Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Barang Rumah Tangga yang Jangan Dibersihkan dengan Cuka

5 min read
5 Barang Rumah Tangga yang Jangan Dibersihkan dengan Cuka
ilustrasi cuka putih (freepik.com/freepik)

Cuka putih sering menjadi andalan untuk membersihkan rumah karena harganya terjangkau, mudah ditemukan, dan bisa membantu mengangkat kerak air maupun noda tertentu. Tak heran jika bahan dapur ini kerap digunakan sebagai alternatif pembersih untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membersihkan kaca hingga menghilangkan endapan mineral pada peralatan rumah tangga.

Namun, bukan berarti cuka aman digunakan pada semua permukaan. Kandungan asam asetat di dalamnya dapat merusak lapisan pelindung, membuat permukaan kusam, atau mengikis material tertentu. Lalu apa aja yang gak boleh dibersihin pakai cuka?

  1. 1. Meja marmer dan permukaan batu alam bisa kusam

    ilustrasi membersihkan dapur (freepik.com/freepik)
    ilustrasi membersihkan dapur (freepik.com/freepik)

    Meja dapur berbahan marmer, granit, batu kapur, atau travertine sebaiknya tidak dibersihkan menggunakan cuka. Meskipun permukaannya terlihat keras dan kokoh, jenis batu alam tertentu sensitif terhadap cairan asam. Penggunaan cuka dapat menyebabkan etching, yaitu pengikisan permukaan yang membuat batu kehilangan kilap dan tampak kusam.

    Risikonya bukan hanya munculnya noda yang bisa dihapus dengan kain. Ketika permukaan batu sudah mengalami pengikisan, bekasnya mungkin tidak dapat dihilangkan dengan pembersihan biasa. Karena itu, hindari pula cairan asam lain seperti air lemon pada permukaan batu yang sensitif.

    "Cuka memiliki tingkat keasaman yang tinggi, itulah sebabnya cuka efektif untuk menghilangkan kerak air dan jenis kotoran tertentu. Akan tetapi, sifat asam ini juga dapat dengan mudah merusak permukaan seperti kayu, batu alam, dan layar perangkat elektronik," jelas pakar kebersihan Carolyn Forte dikutip dari Good Housekeeping.

     

  2. 2. Lantai kayu dan furnitur kayu berlapis pelindung

    ilustrasi membersihkan kayu dengan minyak (pexels.com/Pixabay)
    ilustrasi membersihkan kayu dengan minyak (pexels.com/Pixabay)

    Lantai parket, meja makan kayu, lemari, dan furnitur dengan lapisan pelindung juga perlu dijauhkan dari kebiasaan membersihkan menggunakan cuka. Kandungan asamnya dapat memengaruhi lapisan akhir atau finish pada kayu, terutama jika digunakan berulang kali.

    Akibatnya, permukaan yang semula mengilap bisa terlihat kusam dan lapisan pelindungnya berkurang. Risikonya bergantung pada jenis kayu, lapisan pelindung, konsentrasi cuka, serta seberapa sering cairan tersebut digunakan.

    Kayu yang belum diberi pelapis bahkan lebih rentan terhadap kelembapan karena dapat menyerap cairan dan mengalami perubahan tampilan. Jadi, jangan berasumsi bahwa mencampurkan cuka dengan banyak air otomatis membuatnya aman untuk semua furnitur.

  3. 3. Layar HP, laptop, dan televisi

    Ilustrasi mengurangi kecerahan layar HP (Pixabay/Pexels)
    Ilustrasi mengurangi kecerahan layar HP (Pixabay/Pexels)

    Layar elektronik terlihat mudah dibersihkan dengan menyemprotkan cairan pembersih, tetapi cara tersebut justru bisa menimbulkan masalah. Layar HP, laptop, tablet, dan televisi dapat memiliki lapisan khusus untuk mengurangi pantulan cahaya atau bekas sidik jari.

    Penggunaan cuka, terutama secara langsung, berisiko merusak lapisan tersebut pada perangkat tertentu. Selain kandungan asam, cairan yang masuk melalui celah layar atau bagian sambungan perangkat juga berpotensi mengganggu komponen elektronik.

    Karena itu, jangan menyemprotkan cuka langsung ke layar dan jangan menggunakan kain yang terlalu basah. Bahkan jika noda terlihat membandel, menggosoknya dengan keras bukan solusi yang tepat karena dapat menimbulkan goresan.

    "Cuka dapat merusak sifat anti-silau pada layar, bahkan membuat layar sentuh menjadi kurang responsif," ujar Antonette Asedillo, yang memimpin pengujian komputer di CR dikutip dari Consumer Reports.

     

  4. 4. Setrika dan alat penghasil uap pakaian

    ilustrasi setrika (unsplash.com/Maria Lin Kim)
    ilustrasi setrika (unsplash.com/Maria Lin Kim)

    Pernah menemukan tips membersihkan kerak pada setrika dengan menuangkan cuka ke dalam tangki airnya? Cara ini memang sering beredar sebagai trik rumahan, tetapi sebaiknya jangan langsung dicoba. Setrika uap dan garment steamer memiliki komponen internal yang bisa terpengaruh oleh cairan yang tidak direkomendasikan produsen.

    Cuka mungkin membantu melarutkan endapan mineral dalam situasi tertentu, tetapi hal itu tidak berarti aman untuk semua perangkat. Material pada saluran uap, katup, pelapis internal, dan komponen lain bisa berbeda-beda. Jika cairan yang digunakan tidak sesuai petunjuk, ada risiko kerusakan yang justru membuat alat tidak berfungsi dengan baik.

    "Untuk setrika dan alat penghasil uap pakaian (garment steamer), sebaiknya jangan memasukkan apa pun selain air ke dalamnya. Cukup isi tangki air pada setrika atau alat penghasil uap pakaian tersebut, atur ke suhu dan pengaturan uap tertinggi, lalu gunakan untuk menyemprotkan uap guna membilas keluar mineral yang mungkin tertinggal di dalamnya," jelas Carolyn.

  5. 5. Wajan besi cor dan pisau dapur

    ilustrasi pisau dapur (pexels.com/Sternsteiger Stahlwaren)
    ilustrasi pisau dapur (pexels.com/Sternsteiger Stahlwaren)

    Wajan besi cor atau cast iron membutuhkan perawatan khusus karena biasanya memiliki lapisan pelindung dari minyak yang dipanaskan, dikenal sebagai seasoning. Lapisan ini membantu menciptakan permukaan yang lebih tahan lengket sekaligus melindungi besi dari karat.

    Jika dibersihkan dengan cuka, terutama dalam konsentrasi tinggi atau melalui perendaman, lapisan tersebut bisa terkikis dan membuat wajan lebih rentan berkarat. Pisau dapur juga bukan benda yang ideal untuk dibersihkan menggunakan cuka secara sembarangan.

    Cairan asam yang digunakan berulang kali atau dibiarkan terlalu lama dapat memengaruhi permukaan logam tertentu, menimbulkan korosi, atau merusak tampilannya. Jadi, hindari merendam pisau dalam cuka hanya untuk menghilangkan noda atau bekas karat tanpa mengetahui jenis materialnya.

    "Membersihkan pisau menggunakan cuka dapat merusak lapisan permukaannya dan membuat bagian tepinya menjadi berlubang-lubang kecil. Logam lain yang umum ditemukan di dapur dan sebaiknya dijauhkan dari cuka antara lain aluminium dan tembaga. Pilihan terbaik untuk membersihkannya adalah dengan menggunakan cairan pencuci piring dan air hangat," menurut Frank Spinelli, yang memimpin pengujian peralatan rumah tangga di lembaga Consumer Reports.

    Cuka memang bisa menjadi bahan pembersih yang praktis untuk pekerjaan tertentu, tetapi bukan berarti cocok untuk semua barang rumah tangga. Sebelum menggunakannya, kenali material yang akan dibersihkan dan periksa petunjuk perawatan dari produsen, terutama untuk benda mahal atau peralatan elektronik.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More