Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kumpulan Kultum Ramadan Singkat 5 Menit Berbagai Tema

Kumpulan Kultum Ramadan Singkat 5 Menit Berbagai Tema
ilustrasi kultum Ramadan singkat (pexels.com/pexels.com/)
Intinya Sih
  • Kultum Ramadan singkat 5 menit adalah ceramah pendek yang membahas satu tema utama agar pesan tersampaikan jelas dan efektif dalam waktu terbatas.

  • Tema kultum di bulan Ramadan biasanya berkaitan dengan sabar, syukur, keutamaan puasa, sedekah, taubat, menjaga lisan, dan Lailatul Qadar.

  • Struktur ideal kultum terdiri dari pembuka, isi dengan dalil pendukung, serta penutup berupa ajakan dan doa agar lebih menyentuh jamaah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kamu diminta mengisi ceramah sebelum berbuka atau setelah tarawih? Kultum Ramadan singkat 5 menit bisa jadi solusi karena ringkas, tapi tetap bermakna. Dengan waktu terbatas, kamu hanya perlu menyampaikan pesan yang jelas dan langsung ke inti.

Nah, di artikel ini, kamu akan menemukan beberapa contoh kultum Ramadan singkat dengan tema berbeda, lengkap dengan pembuka, isi, dan penutup. Kamu bisa langsung memakainya untuk kultum tarawih, sebelum berbuka, atau kegiatan Ramadan di sekolah dan kantor. Simak selengkapnya!

Table of Content

1. Contoh kultum Ramadan singkat 5 menit tentang sabar

Sabar adalah inti dari ibadah puasa karena puasa melatih seseorang untuk menahan diri dari lapar, haus, dan emosi. Dalam konteks Ramadan, sabar bukan hanya menunggu waktu berbuka, tetapi juga menjaga lisan dan sikap.

Inilah mengapa tema sabar sering dipilih untuk kultum Ramadan singkat 5 menit. Pesannya relevan dan mudah dipahami semua kalangan, baik remaja maupun orang dewasa.

Berikut contoh teks kultum tentang sabar:

  • Pembuka kultum

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Swt yang masih memberi kita kesempatan menjalani ibadah puasa Ramadan. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw, teladan terbaik dalam kesabaran dan keteguhan iman.

  • Isi kultum

Hadirin yang dirahmati Allah,

Puasa mengajarkan kita arti sabar yang sesungguhnya. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 153, Allah berfirman agar kita menjadikan sabar dan salat sebagai penolong. Ayat ini menunjukkan bahwa sabar bukan sikap pasif, melainkan kekuatan untuk bertahan dalam kebaikan.

Saat kamu menahan lapar dan haus, sebenarnya kamu sedang melatih kontrol diri. Ketika ada orang yang memancing emosi, tetapi kamu memilih diam, di situlah nilai puasa menjadi nyata. Karena sifatnya melatih pengendalian diri, puasa membantu membentuk pribadi yang lebih dewasa dan bijak.

  • Penutup kultum

Semoga Ramadan ini membuat kita semakin sabar dalam menghadapi ujian hidup. Mari kita jadikan puasa sebagai momentum memperbaiki diri, bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan amarah dan perkataan buruk.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Teks kultum Ramadan 5 menit tentang keutamaan puasa

Puasa memiliki keutamaan besar yang tidak dimiliki ibadah lain, karena pahalanya langsung Allah yang membalas. Tema ini cocok untuk kultum Ramadan sebelum berbuka atau setelah salat tarawih. Pesannya memberi motivasi agar jamaah semakin semangat menjalankan ibadah.

Berikut contoh kultumnya:

  • Pembuka kultum

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah Swt yang telah mempertemukan kita dengan bulan Ramadan, bulan penuh ampunan dan keberkahan.

  • Isi kultum

Saudara-saudara sekalian,

Puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi ibadah yang memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah saw bersabda bahwa puasa adalah perisai. Artinya, puasa melindungi kamu dari perbuatan dosa dan api neraka.

Selain itu, ada pintu surga bernama Ar-Rayyan yang dikhususkan bagi orang yang berpuasa. Keutamaan ini menjadi motivasi agar kita tidak menjalankan puasa dengan setengah hati. Karena nilainya besar, maka menjaga kualitas puasa menjadi hal yang penting.

  • Penutup kultum

Mari kita tingkatkan kualitas ibadah puasa dengan memperbanyak doa, sedekah, dan membaca Al-Qur’an. Semoga Allah menerima amal ibadah kita selama Ramadan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

3. Contoh kultum Ramadan singkat tentang sedekah

Kultum Ramadan Singkat 5 Menit
ilustrasi orang fokus menulis kultum (pixabay.com/Iqbalstock)

Ramadan adalah bulan terbaik untuk bersedekah karena setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Tema ini cocok dibahas dalam kultum Ramadan singkat, apalagi menjelang waktu berbuka.

Kamu juga perlu mengingatkan bahwa sedekah tidak harus berupa nominal besar. Yang Allah nilai adalah keikhlasan dan niatnya, bukan jumlahnya. Rasulullah saw. dikenal sebagai sosok yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat saat Ramadan.

Berikut contoh kultumnya:

  • Pembuka kultum

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara Ramadan yang penuh berkah.

  • Isi kultum

Hadirin yang berbahagia,

Sedekah di bulan Ramadan memiliki nilai istimewa. Bahkan memberi makanan untuk orang berbuka puasa akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.

Kamu tidak harus menunggu kaya untuk berbagi. Memberi takjil sederhana atau membantu tetangga yang membutuhkan sudah termasuk sedekah. Karena sedekah berfungsi membersihkan harta dan hati, maka kebiasaan ini sebaiknya terus dijaga setelah Ramadan berakhir.

  • Penutup kultum

Mari manfaatkan Ramadan untuk memperbanyak sedekah dan amal kebaikan. Semoga Allah melapangkan rezeki dan menerima setiap amal kita.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

4. Contoh kultum Ramadan singkat 5 menit tentang menjaga lisan

Menjaga lisan adalah salah satu kunci kesempurnaan puasa karena dosa sering kali berasal dari ucapan. Banyak orang mampu menahan lapar, tetapi masih mudah mengucapkan kata kasar atau menyakiti orang lain. Jadi, inilah mengapa tema menjaga lisan cocok untuk kultum Ramadan singkat 5 menit.

Berikut contoh kultumnya:

  • Pembuka kultum

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah Swt yang telah memberikan kita nikmat iman dan kesempatan menjalankan ibadah puasa Ramadan.

  • Isi kultum

Hadirin yang dirahmati Allah,

Rasulullah saw bersabda bahwa siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya. Hadis ini menegaskan bahwa menjaga lisan adalah bagian penting dari puasa.

Ketika kamu menahan diri untuk tidak membalas ejekan atau tidak ikut menyebarkan kabar yang belum jelas, di situlah kualitas puasamu meningkat. Karena lisan bisa menjadi sumber kebaikan sekaligus keburukan, maka mengendalikannya adalah bentuk ketakwaan.

  • Penutup kultum

Mari kita jadikan Ramadan sebagai latihan untuk berbicara lebih baik dan lebih bijak. Semoga Allah menjaga lisan kita dari perkataan yang sia-sia.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

5. Contoh kultum Ramadan singkat tentang taubat

Ramadan adalah bulan ampunan, sehingga menjadi waktu terbaik untuk bertaubat. Taubat berarti kembali kepada Allah dengan menyesali kesalahan dan bertekad tidak mengulanginya lagi. Karena sifatnya membuka pintu ampunan, Ramadan memberi kesempatan besar bagi setiap orang untuk memperbaiki diri.

Berikut contoh kultumnya:

  • Pembuka kultum

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan bertemu bulan Ramadan yang penuh rahmat dan magfirah.

  • Isi kultum

Saudara-saudara sekalian,

Setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Namun, Allah Maha Pengampun dan selalu membuka pintu taubat. Dalam Surah Az-Zumar ayat 53, Allah berfirman agar hamba-Nya tidak berputus asa dari rahmat-Nya.

Taubat yang diterima adalah taubat yang sungguh-sungguh, yaitu menyesal, berhenti dari dosa, dan bertekad tidak mengulanginya. Karena Ramadan penuh keberkahan, maka peluang diampuni menjadi lebih besar.

  • Penutup kultum

Mari manfaatkan Ramadan untuk memperbanyak istigfar dan memperbaiki diri. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat ampunan Allah.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

6. Contoh kultum Ramadan singkat 5 menit tentang Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga kamu sangat dianjurkan mencarinya di sepuluh malam terakhir Ramadan. Keutamaannya begitu besar karena amal ibadah yang kamu lakukan pada malam itu dilipatgandakan dengan pahala luar biasa.

Inilah sebabnya tema Lailatul Qadar cocok disampaikan dalam kultum tarawih singkat menjelang akhir Ramadan. Kamu bisa mengajak jamaah untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, istigfar, dan membaca Al-Qur’an agar tidak melewatkan malam yang penuh kemuliaan tersebut.

Berikut contoh kultumnya:

  • Pembuka kultum

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang masih mempertemukan kita dengan hari-hari terakhir Ramadan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah, tidak terasa Ramadan hampir meninggalkan kita. Padahal di penghujung bulan inilah terdapat malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar.

  • Isi kultum

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Artinya, satu malam itu nilainya setara dengan ibadah lebih dari delapan puluh tiga tahun. Ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah kepada hamba-Nya, karena memberi kesempatan pahala berlipat dalam waktu yang sangat singkat.

Pada malam itu, para malaikat turun ke bumi membawa keberkahan dan ketenangan hingga terbit fajar. Malam tersebut penuh kedamaian, jauh dari keburukan. Karena kemuliaannya begitu besar, setiap muslim dianjurkan untuk bersungguh-sungguh mencarinya.

Namun, waktunya dirahasiakan. Rasulullah saw menganjurkan kita untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Hal ini mengajarkan bahwa kesungguhan dan konsistensi dalam beribadah lebih utama daripada hanya bersemangat sesaat.

Karena itu, kamu perlu meningkatkan kualitas ibadah di akhir Ramadan. Perbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Salah satu doa yang dianjurkan adalah memohon ampunan kepada Allah, karena inti dari Lailatul Qadar adalah kesempatan mendapatkan ampunan sebesar-besarnya.

Jangan sampai kita melewati malam-malam terakhir ini dengan lalai. Bisa jadi Ramadan tahun ini adalah kesempatan terakhir bagi kita. Inilah mengapa memaksimalkan ibadah di sepuluh malam terakhir menjadi sangat penting.

  • Penutup kultum

Hadirin yang berbahagia,

Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar, menerima seluruh amal ibadah kita, dan mengampuni segala dosa yang telah lalu. Semoga setelah Ramadan berakhir, kita menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

7. Contoh kultum Ramadan singkat untuk tentang pergaulan

Kultum Ramadan Singkat 5 Menit
ilustrasi mengikuti kultum (pexels.com/Thirdman)

Lingkungan pertemanan sangat memengaruhi karakter dan kebiasaan sehari-hari. Karena teman memiliki pengaruh besar, maka memilih lingkungan yang baik akan membantu menjaga iman. Kamu juga bisa mengangkat tema ini dalam kultum terutama jika kultum di depan anak-anak muda.

Berikut contoh kultumnya:

  • Pembuka kultum

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Swt yang masih memberi kita kesempatan menjalani Ramadan dalam keadaan sehat. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Teman-teman yang dirahmati Allah, Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan haus, tetapi juga bulan memperbaiki diri, termasuk dalam memilih dan menjaga pergaulan.

  • Isi kultum

Teman-teman yang dirahmati Allah,

Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang akan mengikuti agama temannya, maka perhatikanlah dengan siapa ia berteman. Hadis ini menunjukkan bahwa pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap karakter dan keimanan seseorang. Jika kamu berteman dengan orang yang rajin beribadah, kamu akan terdorong melakukan hal yang sama. Sebaliknya, jika lingkunganmu jauh dari nilai kebaikan, maka perlahan kamu bisa ikut terbawa.

Dalam kehidupan sehari-hari, pengaruh teman sangat terasa. Cara berbicara, kebiasaan, bahkan cara berpikir sering kali terbentuk dari lingkungan sekitar. Karena itulah, memilih teman bukan sekadar soal cocok atau tidak cocok, tetapi juga soal arah hidup.

Ramadan menjadi momen yang tepat untuk mengevaluasi pertemanan. Jika selama ini kamu sering diajak pada hal yang sia-sia, seperti membuang waktu berlebihan atau melakukan hal yang merugikan diri sendiri, maka inilah saatnya mengambil sikap. Bukan berarti kamu harus memutus silaturahmi, tetapi kamu perlu tegas menjaga prinsip.

Sebaliknya, carilah teman yang saling mengingatkan dalam kebaikan. Teman yang mengajak salat berjamaah, mengingatkan waktu berbuka, atau saling menyemangati membaca Al-Qur’an akan membantu menjaga semangat ibadahmu. Karena lingkungan yang baik berperan dalam membentuk kebiasaan positif, maka memilih pergaulan yang sehat adalah investasi jangka panjang.

  • Penutup kultum

Teman-teman yang berbahagia,

Mari jadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju pergaulan yang lebih sehat dan penuh kebaikan. Semoga Allah mempertemukan kita dengan teman-teman yang membawa kita semakin dekat kepada-Nya dan menjauhkan kita dari lingkungan yang merugikan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

8. Contoh kultum Ramadan singkat tentang syukur

Dalam kultum 5 menit, kamu juga bisa menekankan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih rasa syukur. Rasa lapar yang dirasakan sepanjang hari menjadi pengingat atas nikmat sederhana yang sering terabaikan.

Dari situ, jamaah diajak menyadari bahwa Ramadan adalah momentum memperbaiki hati, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Jadi, tema ini cocok untuk kultum sebelum berbuka.

Berikut contoh kultumnya:

  • Pembuka kultum

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Swt atas nikmat iman, Islam, dan kesempatan menjalankan puasa Ramadan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw yang telah mengajarkan kita arti kesabaran dan rasa syukur dalam setiap keadaan.

Hadirin yang dirahmati Allah, di bulan Ramadan ini kita tidak hanya belajar menahan diri, tetapi juga belajar memahami arti nikmat yang selama ini mungkin jarang kita sadari.

  • Isi kultum

Hadirin sekalian,

Bersyukur membuat hati lebih tenang dan hidup terasa cukup. Allah Swt berjanji dalam Surah Ibrahim ayat 7 bahwa jika kita bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat tersebut. Janji ini menunjukkan bahwa syukur bukan hanya kewajiban, tetapi juga kunci bertambahnya keberkahan dalam hidup.

Syukur bukan sekadar ucapan “alhamdulillah”. Syukur adalah sikap menerima dengan lapang dada dan menggunakan nikmat untuk kebaikan. Jika kamu diberi kesehatan, maka gunakan untuk beribadah. Jika diberi rezeki, gunakan untuk berbagi. Karena nikmat yang dimanfaatkan dengan benar akan membawa kebaikan, sedangkan nikmat yang diabaikan bisa menjadi sebab lalai.

Saat kamu berpuasa, kamu merasakan lapar dan haus sepanjang hari. Ketika waktu berbuka tiba, seteguk air terasa sangat berharga. Dari pengalaman sederhana itu, kamu belajar bahwa nikmat Allah sebenarnya begitu besar dan sering kali terlupakan saat kita dalam keadaan nyaman.

Ramadan membantu menumbuhkan rasa syukur karena rasa lapar mengingatkan kita pada saudara-saudara yang kekurangan. Hal ini membuat hati lebih peka dan tidak mudah mengeluh. Ketika hati terbiasa bersyukur, maka hidup terasa lebih ringan dan penuh ketenangan.

Selain itu, orang yang bersyukur tidak mudah iri terhadap orang lain. Ia fokus pada apa yang dimiliki, bukan pada apa yang belum dimiliki. Karena itulah, syukur berperan dalam menjaga kebersihan hati dan menjauhkan kita dari sifat sombong serta dengki.

  • Penutup kultum

Hadirin yang berbahagia,

Mari kita perbanyak syukur selama Ramadan, baik melalui ucapan, sikap, maupun perbuatan. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang pandai bersyukur, sehingga hidup kita semakin berkah, hati semakin tenang, dan amal ibadah semakin diterima.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tips membuat kultum yang mudah dipahami

  • Tentukan tema yang spesifik

Pilih satu tema utama dan jangan melebar ke mana-mana. Kultum berdurasi 5 menit idealnya hanya fokus pada satu gagasan, misalnya tentang sabar, syukur, sedekah, atau Lailatul Qadar. Tema yang spesifik membuat isi lebih terarah dan tidak bertele-tele.

  • Susun struktur sederhana

Agar runtut, gunakan pola dasar berikut:

  1. Pembuka: salam, puji syukur, dan pengantar tema.
  2. Isi: penjelasan inti disertai dalil atau contoh sederhana.
  3. Penutup: kesimpulan singkat dan ajakan berbuat baik.
  • Gunakan dalil yang relevan

Sertakan ayat Al-Qur’an atau hadis yang sesuai dengan tema. Tidak perlu banyak, cukup satu dalil yang kuat lalu jelaskan maknanya secara ringkas agar jamaah mudah memahami.

  • Pakai bahasa yang mudah dipahami

Hindari istilah yang terlalu berat atau penjelasan panjang. Gunakan kalimat sederhana dan langsung ke inti. Ingat, kultum bukan ceramah satu jam, jadi setiap kalimat harus punya makna.

  • Sisipkan contoh nyata

Agar lebih menyentuh, hubungkan tema dengan kehidupan sehari-hari. Contoh konkret membuat pesan terasa dekat dan relevan, bukan sekadar teori.

  • Perhatikan durasi

Latih diri dengan membaca teks dan hitung waktunya. Idealnya kultum 5 menit terdiri dari sekitar 500–700 kata. Jangan terlalu cepat, tapi juga jangan melebar.

  • Tutup dengan pesan kuat

Akhiri dengan ajakan atau doa singkat yang merangkum isi kultum. Penutup yang kuat membuat jamaah mengingat pesan utamanya meski ceramahnya singkat.

Kesimpulan

Jadi, itulah kumpulan kultum Ramadan singkat 5 menit yang bisa kamu gunakan sebagai referensi. Meski durasinya pendek, kamu tetap bisa menyampaikan pesan yang kuat selama fokus pada satu tema dan menyusunnya secara runtut. Mulailah dari pembuka yang singkat, lanjutkan dengan isi dilengkapi dalil, lalu tutup dengan ajakan dan doa.

Dengan contoh kultum Ramadan singkat di atas, kamu sekarang jadi tahu dan punya gambaran tentang cara menyusun materi yang praktis dan bermakna. Jadi, saat diminta mengisi kultum Ramadan singkat 5 menit, kamu tidak perlu bingung lagi dan bisa menyampaikannya dengan lebih percaya diri.

FAQ seputar kultum Ramadan singkat 5 menit

Apa saja judul kultum di bulan Ramadan?

Keutamaan Bulan Ramadan dan Keberkahannya, Ramadan sebagai Bulan Pengampunan Dosa, Meraih Takwa di Bulan Ramadan, dan lain-lain.

Apa itu kultum di bulan Ramadan?

Kultum adalah singkatan dari kuliah tujuh menit, yaitu ceramah singkat dan biasanya disampaikan sebelum berbuka atau setelah salat tarawih.

Berapa kata ideal untuk kultum Ramadan singkat 5 menit?

Idealnya sekitar 500–700 kata dengan tempo bicara normal. Durasi ini cukup untuk menyampaikan satu tema secara jelas dan tidak terburu-buru.

Apakah kultum Ramadan singkat harus memakai dalil Al-Qur’an atau hadis?

Sebaiknya menyertakan satu dalil yang relevan agar pesan lebih kuat dan memiliki dasar yang jelas.

Bagaimana cara agar kultum Ramadan singkat tidak membosankan?

Fokus pada satu tema, gunakan bahasa sederhana, beri contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan tutup dengan ajakan serta doa.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan telah melewati proses editing oleh tim content IDN Times.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati
Follow Us

Latest in Life

See More