“Banyak pembersih dapur mengandung bahan penghilang lemak yang dapat merusak lapisan permukaan kamar mandi,” ujar Kelly Russum.
8 Bahan Pembersih yang Sebaiknya Gak Dipakai di Kamar Mandi

Kamar mandi perlu rutin dibersihkan agar tetap nyaman dan bebas dari kotoran. Namun, gak semua bahan pembersih aman digunakan pada setiap permukaan. Beberapa produk justru bisa merusak material, meninggalkan residu, atau membahayakan kesehatan jika digunakan sembarangan.
Mulai dari pembersih dapur serbaguna hingga magic eraser, ada sejumlah produk yang sebaiknya gak digunakan di area kamar mandi tertentu. Para ahli menyebutnya dapat merusak permukaan dan perlengkapan kamar mandi. Yuk, kenali bahan pembersih yang sebaiknya dihindari!
1. Pembersih serbaguna untuk dapur

ilustrasi membersihkan dapur (pexels.com/cottonbro) Pembersih serbaguna untuk dapur belum tentu cocok digunakan di kamar mandi. Menurut Kelly Russum, pemilik KC's 23 ½ Hour Plumbing & Air Conditioning, dikutip dari Martha Stewart, beberapa produk mengandung bahan penghilang lemak yang dapat merusak lapisan permukaan, dempul silikon, dudukan toilet, dan segel karet. Penggunaan terus-menerus bahkan bisa menyebabkan dempul retak, kebocoran kecil, serta jamur dan lumut di sambungan shower.
Sebagai gantinya, Russum menyarankan pembersih yang memang diformulasikan untuk kamar mandi dan area lembap. Kamu juga bisa menggunakan larutan cuka ringan sebagai alternatif alami pada permukaan yang sesuai.
2. Pemutih

ilustrasi produk pemutih baju (pexels.com/ianpanelo) Pemutih memang efektif untuk membersihkan dan menghilangkan noda, tetapi penggunaannya di kamar mandi perlu diperhatikan. Dikutip dari Martha Stewart, Chris Willatt, pemilik layanan kebersihan Alpine Maids, mengatakan pemutih dapat membuat nat lantai keramik menjadi longgar dan berpotensi menyebabkan korosi pada perlengkapan logam seperti keran dan kepala shower.
“Pemutih juga dapat menyebabkan korosi pada perlengkapan logam seperti keran, kepala shower, dan lainnya,” ujar Chris Willatt.
Penggunaan pemutih di ruangan tertutup juga sebaiknya dihindari karena uapnya dapat menimbulkan risiko kesehatan. Pastikan produk digunakan sesuai petunjuk, ruangan memiliki ventilasi yang baik, dan jangan mencampurkannya dengan bahan pembersih lain karena beberapa kombinasi dapat menghasilkan uap berbahaya.
3. Bahan kimia untuk kolam renang

ilustrasi semprotan pembersih (unsplash.com/giorgiotrovato) Bahan kimia untuk perawatan kolam renang sebaiknya gak digunakan untuk membersihkan kamar mandi. Jeremy Yamaguchi, ahli perawatan kolam renang sekaligus CEO Cabana, dikutip dari Martha Stewart, menjelaskan bahwa produk tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit dan konsentrasinya berpotensi merusak benda di kamar mandi.
“Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit dan memang gak ditujukan untuk digunakan di dalam ruangan dengan cara seperti itu,” ujar Jeremy Yamaguchi.
Meski beberapa kandungannya mungkin terdengar mirip dengan produk pembersih, bahan kimia kolam memiliki fungsi dan konsentrasi yang berbeda. Karena itu, gunakan produk yang memang diformulasikan untuk material dan kebutuhan pembersihan kamar mandi.
4. Pembersih toilet untuk wastafel atau bak mandi

ilustrasi semprotan pembersih (unsplash.com/towfiqu999999) Pembersih mangkuk toilet dibuat khusus untuk menangani kotoran pada permukaan toilet sehingga gak otomatis aman digunakan di area lain. Chris Willatt menyarankan agar produk ini gak digunakan pada wastafel, bak mandi, atau shower karena formulanya yang kental dan terkonsentrasi dirancang untuk fungsi tertentu.
Menggunakannya pada permukaan lain dapat meningkatkan risiko kerusakan, terutama jika formulanya cukup keras. Karena itu, selalu periksa label dan petunjuk penggunaan sebelum memakai produk pada permukaan yang berbeda.
5. Dryer sheets untuk membersihkan pintu shower

ilustrasi membersihkan kamar mandi (pexels.com/gustavofring) Dryer sheets atau lembar pengering pakaian sempat populer sebagai trik membersihkan pintu shower di media sosial. Namun, Kelly Russum menjelaskan bahwa produk ini dibuat untuk kain dan mengandung lilin serta pewangi yang dapat berikatan dengan endapan air sadah pada pintu shower.
Akibatnya, permukaan mungkin terlihat bersih sementara, tetapi noda justru bisa semakin sulit dihilangkan. Sebagai gantinya, Russum menyarankan pembersih kerak kapur atau pasta cuka dan soda kue dengan spons lembut untuk membantu menghilangkan penumpukan.
6. Tisu kertas

ilustrasi tisu toilet (pexels.com/vie-studio) Tisu kertas memang praktis untuk menyerap tumpahan, tetapi kurang ideal untuk membersihkan seluruh permukaan kamar mandi. Menurut Willatt, tisu dapat meninggalkan serat pada toilet, wastafel, maupun shower sehingga permukaan masih menyisakan partikel kecil setelah dibersihkan.
Sebagai gantinya, gunakan kain bekas, kaus lama, atau kain mikrofiber yang gak banyak meninggalkan serat. Selain bisa digunakan kembali, bahan tersebut juga lebih praktis untuk membersihkan berbagai bagian kamar mandi.
7. Produk berbahan dasar amonia

ilustrasi bahan pembersih (pexels.com/polinatankilevitch) Produk berbahan amonia juga sebaiknya gak menjadi pilihan utama untuk membersihkan kamar mandi. Willatt menyebut amonia dapat merusak permukaan sekaligus meninggalkan lapisan keruh sehingga area terlihat kurang bersih dan perlu dibersihkan ulang.
Selain itu, amonia perlu digunakan dengan hati-hati karena dapat menimbulkan risiko kesehatan. Hindari mencampurkannya dengan pemutih atau bahan pembersih lain yang gak diketahui reaksinya, dan pilih pembersih khusus kamar mandi sesuai jenis permukaan.
8. Magic eraser pada perlengkapan kamar mandi

ilustrasi membersihkan dinding kamar mandi (pexels.com/karolinagabrowska) Magic eraser berbahan busa melamin memang dikenal efektif menghilangkan noda membandel, tetapi Kelly Russum gak menyarankan penggunaannya pada permukaan krom, pintu shower, atau gagang keran. Sifat abrasifnya dapat membuat permukaan kusam hingga mengikis lapisan pelindung.
“Magic eraser dapat membuat lapisan permukaan menjadi kusam dan mengikis lapisannya, sehingga tampilannya terlihat buruk dan lebih rentan mengalami korosi,” ujar Kelly Russum.
Untuk noda membandel, Russum menyarankan pembersih kamar mandi berbentuk krim atau pembersih kerak kapur ringan yang digunakan bersama spons non-abrasif atau kain mikrofiber.
Membersihkan kamar mandi gak cukup hanya dengan memilih produk yang ampuh, tetapi juga perlu disesuaikan dengan jenis permukaannya. Jadi, yuk lebih cermat memilih bahan pembersih agar kamar mandi tetap bersih tanpa merusak perlengkapannya.






















