Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Hal Sederhana yang Bikin Rumah Lebih Hijau Tanpa Renovasi
ilustrasi renovasi rumah (pexels.com/Craig Adderley)
  • Artikel menekankan bahwa rumah ramah lingkungan bisa diwujudkan tanpa renovasi besar, cukup lewat perubahan kebiasaan dan pemilihan produk yang lebih bijak.
  • Dianjurkan menambah tanaman hias, memakai perangkat hemat energi, serta mengatur penggunaan listrik agar udara lebih bersih dan tagihan berkurang.
  • Langkah lain mencakup membuat kompos dari sampah dapur, mengurangi plastik sekali pakai, serta menghemat air dengan alat efisien dan kebiasaan cerdas sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mewujudkan rumah yang lebih ramah lingkungan sebetulnya tidak memerlukan renovasi besar atau anggaran yang menguras kantong dalam. Melalui perubahan kebiasaan dan pilihan produk yang bijak, maka dampak positifnya akan terasa pada kualitas udara di rumah, tagihan listrik bulanan, hingga jejak karbon keluarga.

Pendekatan untuk memeroleh rumah yang lebih hijau justru dapat dipertahankan karena tidak sampai mengganggu rutinitas harian, sekaligus dapat memberikan hasil yang lebih nyata. Mulailah dengan beberapa ide sederhana berikut ini untuk membuat rumah terasa lebih hijau tanpa memerlukan renovasi secara berlebihan.

1. Tambah tanaman dalam ruangan yang mudah dirawat

ilustrasi tanaman (pexels.com/Sasha Kim)

Coba letakkan tanaman hias berdaun, seperti sirih gading, monstera, atau lidah mertua di area berventilasi baik untuk menyaring udara dari debu halus atau bau dari sisa makanan. Pilihlah pot beralas dan media tanam yang tepat, lalu atur jadwal penyiraman secara berkala agar tanaman pun bisa tumbuh dengan baik.

Tempatkan tanaman titik-titik strategis untuk memaksimalkan cahaya dan sirkulasi, sekaligus memperindah interior yang ada. Gunakan piring penampung air dan alas anyaman agar setiap tetesannya tidak sampai berpotensi merusak, serta putarlah posisi pas setiap minggu agar pertumbuhan daunnya lebih merata.

2. Beralih ke perangkat hemat energi dan atur kebiasaan pakai listrik

ilustrasi lampu (unsplash.com/Mikael Kristenson)

Gantilah lampu pijar dengan LED berlabel hemat energi dan gantilah lampu pijar dengan LED berlabel hemat energi karena LED dianggap lebih awet lebih dingin dan mengonsumsi lebih sedikit listrik pada tingkat terang yang setara. Tambahkan pula steker dengan saklar atau smart plug untuk benar-benar mematikan daya standby pada perangkat.

Buat aturan rumah sederhana dalam penggunaan alat-alat elektronik dan juga lampu, sehingga pengonsumsi energinya lebih terkendali tanpa harus mengurangi kenyamanan. Tarik tirai dan manfaatkan cahaya alami pada pagi hingga siang hari, lalu gunakan lampu tugas di meja kerja agar terangnya lebih tepat sasaran tanpa harus menyalakan seluruh ruangan.

3. Kurangi sampah dengan kompos dapur dan belanja minim kemasan

ilustrasi tas belanja (unsplash.com/Mediamodifier)

Pisahkan sampah organik ke dalam wadah kompos tertutup untuk nantinya diolah menjadi pupuk, sehingga volume sayuran ke tempat pembuangan pun akan berkurang secara signifikan. Aduk kompos secara berkala dan jagalah kelembabannya, lalu gunakan hasil kompos untuk menyuburkan tanaman hias yang ada di dalam rumah.

Bawa tas belanja lipat, botol minum ulang, dan juga wadah makanan ketika berbelanja agar bisa memangkas Penggunaan plastik sekali pakai. Pilih produk isi ulang atau kemasan besar untuk memenuhi kebutuhan rutin agar bisa mengurangi limbah kemasan.

4. Hemat air dan gunakan dengan bijak

ilustrasi mencuci piring (unsplash.com/Catt Liu)

Kamu bisa memasang aerator keran dan kepala pancuran beraliran rendah yang harganya relatif terjangkau, sebab komponen ini dapat menurunkan debit air tanpa mengurangi kenyamanan ketika mandi atau cuci tangan. Letakkan ember penampung di dekat mesin cuci atau bawa talang ketika hujan untuk menyiram tanaman mengepel lantai hingga membelah teras secara berkala.

Kamu bisa membiasakan cuci sayur dalam baskom alih-alih di bawah keran, lalu coba gunakan ulang air bilasan pertama untuk merendam peralatan masak berminyak agar deterjen bisa bekerja dengan lebih cepat. Setidaknya dengan mengatur jadwal cuci pakaian penuh muatan, memeriksa kebocoran pada keran secara rutin, hingga menempelkan pengingat kecil di dekat wastafel, maka dapat meminimalisir kebiasaan boros air bagi seluruh anggota keluarga.

Membuat rumah lebih hijau tidaklah sulit, sebab perubahan kecil yang konsisten dapat menurunkan pengonsumsian energi secara berlebih. Dengan menambahkan beberapa cara di atas, maka rumah pun akan terasa lebih segar, sekaligus ramah lingkungan. Mulailah dari satu langkah sederhana agar rumahmu terasa lebih nyaman untuk ditempati!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article