlindungan tersebut mencakup keputusan terkait pekerjaan dan perekrutan yang dilakukan oleh perusahaan. Bahkan pada September 2025, EEOC juga mengumumkan penyelesaian perkara terhadap perusahaan rental kendaraan di Florida yang dituduh secara sistematis menolak kandidat berusia 40 tahun ke atas untuk posisi management trainee. Kasus tersebut akhirnya menjadi pengingat bahwa kemampuan dan kelayakan seseorang seharusnya tidak digantikan hanya karena usia pelamar sudah terbilang tua.
Dari beberapa alasan yang membuat usia tak jadi batasan saat lamar kerja di luar negeri, kamu bisa mengambil kesimpulan bahwa usia hanyalah angka. Sedangkan kemampuan, pengalaman, dan kemauan untuk berkembang terus-menerus adalah modal yang nyata yang harus selalu dipegang. Jadi, jangan biarkan angka menghentikan langkahmu untuk menjemput pekerjaan impianmu, ya!
Referensi
Employers: preventing discrimination. GOV UK. Diakses pada 06 Oktober 2026.
Equality Act 2010. Legislation GOV UK. Diakses pada 06 Oktober 2026.
Small Business Requirements. U.S. Equal Employment Opportunity Commission. Diakses pada 06 Oktober 2026.
Enterprise Leasing to Pay $1.8 Million in Florida EEOC Age Discrimination Lawsuit. U.S. Equal Employment Opportunity Commission. Diakses pada 06 Oktober 2026.
EEOC Sues Trancasa USA for Age Discrimination. U.S. Equal Employment Opportunity Commission. Diakses pada 06 Oktober 2026.
Age discrimination. Nidirect GOV UK. Diakses pada 06 Oktober 2026.























