Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Mengusir Tikus yang Bersarang di Plafon, Coba Terapkan!

Tikus
ilustrasi tikus (unsplash.com/Joshua J. Cotten)

Jika kamu sering mendengar suara berisik di atas plafon, khususnya saat malam hari, bisa jadi tanda ada tikus yang bersarang. Awalnya mungkin cuma terdengar seperti langkah atau gesekan kecil, tapi lama-lama bisa makin ribut. Tikus bukan cuma mengganggu, tapi juga berisiko membawa penyakit, merusak instalasi listrik, hingga meninggalkan bau tidak sedap.

Masalahnya, tikus yang sudah bersarang di plafon biasanya tidak mudah diusir. Mereka merasa “aman” karena posisinya tinggi, hangat, dan jarang dijangkau manusia. Kalau dibiarkan, populasi tikus bisa bertambah dan kerusakan pun makin parah. Nah, berikut ini lima tips efektif yang bisa kamu lakukan untuk mengusir tikus dari plafon rumah!

1. Tutup semua akses masuk tikus

ilustrasi atap (pexels.com/Ryan Stephens)
ilustrasi atap (pexels.com/Ryan Stephens)

Langkah paling penting tapi sering dilewatkan adalah menutup jalur masuk tikus ke plafon. Tikus bisa masuk lewat lubang kecil di atap, celah genteng, ventilasi rusak, atau sela-sela plafon yang retak. Selama akses ini masih terbuka, kamu gak akan bisa sepenuhnya mengusir tikus.

Coba periksa bagian atap dan plafon secara menyeluruh. Kalau menemukan lubang, segera tutup dengan kawat ram, semen, atau bahan keras lain yang sulit digigit tikus. Fokuskan perhatian pada area dapur dan kamar mandi karena biasanya jalur ini yang paling sering dilewati.

2. Gunakan bau yang tidak disukai tikus

ilustrasi memotong bawang (pexels.com/Los Muertos Crew)
ilustrasi memotong bawang (pexels.com/Los Muertos Crew)

Tikus punya indra penciuman yang sangat tajam, dan ini bisa kamu manfaatkan. Ada beberapa bau yang secara alami tidak disukai tikus, seperti bau menyengat dari kapur barus, bawang putih, cuka, atau daun mint. Cara ini cukup familiar karena murah dan relatif aman.

Letakkan kapur barus atau bawang putih yang sudah digeprek di beberapa titik dekat plafon atau lubang akses. Kalau ingin lebih alami, kamu bisa menaruh kapas yang ditetesi minyak peppermint. Bau ini akan membuat tikus tidak nyaman dan perlahan mencari tempat lain untuk bersarang. Meski hasilnya tidak instan, metode ini efektif jika dilakukan secara konsisten.

3. Jaga rumah tetap bersih dan minim sumber makanan

ilustrasi menyapu lantai (pexels.com/ Ron Lach)
ilustrasi menyapu lantai (pexels.com/ Ron Lach)

Tikus tidak akan betah di tempat yang gak tersedia makanan. Sayangnya, tanpa sadar kamu bisa “mengundang” tikus lewat sisa makanan, sampah terbuka, atau bahan makanan yang disimpan sembarangan. Meski tikusnya ada di plafon, sumber makanannya sering kali berasal dari area bawah rumah.

Jadi, pastikan sisa makanan langsung dibuang dan tempat sampah selalu tertutup rapat. Simpan bahan makanan kering dalam wadah tertutup, terutama beras, mie instan, dan camilan. Dengan mengurangi sumber makanan, tikus akan kesulitan bertahan dan akhirnya pergi dengan sendirinya.

4. Gunakan perangkap di area strategis

Perangkap tikus
ilustrasi perangkap tikus (pexels.com/ClickerHappy)

Kalau suara tikus di plafon sudah sangat mengganggu, kamu bisa mulai menggunakan perangkap tikus. Pilih perangkap yang sesuai, mulai dari perangkap jepit, perangkap lem, hingga perangkap kandang. Letakkan perangkap di area yang sering dilewati tikus, seperti dekat lubang plafon atau jalur dinding.

Gunakan umpan yang aromanya kuat, misalnya ikan asin, selai kacang, atau sisa makanan berminyak. Pastikan perangkap diletakkan dengan aman agar tidak membahayakan hewan peliharaan atau anak kecil. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi populasi tikus secara bertahap.

5. Pertimbangkan jasa pengendalian hama

Pest control
ilustrasi pest control (pexels.com/Matilda Wormwood)

Kalau tikus sudah terlalu banyak atau sulit diatasi dengan cara rumahan, menggunakan jasa pengendalian hama bisa jadi solusi terakhir. Profesional biasanya punya metode yang lebih menyeluruh. Mulai dari identifikasi sarang, penutupan jalur masuk, hingga penanganan bangkai tikus dengan aman.

Meski membutuhkan biaya, langkah ini bisa menghemat waktu dan tenaga, terutama kalau kondisi plafon sudah rusak atau berisiko. Kamu juga bisa mendapatkan saran pencegahan agar tikus tidak kembali di kemudian hari. Ini cocok buat kamu yang ingin solusi jangka panjang yang praktis.

Mengusir tikus yang bersarang di plafon memang tidak bisa instan. Cara-cara alami bisa jadi langkah awal, dan bantuan profesional bisa jadi opsi lanjutan. Dengan menerapkan lima tips di atas, kamu tak hanya mengusir tikus yang sudah ada, tapi juga mencegah mereka datang kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Tanaman Hias Simbol Kemakmuran yang Cocok untuk Hunian Modern

09 Jan 2026, 10:51 WIBLife